My Ex Mr Duke

My Ex Mr Duke
Tidak Ada Yang Bisa Menyentuhnya



Kedua orang itu tersenyum smierik. Sedangkan kedua orang yang tak jauh dari sana menatap curiga. Memang pakaian mereka sederhana, tapi gerak-gerik mereka mencurigakan, apalagi melihat tatapan mereka yang jelas-jelas seakan mengoreksi rumah berlantai dua itu.


Kedua pengawal itu pun diam-diam mengikuti langkah kedua orang yang berpakaian sederhana itu secara sembunyi-sembunyi. "Aneh, siapa mereka. Sepertinya mereka bukan orang biasa."


Sampai di gang sempit, kedua pengawal itu bersembunyi dia belakang karung. Kedua pengawal itu menajamkan telinganya.


"Kita sudah menemukannya, apa kita langsung masuk saja dan menghabisi wanita itu?" tanya salah satu orang itu, dia menyandarkan tubuhnya ke tembok.


"Tidak semudah itu, kita harus menunggu waktu yang tepat. Apalagi Duke Arland ada di sana, bukannya selamat kita malah mengantarkan nyawa." jawabnya.


"Benar, kita tunggu mereka keluar untuk sementara kita bersenang-senang dulu." Salah satu laki-laki itu merangkul temannya, meninggalkan gang sempit itu.


Kedua pengawal yang di tugaskan oleh Kaisar Fictor keluar dari persembunyiannya. "Kita harus melaporkan pada Baginda, ayo!" ajaknya pada teman di sampingnya itu.


"Apa kamu tidak merasa aneh? kenapa Baginda repot-repot menyuruh kita menjaga keluarga mereka?"


"Kamu tanya pada ku, lalu aku tanya pada siapa?"


plak


Karena kesal dengan jawaban temannya, ia pun memukul kepalanya."Aku tanya ya kira-kira lah."


"Sudahlah, kita hanya.menjalankan tugas saja. Mungkin Baginda menyukai nona Aleta, secara tidak langsung kan kita di suruh menjaganya."


plak


Lagi dan lagi, kepalanya temannya itu di pukul, mulutnya tidak beres. Bisa-bisa menimbulkan rumor yang tidak sedap. "Bicara itu ya kira-kira, mana mungkin Baginda menyukai anak kecil." Ia terkekeh sampai perutnya terasa kram.


Kedua orang itu berpencar membagi tugas masing-masing. Sesampainya di istana, sang pengawal itu memasuki ruangan kerja Kaisar Fictor menjelaskan apa yang telinganya tangkap dan kedua matanya yang melihat.


brak


"Berani sekali tikus curut itu mengancam keluarga ku."


Keluarga?monolog sang pengawal, setahunya, Kaisar Fictor tidak memiliki keluarga dengan Duchess Violeta.


"Awas saja, jika terjadi sesuatu pada Aleta, aku sendiri yang akan mengiris daging mereka," ujar Kaisar Fictor dengan mode menyeramkan.


"Baginda, apa saya harus membawa beberapa pengawal?"


Kaisar Fictor menatap nyalang. "Jelas, yang kamu lindungi itu adalah calon Ratu ku."


Kesatria Gio mendekat,dia berbisik saat Kaisar Fictor menatap lurus ke depan.


"Anggap saja angin lewat dan jangan bicara apa-apa. Kalau kamu mengatakan yang tidak-tidak dan menanggapinya, berarti kamu termasuk orang-orang yang bodoh." Bisiknya pelan.


Sang Kesatria itu mangut-mangut pertanda mengerti. Mendengarkan perkataan Kaisar Fictor dia memang pusing, ia sempat berfikir Kaisar Fictor menyukai Duchess Violeta dan berniat merebutnya, tapi setelah mendengarkan bisikan Kesatria Gio, ia pun paham, tetapi, pemahamannya hanya sejekal. Dia masih bingung jika memikirkannya kembali.


"Bawa tikus rendahan itu ke hadapan ku,"


"Baik Baginda," ujar Kesatria Gio dan sang pengawal itu.


Kaisar Fictor mengetuk meja di depannya dengan jari telunjuknya. Ia harus menjaga Aleta dengan baik, bahkan semut pun tidak akan bisa menyentuh kulitnya. "Tidak ada yang boleh menyentuhnya, aku akan menghabisinya siapapun itu,termasuk diriku sendiri jika aku membuatnya menangis."