My Ex Mr Duke

My Ex Mr Duke
Aku Lelah



Sudahlah Baginda, itu nasib mu.


Kaisar Fictor memekik tajam melihat kesatria Gio menunduk, menandakan dia menyerah.


Kurang ajar, awas saja..


"Ekhem, begini Duke, tadi saya bercerita tentang Ayah Permaisuri, tapi Kesatria Gio bercerita tentang Ayah Selir pertama. Jadi kita saling bertukar cerita,"


Duke Arland mengangguk tersenyum, tadi ia kebingungan dan sekarang dia mengerti.


"Em, ini Aleta. Maaf tadi aku lupa."


Duke Arland menatap kota beludru berwarna merah itu, kedua matanya mengikuti tangan Aleta yang menerimanya.


"Duke pasti bingung, begini tadi saya mengajak Aleta keluar. Karena saya menganggap Aleta anak sendiri."


"Oh,.begitu.."


Meskipun ragu,ia mencoba mengiyakan saja. Nanti dia akan bertanya pada Violeta.


"Saya pamit Duke."


Duke Arland dan Aleta mengantarkan kepergian Kaisar Fictor sampai menaiki tunggangannya.


"Aleta, dimana ibu mu?"


"Ada di lantai atas, di kamarnya Ayah." Jawab Aleta berlalu pergi.


Duke Arland pun menaiki tangga itu, dia mengetuk pintu kamar Violeta dan terdengar langkah kaki.


krek


"Duke,"


Duke Arland tersenyum, dia melewati Violeta tanpa permisi. Kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang Violeta.


"Duke apa yang kamu lakukan? keluar! ini kamar ku." Teriak Violeta. Seenaknya saja Duke Arland tidur di atas ranjangnya dan memejamkan matanya.


"Duke!"


Violeta menyilangkan kedua tangannya, ingin sekali dia menarik Duke Arland. "Keluarlah, aku tidak sedang bercanda."


Violeta ingin menarik tangan Duke Arland,tanpa ia sadari. Duke Arland malah menarik tangannya dan hasilnya, ia malah terbentur ke dada bidangnya.


Duke Arland pun mendekap tubuhnya dengan erat, hingga dia tidak bisa bergerak."Lepas Duke!" Violeta berusaha mendorong dada Duke Arland, namun kekuatannya tidak sekuat Duke Arland yang memeluknya. "Duke aku tidak bisa bernafas."


Dalam keadaan separuh tubuhnya di peluk, sedangkan kakinya berada di lantai. Duke Arland sedikit berguling dan tubuh Violeta tertarik sampai ke sampingnya.


Duke Arland meniup wajah Violeta hingga anak rambut yang menutupi wajahnya menyamping.


"Duke!" Kesal Violeta."Lepaskan!"


Dengan mata berkaca-kaca, Duke Arland menyandarkan kepala Violeta di dadanya, mengecup keningnya berulang kali. Rasa rindu yang ia tahan sejak bertahun, kini tersalurkan.


"Diamlah, Duchess. Aku sangat merindukan mu, Aku seperti orang gila yang di mabuk rindu." Lirih Duke Cristin.


"Aku sangat merindukan mu, aku sangat merindukan mu," ujar Duke Arland dengan nada bergetar. Ia tidak bisa menahan tangisnya lagi, hingga memilih untuk mengeluarkan tangisannya. Biarkan ia mengungkapkan kerinduannya dari tangisannya dan pelukannya itu.


Violeta pun memilih berhenti, dia tidak meronta lagi. Membiarkan Duke Arland memeluk tubuhnya. Ia penasaran tentang kehidupan Duke sebelumnya.


"Duke sudah ada Felica, kenapa masih datang pada ku? apa karena anak-anak? aku tidak akan melarang Duke untuk bertemu dengan mereka."


"Aku tidak mencintai Felica, apa kamu ingat perjanjian kita? aku ingin memulainya dari awal tapi aku juga yang menghancurkannya."


"Sudahlah, aku tidak ingin membahasnya, yang jelas aku mencintai mu."


"Dan aku tidak mencintai mu Duke."


Duke Arland menahan gejolak di hatinya, seluruh tubuhnya rasanya terbakar. "Dan aku akan membuat mu mencintai ku lagi, sama seperti dulu. Aku tidak akan menyerah Violeta. Aku tidak akan menyerah, sekalipun kamu tidak mencintai ku atau kamu pergi. Aku akan mencari mu sampai ke ujung dunia sekalipun dan jangan pernah terbesit lagi akal mu untuk pergi," ucapnya dengan nada tegas.


Sedangkan di luar gerbang, kedua orang memakai pakaian sederhana tengah melihat kediaman Violeta. "Kita sudah menemukannya, tinggal kita melapor pada Tuan," ujar salah satu orang itu, kemudian di angguki temannya.