
Di ruang bawah tanah, Kesatria Gio, Kesatria Lio tak habis-habisnya mencambuk kedua tahanan itu yang di saksikan langsung oleh Duke Arland. Dia mengintrogasi semuany dan tak menyangka, Felica melakukan semua ini. Apa kurangnya? Selama ini dia sudah menurti semua permintaannya, bahkan sampai harus kehilangan hal berharga di hidupnya. Tak hanya itu, dia di tinggalkan oleh Violeta beserta cintanya.
Aronz, tidak bisakah Felica melihat pada Aronz saja. Apa kurangnya? Dia menyayangi Aronz, memberikan Aronz kebahagiaan di saat kedua anak-anaknya juga butuh dan bahkan mereka menunggu kedatangannya. Dia mengabikan semuanya demi Aronz, mencoba menerima anak itu. Dia pernah berfikir untuk menyuruh Felica menggugurkannya, namun Felica tidak mau dan dia sadar, ini kesalahannya bukan kesalahan Aronz.
Dan sekarang semua kebaikannnya di balas air tuba, Felica tidak ada rasa terima kasihnya sama sekali.
"Kesatria Lio, aku akan menemui Aleta dan seceaptnya aku harus berbicara dengan Violeta."
Kesatria Gio menghentikan cambukannya. Lolongan demi lolongan kesakitan memenuhi ruangan itu. Keduanya memukul menggunakan kekuatannya dan satu kali pukulan darah segar akan keluar dari kulit mereka.
"Duke, sebaiknya jangan. Mungkin nona Aleta sedang beristirahat."
Aku menyarankan jangan Duke, nanti otak mu akan ikutan waras sangat waras.
Setidaknya Baginda harus memberikan ku bonus karena mencegah Duke mengganggunya.
"Hemm, tapi aku ingin bertemu dengannya. Aku takut dia merengek meminta pulang pada Baginda dan merepotkan Baginda."
"Tidak mungkin Duke," ujar Kesatria Gio tak yakin. Bukan Aleta yang akan merengek tapi Kaisar Fictorlah yang akan merengek.
Kesatria Gio merasa kasihan pada Duke Arland yang tidak mengerti akan ada singa yang menyantap putri semata wayangnya itu. Putri satu-satunya keluarga Duke.
"Seandianya, Duke Arland memiliki dua putri lagi dan… "
Kesatria Gio mengusap wajahnya, bukan hanya lumpuh, tapi otaknya mungkin akan meledak. Dia tidak bisa membayangkan, Aleta ada dua. Bagaimana jadinya hidupnya saat itu, satu Aleta saja pusingnya bukan kepalang.
"Ada apa Kesatria Gio? Apa ada sesuatu?"
"Apa Baginda tidak bahagia? Bukankah… "
"Semua yang Duke ketahui hanya luarnya saja. Mereka yang mendatangi Baginda dengan alasan kekuataan kekuasaan. Padahal Baginda tidak butuh, dia hanya butuh kasih sayang. Masa mudanya yang pada saat itu harus mengisi kekosongan kedudukan dan di depannya banyak harimau yang lapar. Bukankah, dia begitu kuat?"
Duke Arland mengangguk, dia saja yang kedudukannya seorang Duke sudah banyak musuhnya. Apa lagi menjadi seorang Kaisar, tidaklah mudah. "Jadi selama ini tidak ada yang membuat Baginda jatuh cinta?"
"Ada, tapi tunggu saatnya. Sekarang masih proses dan protes."
Jika kamu tahu Duke, anak mu lah yang di tunggu-tunggu, seandainya putri ku, sudah aku pukul kepalanya, tapi aku bisa apa? Kekuasaan saja tidak ada.
"Seandianya nona Aleta di sukai oleh Baginda, apa Duke akan menyukai Baginda maksudnya menerimanya?"
Meskipun merasa aneh, namun ia menjawab sebuah gelengan kecil. "Aku tidak tahu, tapi aku tidak mau Aleta memasuki istana dan menyerahkan pada orang yang memiliki banyak istri. Kamu tahu diriku, cukup aku yang menyakiti seorang wanita. Aku tidak mau Aleta meraskaan apa yang di rasakan oleh Violeta."
Kasihan sekali Baginda, aku harus melaporkannya. Setidaknya bunga mawar yang baru mekar itu terbawa angin. Aku ingin melihat telinga Baginda keluar asap.
Sedangkan di ruangan itu. Terdengar suara tawa Kaisar Fictor, dia tertawa lepas melihat Aleta yang mengerucutkan bibirnya. Melihat lukisan yang di buatnya, seperti bukan sebuah lukisan, melainkan seseorang yang tak memiliki wajah.
"Aku tidak bisa, lihatlah ini jelek sekali. Baginda jangan menertawakan diri ku." Sungut Aleta. Dia bahkan tidak bisa menggambar dengan benar.
"Sudah-sudah, tapi ini lukisan terbaik yang pernah aku temui. Aku akan menyimpannya sebagai kenang-kenangan dari mu." Kaisar Fictor mengelus surai hitam milik Aleta. "Aku akan menyukai apa yang kamu sukai dan tidak akan menyukai apa yang kamu tidak sukai."
"Benarkah?"
Kaisar Fictor mengangguk, entah apa yang akan terjadi di masa depan. Ia berharap Aletanya tumbuh dengan bahagia dan kelak akan bersanding bersamanya. Apapun itu, ia akan melakukannya demi Aleta dan untuk sekarang dia harus menyelesaikan semuanya.