My Ex Mr Duke

My Ex Mr Duke
Kepulangannya



"Alfred, berhentilah membaca buku," seru Violeta sembari duduk di sisi ranjang Alfred.


"Bu, aku tidak lelah. Aku hanya bosan tiduran terus," Alfred menampilkan wajah lesunya. Ia bukan anak laki-laki lemah yang harus beristirahat hanya gara-gara tangannya tergores.


Alfred merasakan hawa dingin di tubuhnya, ia melihat pada sang ayah yang berwajah suram. "Ada apa dengan ayah?"


"Tidak ada." Jawabnya datar."Aku keluar!"


Alfred tersenyum jahat, ia puas melihat Duke berwajah suram. Sebenarnya tadi, ia menangkap sesuatu dari telinga lebarnya, pembicaraan menangkap aura cemburu.


"Alfred ada sesuatu yang ibu bicarakan pada mu?"


"Apa itu bu?"


Violeta diam sejenak,ia sudah memikirkan dengan hati-hati langkah selanjutnya setelah pembicaraan ini. "Apa kamu menginginkan Duke Arland menjadi ayah mu? maksudnya kembali dengan ibu."


Alfred menunduk, "Tidak Bu, apapun pilihan Ibu, Alfred akan mendukungnya, Alfred akan mendukung setiap keputusan Ibu, kebahagian Ibu adalah kebahagian Alfred."


Violeta mengelus salah satu tangan Alfred. "Tidak masalah, jangan pedulikan Ibu. Lepaskan segala rindu mu. Ibu hanya butuh waktu, jika hati mu menginginkan bersama dengan Duke, tidak masalah. Dia Ayah mu, dia berhak dengan mu. Dia berhak atas hidup mu dan Aleta, tetapi, Ibu mohon jangan pernah meninggalkan Ibu."


Alfred melempar buku ke sampingnya dan memeluk Violeta. "Alfred tidak akan meninggalkan Ibu."


"Iya sayang." Violeta mencium kening Alfred.


"Ibu mohon, apapun yang terjadi dengan ibu dan ayah mu di masa lalu tidak ada hubungannya dengan mu, jadi ibu mohon jangan pernah membenci ayah mu. Dia tetap ayah mu."


Sedangkan di balik pintu, Duke Arland mengeluarkan air matanya. Tadi ia berniat kembali lagi, namun beberapa langkah ia mendengarkan perkataan istrinya yang mengurungkan niatnya untuk membuka pintu. Hatinya begitu terharu, Violeta tidak pernah mengeluarkan rasa bencinya pada kedua anaknya. Beruntungnya dia, memiliki anak seorang putra dan seorang putri yang sangat jenius.


Duke Arland menutup pintu itu dengan hati-hati. Dia berbalik melihat Kesatria Lio. "Lio, aku ingin secepatnya membereskan pernikahan ku dengan Felica. Aku tidak bisa meninggalkan Violeta di sini. Aku takut terjadi sesuatu."


"Apa aku pulang hari ini saja ya, tapi bagaimana dengan keadaan Alfred?"


"Tenang saja Tuan, tuan muda bukanlah laki-laki yang lemah. Saya yakin, dia akan tumbuh melebihi kekuatan tuan."


"Ah, benar. Dia adalah kebanggaan ku dengan Violeta. Aku tidak menyangka, melakukan satu kali menjadikan bibit unggul yang berkualitas. Hanya saja aku yang bodoh di mas lalu. Semuanya terjadi karena ku."


"Baiklah, kamu di sini menjaga mereka. Aku akan pulang sendiri."


"Ayah aku ikut," ujar Aronz yang tampa sengaja mendengarkan perkataan Duke Arland.


"Kamu di sini saja, jaga kakak mu. Biar Ayah saja yang pulang."


"Em, setidaknya aku ingin bertemu dengan Ibu untuk terakhir kalinya, Yah."


"Baiklah, bersiap-siaplah. Kita hanya pulang berdua dengan beberapa pengawal saja. Sedangkan Kesatria Lio dan pengawal lainnya akan menjaga Ibu mu dan kakak mu."


"Baik Ayah." Aronz berusaha tetap tegar, hatinya sedih, ayahnya akan berpisah dengan ibunya. Mungkin ini adalah yang terbaik untuk ibunya dan ayahnya. Mereka menikah bukan saling mencintai hanya karena sebuah kesalahan. Dulu mereka memang saling mencintai, tapi tidak sekarang. Dan ia hadir bukan karena cinta yang justru membuatnya tahu diri siapa dirinya dan siapa ia dan siapa mereka.


"Tuan, tuan muda Aronz pasti sedih," ujar Kesatria Lio melihat Aronz mulai menjauh.


"Sedih atau tidaknya, dia harus mengetahuinya Lio. Aku tahu, tapi, ini mungkin yang terbaik untuk kita," ujar Duke Arland.


#baca komenan satu per satu, tapi gak bisa balas satu per satu.. Untuk Aleta sama Kaisar Fictor entar di jadikan satu sama yang ini jadi ada season 2nya ya kak😊 makasih banyak kak karena telah meluangkan waktu baca novel ini yang gak seberapa. Maaf, masih tahap belajar kak.🙏