My Ex Mr Duke

My Ex Mr Duke
Hukuman Felica



Teriakan nyaring itu memecahkan gendang telinga semua orang, di mana mereka melihat seorang wanita yang terus memberontak dan mengumpat sumpah serapah. Setiap kata yang dia keluarkan itu menggema ruang bawah tanah. Wanita itu tidak bisa menahan emosinya karena tertangkap oleh Duke Arland. Dia tidak terima, hidupnya sudah menderita sebelumnya.


"Dasar ******, kenapa kamu tidak mati saja,hah?!" Teriaknya. Kedua tanganya di pegang oleh masing-masing penjaga.


Duke Arland memicingkan matanya, di sini wanita itulah yang ******. Dengan mudahnya, membuatnya jatuh ke perangkapnya.


"Kamu tahu Duke, saat Duke melakukannya karena memiliki cinta pada ku. Seorang laki-laki tak akan tergoyah jika dia mencintai seorang wanita,namun kamu malah menuruti nafsu mu dan kamu tahu artinya apa? Duke tidak mencintai Violeta, Duke hanya merasa kasihan dan ingin bertanggung jawab atas kehamilan."


"Oo, aku tahu, kamu pasti merayu Duke kan Violeta. Ayo ngaku, kamu memang perempuan murahan."


Violeta tersenyum sinis, inilah yang ia mau. Menyaksikan penderitaan Felica seperti penderitaannya atau berkali-kali lipat. Inilah tujuannya, membuatnya menderita sedikit demi sedikit.


"Cukup Felica! di sini kamu lah yang salah. ****** teriak ******!" Duke Arland naik pitam, ingin sekali dia mengabisi Felica. Dia tidak memandang wanita di masa lalunya. Dia hanya memandang istri masa depannya itu. Baginya Felica tidak berarti apa-apa.


Sedangkan Aronz hanya terisak, Dia merasakan sakit melihat ibunya menangis dan marah, tapi jauh lebih sakit ketika semuanya terkuak. Ibunya mengakuinya kejahatannya dan terang-terangan mengakui kebenciannya.


"Ibu, kenapa seperti ini? apa Ibu tidak menyayangi ku?"


"Aku tidak menyayangi mu semenjak kamu merebut kasih sayang Duke."


"Bu, aku anak mu."


"Kamu bukan anak ku, kalau kamu anak ku. Seharusnya kamu membela ku, bukan membelanya." Teriak Felica menggebu-gebu. Dia sangat membenci Aronz, anak itu telah mengambil kasih sayang Duke untuknya. Aronz dan Violeta, orang yang paling dia benci dunia ini.


"Apa kamu tidak memiliki hati Felica? dia anak mu, seharusnya kamu senang karena Duke menyayanginya," ujar Violeta tak terima. Bagaimana bisa dia menerima seorang ibu yang tidak mau menerima anaknya. Anak kandungnya sendiri.


"Apa Aronz bukan anak mu?Hingga kamu tidak menyaynginya."


"Bicara apa kamu Violeta? dia anak ku, darah daging Duke Arland. Semuanya salah mu."


Felica memberontak, dia ingin mencakar wajah Violeta yang tersenyum sinis.


"Benar, apa dia bukan anak ku? aku tidak per..."


Aronz diam saja, pikirannya buntu. Hanya air mata yang terus mewakili perasaannya. Jika dia memang anak dari Duke Arland dan Felica. Kenapa Felica tidak menyayanginya? kenapa hanya Duke Arland yang mencintainya dan menyayanginya."


"Katakan yang sebenarnya Felica."


"Dia putra mu dengan ku, jangan.meragukan ku, Duke." Felica menatap tajam ke arah Violeta yang tersenyum sinis padanya. Dia yakin, Violeta bermaksud mengompori keduanya. "Apa ini ulah mu? kamu yang menghasut Duke?"


"Apa maksud mu? kenapa menuduh ku? kita bicara sekarang dan bertemu sekarang..Untuk apa aku menghasut Duke?"


"Jangan munafik kamu Violeta,.kamu senang.bukan?"


Benar, aku senang. Bahkan inilah awal penderitaan mu.


Violeta tak.menjawab, dia memasang wajah sedih, seolah dirinyalah yang tersakiti.


plak


"Aku menyesal telah mencintai mu. Bahkan aku tidak ingin mengingat mu sedikit pun."


Duke Arland langsung keluar dari ruangan bawah tanah. Sungguh dia malu dan sangat menyesal. Ternyata selama ini dia mencintai orang yang salah. Dia tidak sanggup memendung air matanya, kini kedua air matanya telah tumpah dengan derasnya.


Begitupun Aronz, dia merasa menjadi anak yang tidak beruntung, yang tidak di inginkan oleh ibunya.


Sedangkan Violeta, dia mendekat. "Bagaimana? kamu pernah mengatakan aku ******, bukan. Maka dari itu, aku membuktikan bahwa aku adalah ****** yang akan membuat mu tersingkir dari hati Duke.Sekali ****** akan tetap menjadi ******, bukankah begitu?"


"Aku akan menjadi ******, ****** yang akan membuat mu menderita."


"Bagaimana kalau aku sedikit bermain dengan mu? rasanya tidak nyaman kalau aku tidak bermain." Violeta melihat kuku putihnya yang mulai panjang.


"Apa yang ingin kamu lakukan pada ku?"


Violeta tersenyum licik. Dia sudah mendapatkan ide, membuat wanita di depannya stres.