My Ex Mr Duke

My Ex Mr Duke
Mati Kutu



Tepat malam harinya.


Violeta di kejutkan oleh kedatangan Duke Arland. Violeta dan kedua anaknya saling pandang, entah apa yang mereka pikirkan dan kedatangannya kali ini tidak bersama dengan Aronz.


"Duke di mana Aronz?"


Bukannya malah menanyakan Duke, Violeta kini menanyakan keberadaan Aronz. Hatinya tertuju pada sosok anak kecil yang beberapa hari yang lalu mereka temui.


"Dia ikut pergi dengan Felica,"


Hah


Violeta langsung berdecak pinggang. "Kenapa Duke membiarkannya pergi? apa Duke tidak tahu? bisa saja Felica memarahinya atau yang lainnya," ujar Violeta. Dia tidak mungkin mengatakan Aronz akan di sakiti, menurutnya sangat mustahil. Seorang ibu tidak mungkin menyakiti anaknya.


Duke Arland tersenyum, Violeta menerima Aronz tinggal dirinya saja yang belum di terima."Aku sudah memintanya untuk tinggal, tapi dia tidak mau. Aku sudah memaksanya."


Violeta tak yakin dengan perkataan Duke Arland. "Berarti Duke kurang berusaha meyakinkannya."


"Apa salahnya dia ikut," ujar Duke Arland. Dia ingin tahu, seberapa sayangnya Viola pada putranya itu.


"Jika Duke tidak bisa membawa Aronz kesini, jangan harap Duke bisa tinggal di sini."


Violeta menarik salah satu lengan Duke Arland, ia tidak akan membiarkan Duke Arland tidur di rumahnya.


"Ibu... Jangan usir ayah, ini sudah malam. Bagaimana kalau terjadi sesuatu," seru Aleta. Dia merasa kasihan pada ayahnya yang terlihat kelelahan.


"Aleta, dia pergi dalam ke adaan hidup. Tubuhnya sempurna tidak terluka kan, jadi dia akan kembali ke rumahnya seperti sedia kala."


"Ibu, biarkan ayah istirahat dulu.."


"Kamu membelanya,"


"Kasihan ayah."


Violeta memicingkan matanya, "Tapi tetap tidak bisa. Dia harus membawa Aronz."


"Kenapa Ibu sangat mengkhawatirkan Aronz? Adik ku bersama ibunya, jadi ibu tidak perlu khawatir, yang perlu di khawatirkan adalah ayah."


"Alet..."


Duke Arland terkekeh, ia merasa di sayangi oleh Aleta. Dan sekarang, kedua wanita berbeda usia itu tengah memperdebatkan dirinya.


"Violeta, aku lapar. Malam ini saja aku numpang makan dan tidur."


"Baiklah, malam ini saja." Setelah mengatakannya, Viola meninggalkan ayah dan anak itu.


"Ayah istirahatlah."


Duke Arland memeluk Aleta. "Terima kasih sayang." Dia melepaskan pelukannya. Ia sangat bersyukur, dia bisa di terima oleh Aleta walaupun Alfred dan Violeta belum menerimanya. Tidak masalah, asalkan status mereka masih sama.


"Aleta, apa kamu ingin ayah kembali dengan ibu mu."


"Ayah ingin, Nak. Tetapi, rasanya sangat sulit. Kamu tahu sendiri, kesalahan ayah di masa lalu tidak bisa di maafkaan."


"Berusahalah, Ayah. Aleta mendukung ayah."


Aleta terkekeh, begitupun dengan Duke. Keduanya berpelukan kemudian melepaskan. Namun beberapa detik berikutnya...


brak


"Aleta, maaf ada yang ketinggalan," ujar seseorang tanpa memperhatikan sekelilingnya. Dia mengatur nafasnya yang berlari, karena terburu-buru, ia tidak sadar menjadi bodoh. Kuda yang ia tumpangi biasanya memasuki halaman depan, namun tidak, ia justru berhenti di depan gerbang dan berlari.


Aleta dan Duke Arland memandang aneh, laki-laki di hadapannya yang tak lain Kaisar Fictor.


"Begini Aleta aku lu.... "


"Ayah mertua," ujar Kaisar Fictor mengubah ekspresi di wajahnya. Sejurus kemudian dia memeluk Duke Arland yang mencerna ucapannya.


"Ayah mertua, kenapa tidak bilang akan kesini?"


cerocos Kaisar Fictor, tanpa mengerem mulutnya.


"Ayah mertua? maksud Baginda?" tanya Duke Arland. Kenapa dirinya di panggil ayah mertua? sedangkan dia tidak memiliki anak dewasa yang akan menikah dengan Kaisar Fictor.


Bertambah pula kebodohannya batin Kesatria Gio yang mendengarkan ucapan Kaisar Fictor.


Karena terburu-buru memberikan kalung yang tertinggal dia justru menjadi bodoh dan sekarang dia menambah kebodohannya, jelas saja Duke Arland tidak akan mengerti, mana ada yang mau anak kecil di jodohkan dengan pamannya, oh Tuhan jangan cabut nyawa ku, aku belum menikah dan sekarang lihatalah, wajahnya kebingungan seakan meminta bantuan ku monolog Kesatria Gio..


ekhem


"Maaf Tuan, maksud Baginda. Dia merindukan ayah mertuanya, tadi kami sempat mengobrol tentang ayah mertua Baginda, jadi beginilah jika Baginda merindukannya, Baginda sering.. "


"Oh, aku kira seperti apa? karena saya tidak memiliki anak yang sudah memasuki dewasa untuk menikah Baginda," ujar Duke Arland tertawa.


Katanya siapa tidak ada, justru ada, dia masih tahap dewasa Duke.


"Jika Aleta, tidak mungkin. Dia masih kecil."


Dan akan tumbuh dewasa batin Kaisar Fictor dengan seringai di bibirnya.


"Oh iya, Baginda merindukan ayah mertua yang mana?" tanya Duke Arland. Mengingat Kaisar Fictor memiliki banyak istri.


Kaisar Fictor dan Kesatria Gio saling pandang, keduanya sedang berfikir, siapa yang akan menjadi korban karena kebodohannya.


"Permaisuri, Selir Pertama."


Keduanya menjawab serempak, namun dengan jawaban berbeda.


Mati kutu batin Kesatria Gio tak bisa berkutik.