
Ada sekitar empat menu yang dipesan oleh Tan dan Rita mencatat semuanya dengan lancar.
Perempuan itu terkejut dengan menu pesanan Tan karena empat menu itu saja sudah menghabiskan biaya 488.000 rupiah, belum lagi dengan PPN 11% dan service charge 10%, itu sudah melebihi 500 ribu.
Meskipun hal yang wajar bagi pengunjung restoran tempat dirinya bekerja mengeluarkan biaya segitu, bahkan bisa dikatakan biaya 500 ribu bukanlah hal luar biasa karena ada juga pengunjung mengeluarkan biaya 1-5 juta untuk sekali makan dan minum di restoran hotel bintang lima ini.
Tapi baru kali ini yang mengeluarkan biaya sebanyak yang dikeluarkan oleh Tan yang hanya sendirian saja. Sedangkan pengunjung lainnya yang sendirian tidak melebihi 300 ribu untuk membayar makanannya.
Rita melihat Tan tidak seperti orang kaya berdasarkan pakaian yang dikenakannya.
Dia kemudian berpikir kalau Tan adalah pria kaya yang tidak memperdulikan fashion sehingga berpakaian apa adanya atau merendahkan status sosialnya agar sama seperti rakyat jelata, seperti dirinya.
"Saya ulangi pesanan anda, tuan." Kata Rita. "Satu nasi goreng Magurukmo, sumatera beef rendang, Australia beef tenderloin premium, dan citrus squash," lanjut Rita.
Tan menganggukkan kepalanya dan Rita langsung pergi setelah berpamitan dengan Tan untuk menyerahkan catatan pesanan itu ke bagian dapur.
Kepergian Rita itu membuat Tan menjadi sendirian sehingga dia menyibukkan diri dengan ponsel pintar murahannya, somay A2. Dia merasa orang-orang sekitar menjadikan dirinya topik pembicaraan dalam hal negatif.
"Sepertinya aku salah datang kesini untuk makan malam." Kata Tan pada dirinya.
Dia merasa sedikit menyesal datang ke restoran hotel bintang lima hanya karena keegoisannya yang ingin merasakan suasana dan makanan yang ada di hotel bintang lima.
Dia tidak menyadari bahwa restoran hotel bintang lima memang diperuntukkan untuk orang-orang high class, bukan menengah apalagi rakyat jelata seperti dirinya.
Menunggu makanannya tiba, Tan mengisi waktunya dengan melalukan trading minyak. Forex sedang tidak buka di hari Minggu. Dia terpaksa melakukan kerja lembur untuk membuat dirinya sibuk dan merasa nyaman dan caranya adalah dengan trading.
Melihat keberhasilan mendapatkan keuntungan besar dari trading adalah hal yang menyenangkan dan menenangkan dirinya.
Sementara itu Rita telah kembali ke posisinya semula dan dia langsung di interogasi oleh rekan kerjanya, Mery.
"Bagaimana, Rita, apa pria miskin itu hanya memesan minuman mineral saja? melihat harga di restoran ini sangat mahal, dia pasti terkejut dan memesan air mineral agar tidak merasa malu, padahal dengan memesan itu menandakan dirinya tidak mampu bayar." Kata Mery yang penuh penghinaan pada Tan.
"Apanya pesan air mineral, dia memesan empat menu yang tiga menu, harganya di atas 100 ribu, bila ditotal harganya hampir mendekati 500 ribu dan itu baru harga makanan dan minuman, belum termasuk PPN dan service charge yang totalnya bisa lebih dari 500 ribu." Jelas Rita.
Mery merasa tidak percaya dan meminta Rita untuk jujur tidak bohong padanya.
Rita kesal pada Mery karena dituduh berbohong. Lagipula untuk apa dia berbohong pada rekannya itu.
"Ya ... Meskipun dia memesan makanan dan minuman yang hampir mencapai 500 ribu, itu juga palingan juga dia hanya memiliki uang tidak lebih dari ratusan ribu, setidaknya dia bisa merasakan makan dia restoran hotel bintang lima ini." Kata Mery yang masih menganggap Tan sebagai pria miskin.
"Hanya orang gak waras yang melakukan seperti itu, aku yakin dia memiliki uang lebih ratusan ribu, setidaknya ada 1-2 juta sehingga berani untuk makan disini kalau tidak dia orang gak waras." Kata Rita.
"Atau, dia itu sebenarnya pria kaya tapi tidak terlalu peduli dengan fashion atau pria kaya yang merendahkan dirinya agar sama seperti rakyat jelata seperti kamu itu, hahaha." Lanjut Rita sambil memberikan ejekan pada rekan kerjanya itu.
"Sialan, aku bukan rakyat jelata atau tapi rakyat menengah kebawah yang bertujuan mencari pria tampan dan miliader untuk dijadikan suami agar aku bisa hidup nyaman, tidak memikirkan uang, segala yang aku inginkan bisa terpenuhi." Kata Mery sambil berangan-angan adanya orang yang dikatakan itu datang padanya.
"Kamu sedang ngelantur? Mana ada pria tampan dan miliader yang mau menikahi perempuan seperti kamu, pria kaya itu biasanya mencari perempuan cantik, pintar dan sederajat sosialnya dengan dia, bukan seperti kamu yang gak cantik-cantik amat dan pintar juga gak pintar-pintar amat, jangan kebanyakan nonton drama Korea, jadinya ya seperti ini, hanya bisa bermimpi." Kata Rita yang kembali mengejek.
"Kamu-" perkataan Mery langsung terhenti karena dia disenggol oleh Rita.
"Ada, pengunjung!" Bisik Rita yang langsung bersikap berdiri sempurna. Begitu juga dengan Rita. Mereka berdua langsung diam dan memasang senyum di bibir mereka masing-masing.
Mereka berdua langsung menyambut dua pengunjung yang berlainan gender dan terlihat sangat mesra karena si perempuan merangkul lengan si pria.
Tentu saja, hal itu membuat Rita iri karena melihat si pria memiliki wajah tampan dan memakai pakaian branded. Jam tangannya juga merupakan barang branded seharga lebih 20 juta.
Namun yang lebih membuat dirinya lebih iri lagi adalah si perempuan terlihat sangat caqntik dengan tubuh proporsional selayaknya model-model Victoria secret sehingga terlihat sangat cocok dengan si pria yang berwajah tampan dan maskulin.
Meskipun begitu Rita tetap melayani mereka dengan baik. Dia juga ingin mendapatkan komisi untuk menambah uang gajinya sehingga harus melayani pengunjung.
Setiap pencatatan pesanan, pelayan mencantumkan namanya di kertas pesanan tersebut agar bila terjadi kesalahan pesanan, manajer atau supervisor tahu siapa yang melakukan kesalahan.
Selain itu juga, nama pelayan yang ada di kertas pesanan itu juga menjadi bukti untuk mendapatkan komisi sesuai dengan harga makanan yang ada di pesanan tersebut.
Semakin mahal dan banyak makanan atau minuman yang dipesan yang tertera di kertas pesanan tersebut dengan nama pelayan itu, maka semakin besar juga komisi yang didapatkan oleh pelayan itu.
Sementara itu Tan masih sibuk dengan ponsel pintarnya sampai dia mendengar suara yang cukup dikenalnya. Dia langsung berbalik dan melihat Saras, mantan pacarnya dengan pakaian dress berenda di atas lutut sedang bersama dengan seorang pria yang tidak mau Tan akui, tapi harus dia akui kalau pria itu berwajah tampan dan lebih maskulin daripada dirinya.
Selain itu, pria itu juga memakai pakaian dan aksesoris high class, menunjukkan bahwa pria itu adalah seorang pengusaha sukses yang dapat membeli pakaian dan aksesoris branded senilai 50 juta ke atas.
Tan telah berpikir untuk bertemu dengan Saras untuk mengembalikan hubungan kekasih dengan perempuan itu. Bagaimanapun Saras adalah orang yang paling dekat dengannya saat masih menjadi mahasiswa dan setelah lulus sampai akhirnya berpisah. Selain itu, Saras adalah cinta pertamanya Tan, sehingga perempuan itu sangat spesial bagi Tan.
Namun melihat mantan pacarnya bersama dengan seorang pria dan terlihat mesra membuat perasaannya menjadi sangat hancur. Dia merasa tidak akan ada harapan lagi untuk menjalin kasih dengan Saras, cinta pertamanya.
Tidak hanya Tan, Saras juga terkejut dengan kehadiran Tan yang berada di restoran high class.
"Tan, apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Saras dengan ekspresi kaget.
"Makan malam." Jawab Tan dengan polosnya sambil menatap ke arah pria dengan penuh selidik, apakah pria itu pacar Saras atau sepupu Saras.
Meskipun sepupu, masih bisa menjalin kasih karena tidak dilarang oleh agama.
Mendengar jawaban polosnya Tan, membuat Saras sedikit frustasi. "Ya, aku tahu kamu makan malam disini, tidak mungkin main karambol kan?" Kata Saras dalam pikirannya.
"Makan malam disini? Apa kamu tidak tahu harga makanan disini kebanyakan lebih dari 100 ribu di tambah dengan biaya PPN dan service charge itu sudah mengeluarkan biaya lebih dari 200 ribu." Kata Saras.
"Dengan dirimu yang tidak ada pemasukan dan terlilit hutang, bagaimana bisa kamu memilih makan malam disini daripada makan malam di angkringan, apa kamu sudah gila?" Lanjut Saras.
Tan hanya diam saja mendengar aibnya dikatakan secara gamblang dari mantan pacarnya itu.
"Lebih baik, kamu pergi dari sini, makan malam di angkringan di pinggir jalan, kalaupun kamu ada uang seharusnya kamu fokuskan membayar utang kamu terlebih dahulu, aku mengingatkan kamu hal ini karena hubungan kita di masa lalu." Jelas Saras.
Tan ingin mengatakan kalau dirinya sudah memiliki uang banyak di rekeningnya. Hutangnya juga sudah lunas semua sehingga dia ingin bertemu dan meminta Saras kembali berhubungan kasih dengannya.
Akan tetapi setelah dia berpikir lagi untuk apa memberitahu hal itu karena Saras sudah tidak bersama dengannya lagi, sudah menjadi orang luar.
"Terima kasih atas perhatiannya, tapi kamu tidak perlu khawatir, aku memiliki uang untuk membayar dan juga aku sudah memesan, tidak mungkin aku membatalkannya." Kata Tan dengan tersenyum.
"Kamu! Jangan salahkan aku bila kamu tinggal dijalan karena bank mengambil rumah kamu itu!" Kata Saras dengan ketus.
Tan hanya tersenyum dan secara tiba-tiba, pria yang bersama dengan Saras berbicara. "Sayang, siapa pria ini? Sepertinya kamu sangat mengenalnya." Tanya pria itu dengan lembut dan mesra.
Melihat itu membuat Tan ingin meninju wajahnya, lalu membuat pria itu ditampar wajahnya dengan tangannya sendiri.
"Oh, dia Tanaka, mantan pacar aku, dia hanya masa lalu aku dan kamu adalah masa depan aku, beb." Jawab Saras dengan mesra dan manja.
Melihat sikap Saras yang bermanja-manja seperti itu membuat Tan terkejut. Saat perempuan itu masih menjadi pacarnya, Tan tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh Saras, tapi saat ini dia terlihat bersikap manja dan manis di depan pria tampan dan maskulin itu.
Tentu saja hal ini membuat Tan marah tapi dia tidak bisa melampiaskannya karena Saras sudah bukan pacarnya lagi dan berubah menjadi orang luar dalam kehidupan dirinya.
"Oh begitu, perkenalkan, aku Harry Baktiar, tunangan Saras." Kata Harry sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Tan.
Mendengar kata tunangan, membuat Tan sangat kaget. "Saras dan aku baru mengakhiri beberapa hari yang lalu, dan sekarang dia sudah bertunangan, sejak kapan mereka berhubungan? Apa saat masih bersama aku, dia sudah menjalin kasih dengan pria ini?" Tanya Tan dalam pikirannya
Meskipun dia memiliki pikiran yang buruk pada Saras, tapi dia langsung membuang pikiran buruk tersebut. Bagaimanapun tidak baik berburuk sangka pada seseorang.
"Aku Tanaka Saputra, seperti yang dia bilang, aku mantan pacarnya, selamat ya atas pertunangan kamu dengan dia, sepertinya kamu jodohnya, bukan aku." Ujar Tan yang berdiri, bersalaman dan berusaha menguatkan dirinya dengan berkata seperti itu.
Bagaimanapun Saras adalah cinta pertamanya sehingga Tan masih tidak ingin merelakan dirinya untuk pergi, tapi Allah telah menetapkan bahwa Saras bukanlah jodoh yang diberikan untuknya.
Walaupun memang Saras jodohnya, pasti akan kembali suatu saat nanti.
"Tuan, nyonya ... " Mery yang dari tadi berdiri menyaksikan drama Korea secara live memberanikan diri untuk berbicara. Bagaimanapun dia harus bekerja dan mendapatkan komisi sebanyak mungkin dari pesanan pengunjung.
Saat ini dia tidak ingin melihat adegan drama Korea itu, akan tetapi dengan ini dia memiliki topik ghibah untuk diberitahukan pada Rita nantinya.
Harry dan Saras langsung pergi meninggalkan Tan, mengikuti Mery yang mengantar ke meja yang sudah tersedia dan masih belum digunakan oleh pengunjung restoran.
Tan melihat kepergian Saras yang merangkul mesra lengan Harry, tunangannya. Perlakuan yang tidak pernah didapatkan oleh Saras pada dirinya. Dia langsung berpikiran apakah Saras menganggap dirinya sebagai pacarnya saat masih bersama?
"Astaga, kamu berpikiran buruk lagi Tan, buang pikiran buruk tentang orang lain." Kata Tan pada dirinya sendiri dengan suara pelan hampir mendekati suara bisikan.
Dia kembali duduk dan menyibukkan diri dengan trading, namun pikirannya kacau karena Saras dan tunangannya itu sehingga Tan mengakhiri trading agar tidak terjadi kerugian yang cukup besar nantinya.
Dia telah mendapatkan keuntungan 7,5 juta dari transaksi pertama tadi dan itu sudah cukup. Dia langsung melakukan penarikan uang itu ke rekeningnya, menyisakan uang 5 juta untuk modal trading seperti biasanya.