MIRACLE: SUPER RICH!!!

MIRACLE: SUPER RICH!!!
Menghabiskan Uang 40 Juta Dalam 8 jam



Amelia adalah perempuan 28 tahun yang bekerja di gerai pakaian branded, The Eksklusif sebagai sales girl. Dia telah bekerja di gerai itu selama satu tahun dan selalu berhasil menjual produk di gerai itu sebanyak 1,3 juta setiap bulannya.



Meskipun tidak banyak seperti rekan kerjanya yang bisa mencapai 2 juta lebih, Amelia tidak memikirkan hal itu karena dengan caranya sendiri, dia bisa menjaga kestabilan penjualan yang dilakukannya setiap bulan.



Tidak seperti rekan kerjanya yang tidak bisa menjaga kestabilan jumlah penjualan yang mereka dapatkan setiap bulannya.



Selama bekerja di gerai itu, dia tidak pernah membedakan-bedakan pengunjung yang datang, semuanya dilakukan sama olehnya. Dia sangat tidak menyukai sikap para rekan kerjanya yang memilih-milih pengunjung yang datang berdasarkan pakaian dan aksesoris yang digunakan oleh pengunjung gerai.



Dengan sikap seperti itu, dia merasa rekan kerjanya tidak menunjukkan sikap profesional dalam tugasnya sebagai sales girl. Meskipun begitu, dia tidak bisa melakukan apa-apa terhadap mereka karena itu cara mereka dalam bekerja dan dirinya memiliki cara sendiri dalam bekerja.



Amelia tanpa sengaja melihat rekan kerjanya akan menghampiri seorang pria yang datang berkunjung ke gerai pakaian tempat dirinya bekerja.



Namun rekan kerjanya itu langsung mengubah haluan menuju ke pengunjung yang datang di belakang pria yang memakai pakaian set training.



Amelia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap rekan kerjanya yang melakukan perilaku diskriminasi terhadap pengunjung. Padahal pria dengan pakaian training itu yang datang pertama kali ke gerai.



Meskipun begitu, pria dengan pakaian training yang tidak lain adalah Tanaka tidak merasa tersinggung dengan sikap rekan kerjanya itu. Pria itu terus berjalan menuju ke tempat gantungan kemeja polos.



Amelia melihat rekan kerjanya yang lain tidak ada yang menghampiri Tan yang membuat Amelia menghela nafas. Dia memutuskan untuk menghampiri Tan dan memberikan pelayanan sesuai dengan SOP di gerai itu.



"Selamat datang di gerai pakaian The Eksklusif, apa bisa saya bantu, tuan?" Sapa Amelia dan juga bertanya.



Tan terkejut dan melihat ke Amelia. Rasa gugupnya langsung muncul dalam dirinya.



"Aku sedang mencari pakaian untuk menghadiri pesta pernikahan, bisa tolong dibantu, aku tidak terlalu paham dengan fashion." Ujar Tan dengan gugup.



"Apa tuan mau yang formal atau semi formal?" Tanya Amelia.



"Kalau bisa yang semi formal aja." Jawab Tan dengan singkat.



Amelia segera memberikan bantuan dengan memilih-milih beberapa pakaian yang kemudian dipadukan menjadi satu bagian sehingga menjadi pakaian semi formal.



Meskipun ada kemungkinan pengunjung yang dilayaninya tidak jadi membeli, dia tidak mempersoalkan itu karena bagaimanapun juga itu adalah resiko kerja.



Apa yang ada dalam pikirannya saat bekerja adalah melayani pengunjung sebaik mungkin sesuai dengan SOP karena ada kemungkinan pengunjung yang dilayaninya tidak jadi membeli tapi dilain waktu datang kembali untuk membeli produk gerai tempat dia bekerja.



"Jangan pernah membuat pengunjung yang datang menjadi kecewa, pengunjung adalah aset masa depan." Itulah prinsip yang selalu dia letakkan dalam pikirannya saat bekerja sebagai sales girl.



Kurang dari 10 menit, Amelia telah mendapatkan tiga stelan pakaian semi formal yang menurutnya cocok dengan Tan. Tiga stelan itu hampir mirip, hanya berbeda pada atasannya dan warna.



Stelan pertama berupa, kemeja putih, celana panjang skinny fit warna hitam dan jas warna hitam.



Stelan kedua masih sama seperti stelan pertama, tapi yang berbeda adalah warna. Stelan kedua itu berupa kemeja hitam, celana panjang slim fit warna abu-abu dan jas abu-abu.



Sedangkan stelan ke tiga, hanya berupa jaket jas panjang warna hitam.



Dia segera memperlihatkan tiga stelan semi formal itu pada Tan dan menjelaskan tentang tiga pakaian tersebut.



Mendengar penjelasan dari Amelia, Tan merasa bingung yang kemudian membuatnya membeli tiga stelan tersebut karena ketiganya sangat bagus.



"Aku buruk dalam memilih, semua bagus, aku beli semuanya saja." Kata Tan dengan santai.



Mendengar itu membuat Amelia tersentak kaget karena dia tidak menyangka kalau pengunjung yang dilayaninya membeli tiga stelan rekomendasinya.



"Apa pria ini seorang pria kaya? Tapi pakaiannya ... Ah, bukankah dia mengatakan kalau dia buruk dalam fashion jadi dia memakai pakaian yang dia lihat tidak memadukan pakaian menjadi sebuah fashion trendy." Pikir Amelia.



"Mohon ditunggu sebentar, saya akan membuat notanya." Amelia segera menuju ke sebuah tempat untuk menulis nota pembelian dan menulis nama kode, jenis pakaian dan harganya dari tiga stelan tersebut.



Pasangan lalat dan sales girl yang tadi mengabaikan Tan dan memilih pasangan lalat itu untuk dilayaninya juga terkejut mendengar hal tersebut.



Mereka secara kebetulan berada di dekat Tan dan mendengarkan perkataan Tan yang membeli tiga stelan tersebut.



Pasangan lalat itu hanya membeli satu kemeja dan sudah didapatkan, tapi mereka masih ingin berlama-lama hanya sekedar untuk bergaya di gerai pakaian branded tersebut. Seolah-olah mereka akan membeli banyak pakaian, tapi yang dibeli hanya satu, yakni kemeja, 246.000 dan mendapatkan diskon 10%.



"Mbak, berapa harga tiga stelan itu?" Tanya lalat betina yang merasa penasaran.



"Tiga stelan itu harganya sekitar 2-3,5 juta rupiah, paling mahal adalah jaket jas yang harganya 1,2 juta rupiah." Kata sales girl itu dengan nada suara ketir dan penuh penyesalan.



Dia berpikir seandainya saja dia yang melayani pria dengan pakaian training itu, dia yang akan mendapatkan komisi besar atas penjualan.



"Wow, sekali membeli sudah mengeluarkan uang sebanyak itu, apa dia pria kaya?" Tanya lalat betina dan itu membuat lalat jantan merasa cemburu.



"Hmpp! Aku juga bisa membeli pakaian sebanyak itu." Ujar lalat jantan yang hanya bisa bicara saja tanpa ada tindakan.



Keuangan yang dimiliki oleh lalat jantan sedang tidak stabil, gaji bulanannya hampir habis hanya karena untuk pamer pada pacarnya, lalat betina.



Dia datang ke plaza Magurukmo dan membeli kemeja di gerai The Eksklusif hanya untuk gaya-gayaan saja. Padahal kemeja itu tidak terlalu dibutuhkannya.



Dia merasa jengkel dengan Tan yang bisa membeli barang dengan nominal jutaan begitu mudahnya. Bahkan tidak sekalipun Tan bertanya tentang harga dari tiga stelan tersebut.




Sales girl yang melayani pasangan lalat itu mendengar ucapan lalat jantan dan berpikir, "Kalau kamu bisa, kenapa tidak melakukannya, kamu sudah berputar-putar selama setengah jam dan hanya membeli satu kemeja aja dan itu juga mendapatkan diskon sedangkan pria itu membeli tiga stelan tanpa mendapatkan diskon."



Tan tidak tahu tentang apa yang dipikirkan oleh pasangan lalat dan sales girl sombong itu. Dia hanya menunggu nota pembelian yang sedang dibuat oleh Amelia selesai.



Selagi dia menunggu, dia melihat-lihat pakaian yang ada di dekatnya dan melihat tempat kaos kaki berada. Tan tidak memiliki kaos kaki yang masih bagus di lemari pakaiannya.



Semua kaos kaki yang ada di lemari adalah peninggalan ayahnya dan kebanyakan sudah bolong atau robek karena termakan usia.



Dia segera mengambil beberapa pasang kaos kaki, tanpa perlu melihat harganya. Selain itu dia juga membeli beberapa vest atau rompi formal yang menurutnya akan dibutuhkan suatu saat sehingga tidak perlu untuk keluar membeli lagi.



Tan menyerahkan semua itu pada Amelia untuk dimasukan ke dalam nota pembelian.



Setelah menunggu hampir 12 menit, Amelia sudah memasukan semua pembelian ke dalam nota pembelian dan kertas itu diserahkan pada Tan untuk melakukan pembayaran di kasir.



Pria itu segera menuju tempat kasir berada dan kemudian menyerahkan nota pembelian tersebut pada petugas kasir.



Petugas kasir langsung melakukan memasukkan daftar yang ada di nota pembelian ke sistem operasi pembayaran yang nantinya akan ditotalkan semuanya.



Proses itu membutuhkan waktu lebih dari 2 menit dan Tan menyadari pasangan lalat juga sedang melakukan pembayaran pada satu kemeja.



Tan hanya melihat sejenak dan kemudian mengabaikannya, tidak ada maksud menghina atau merendahkan lalat jantan yang hanya membeli satu kemeja.



Amelia sudah tiba di tempat kasir sambil membawa tiga stelan, beberapa pasang kaos kaki dan rompi formal yang kemudian dilakukan proses packing.



Kemeja, celana, kaos kaki dan rompi dimasukkan ke dalam kantong belanja dengan logo brand tersebut, sedangkan jas dan jaket jas tidak di masukkan ke dalam kantong belanja, tapi di taruh dalam pelindung pakaian atau cover clothing dengan logo brand tersebut.



"Sepertinya aku harus kembali ke mobil untuk meletakkan belanjaan ini, akan sangat merepotkan membawa pelindung pakaian saat melihat-lihat gerai pakaian yang lainnya dan aku juga butuh sepatu baru, setidaknya sesuai dengan pakaian semi formal ini." Gumam Tan.



"Totalnya jadi 3.852.500 rupiah, tuan." Ujar pegawai kasir itu.



"Bisa pakai debit bank NI?" Tanya Tan.



Petugas kasir itu menganggukkan kepalanya dan Tan segera memberikan kartu debit bank NI pada petugas kasir itu yang langsung melalukan proses pembayaran melalui kartu debit.



Tan memasukkan password kartu debitnya saat mesin pembayaran Bank NI diserahkan pada Tan. Setelah itu petugas kasir kembali mengotak-atik mesin pembayaran Bank NI sampai akhirnya keluar struk pembayaran.



"Pembayaran telah berhasil dilakukan, terima kasih sudah berbelanja di gerai kami, kami tunggu kehadiran tuan selanjutnya." Ujar petugas kasir dan Amelia yang kemudian menyerahkan, kartu debit milik Tan, kantong belanja dan dua pelindung pakaian berukuran besar, hampir setinggi Tan.



Tan hendak pergi dan tiba-tiba berhenti, lalu berbalik kembali ke kasir. Ada hal yang dia lupakan. Dia memanggil Amelia untuk mendekatinya karena akan susah memberikan pada Amelia yang sedang berada di belakang counter.



Amelia yang heran tapi tetap menghampiri Tan.



"Ada yang bisa saya bantu lagi, tuan?" Tanya Amelia.



Tan meletakkan kantong belanjanya di lantai dan mengapit dua pelindung pakaian itu dengan ketiaknya.



"Ini tip buat mbak." Tan memberikan uang tip sebesar 500 ribu rupiah pada pegawai itu, membuat para pegawai dan beberapa pengunjung yang berada di dekat mereka berdua terkejut.



Amelia juga sangat terkejut dengan pemberian uang tip tersebut.



"Tolong diterima, mbak sudah melakukan tugas dengan baik pada aku, ini bentuk apresiasi aku atas kerja mbak." Ujar Tan.



Sejak memiliki uang yang cukup melimpah dari hasil trading, Tan telah memutuskan untuk berbagi kekayaannya dengan cara yang dia bisa dan sesuai dengan syarat yang telah dia tetapkan sendiri.



"Omo, dia memberikan uang tip sebanyak itu, padahal dia sudah mengeluarkan uang 2,8 juta dan pemberian uang tip sebanyak itu, total pengeluaran menjadi 3 jutaan." Kata lalat betina.



Pasangan lalat belum pergi dari gerai tersebut sehingga mereka menyaksikan hal tersebut.



"Pria ini pasti orang kaya dan mungkin lebih kaya dari pacar aku saat ini, kalau tidak, tidak mungkin dia bisa mengeluarkan uang sebanyak 4 jutaan dengan begitu mudahnya, aku ingin menjadi istrinya, kalaupun sudah memiliki istri, tidak apa bila menjadi istri kedua atau simpanannya." Pikir lalat betina itu.



Sementara itu lalat jantan ingin muntah karena pria yang dia anggap miskin ternyata pria kaya yang mungkin lebih kaya darinya.



"Kalau kamu pria kaya kenapa berpakaian seperti itu? Apa kamu ingin mengejek aku dan orang-orang yang ada plaza ini? ... Ukhh! Asam lambungku kumat." Pikir lalat jantan.



"Apa tuan yakin memberikan uang tip sebanyak ini?" Tanya Amelia dengan ragu-ragu.



Tan menganggukkan kepalanya dan Amelia kemudian menerimanya dengan senang hati. Dia pun mengucapkan rasa terima kasihnya dengan sangat tulus dan berpikiran ingin menjadi istri Tan bila belum memiliki istri.



Setelah itu, Tan segera meninggalkan gerai tersebut untuk menuju ke mobilnya, meletakkan barang belanjaannya, lalu kembali belanja kebutuhan lainnya di plaza itu.



Selama 8 jam, Tan habiskan di plaza itu dan selama itu juga dia menghabiskan uangnya hampir 40 juta rupiah dengan membeli sepatu pantofel, beberapa potong celana, kaos dan jaket serta aksesoris berupa jam tangan. Semua barang yang dia beli berasal dari produk branded.



Dia juga pergi ke salon yang ada di plaza tersebut untuk merapikan penampilan wajah dan rambutnya yang panjang berantakan dan rambut di sekeliling mulut dan pipinya.



Tan juga membeli beberapa roti untuk disantapnya saat sore hari di rooftop bersama dengan teh.



"Hahaha, ini pertama kalinya aku menghabiskan begitu banyak uang hanya dalam beberapa jam saja."