MIRACLE: SUPER RICH!!!

MIRACLE: SUPER RICH!!!
Membeli Mobil 1,32 Miliar Tunai



Tan dibawa oleh instruktur mengemudi mobil ke sebuah jalan yang tidak jauh dari sekolah mengemudi tersebut.


Instruktur yang sudah tua itu menjelaskan semua fitur-fitur umum yang ada dalam mobil, seperti menghidupkan lampu dekat dan jauh, lampu kedip, cara melakukan pergantian tranmisi, pedal gas, rem dan kopling, menghidupkan wiper kaca depan dan belakang, menghidupkan sein kanan dan kiri, dan mengatur spion luar maupun dalam.


"Oke, sekarang kamu pindah ke kursi ini dan mulai mengemudi." Kata instruktur tua itu yang langsung keluar untuk berganti posisi dengan Tan yang berada di kursi penumpang depan.


"Eh?" Tan terkejut karena itu.


Dia tidak menyangka kalau dirinya akan langsung mengemudi mobil di jalanan yang penuh dengan dengan kendaraan berlalu lalang.


Dia mengira akan dibawa ke sebuah lapangan kosong terlebih dahulu untuk membiasakan diri, setelah lancar baru dilakukan di jalanan langsung.


Meskipun begitu Tan, tetap keluar, menuju ke kursi mengemudi sedangkan instruktur berada di kursi penumpang depan. Keduanya memakai sabuk pengaman dan Tan menghidupkan mobil dengan mestater menggunakan kunci mobil.


Akan tetapi mesin mobil langsung mati dengan sedikit lonjakan ke depan. Hal itu tentu membuat Tan terkejut sedangkan instruktur bersikap biasa seperti dia sudah menduganya.


"Tranmisi dinetralkan terlebih dahulu sebelum menghidupkan mesin mobil dan saat mematikan mobil juga pastikan dalam posisi netral kalau tidak akan ada kerusakan pada komponen transmisi bila itu terus menerus dibiarkan," kata instruktur yang memberikan peringatan pada Tan.


Mengikuti petunjuk dari instruktur tua itu, Tan kembali menghidupkan mesin mobil tanpa masalah saat transmisi pada posisi netral.


Instruktur itu kemudian menurunkan rem tangan dan berkata, "Saat mobil diparkiran gunakan rem tangan begitu juga saat berhenti di jalan datar, tanjakan, turunan gunakan rem tangan daripada rem kaki, transmisi juga pastikan pada posisi netral, itu akan lebih mudah saat melakukan transmisi gigi satu."


Tan menganggukkan kepalanya dan kemudian dia mengikuti petunjuk instruktur untuk menjalankan mobil dengan menginjak kopling seperlunya dan menggerakkan tongkat transmisi ke gigi satu, lalu melepaskan kopling secara perlahan-lahan agar mesin mobil tidak mati sambil menginjak pedal gas seperlunya.


Awalnya Tan tidak bisa melakukannya karena mesin mobil langsung mati saat dia melepaskan kopling meskipun secara perlahan-lahan.


Akan tetapi setelah mencoba beberapa kali, dia berhasil menjalankan mobil tanpa membuat mesin mati.


Saat pergantian tranmisi ke gigi dua, dia tidak memiliki masalah seperti saat melakukan transmisi gigi satu, Tan melakukannya dengan lancar begitu juga dengan gigi tiga dan empat.


Dia melihat di jalan depan sudah terlihat pertigaan lampu merah dan belokan kiri setengah putaran. Instruktur langsung meminta Tan untuk berbelok dan kemudian memberikan instruksi dan kiat-kiat saat dalam posisi berbelok seperti itu.


Tan mendengarkan sekaligus mempraktekkan sambil mendengarkan ucapan instruktur tua itu.


Pada percobaan pertama, Tan mengalami kegagalan karena dia merasa gugup sehingga mesin mati karena kurangnya tenaga mesin yang harus dikeluarkan saat gigi dua.


Ditambah suara klakson dari kendaraan yang berada di belakang mobil yang dikendarainya karena ikut terhenti oleh Tan membuat dirinya semakin gugup.


"Jangan pikirkan suara klakson itu, anggap saja kamu sedang di ospek oleh mereka, dibelakang sudah ada tanda sedang belajar, jadi tenang saja dan ikuti apa yang aku katakan dengan baik, hanya dalam dua, tiga hari kamu sudah lancar bawa mobilnya." Jelas instruktur tua itu.


Tan menganggukkan kepalanya dan mulai menjalankan mobil tersebut dengan penuh kehati-hatian di pinggir jalan, sambil melihat spion kanan, kiri dan dalam karena dia tidak bisa melihat ke belakang seperti mengendarai motor.


Dalam mengemudi mobil, spion adalah salah satu alat vital keselamatan.


Tan menjalankan mobil itu memutari jalan yang sama dan lama-kelamaan dia mulai terbiasa. Saat belokan setengah lingkaran lagi, dia berhasil dengan lancar melakukannya tanpa membuat mesin mati.


"Bagus, sepertinya kamu sudah mulai lancar dan terbiasa, dalam mengendarai mobil itu harus tenang, jangan mudah panik karena bila sudah panik akan melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terjadi dan mengakibatkan kecelakaan, itu salah satu faktor yang membuat banyak terjadi kecelakaan mobil selain karena mesin error atau kelalaian pengemudi." Jelas instruktur itu.


Seperti yang sudah di jadwalkan proses belajar itu dilakukan selama empat jam dan Tan sudah mulai mahir sekaligus terbiasa mengendarai mobil, bahkan instruktur membolehkan dirinya mengendarai mobil untuk kembali ke sekolah mengemudi.


"Kita cukupkan sampai disini, besok materinya adalah cara memarkirkan mobil dalam berbagai keadaan." Kata instruktur itu yang keluar dari mobil setelah mobil berhenti di depan parkiran kosong yang ada di area ruko tersebut.


Tan juga keluar dari mobil untuk diserahkan pada instruktur agar memarkirkan mobil latihan tersebut. Dia langsung menuju ke motornya yang terparkir di ruko sekolah mengemudi mobil setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih pada instruktur tersebut atas ilmunya.


Tan langsung kembali ke rumahnya untuk menghabiskan waktu yang tersisa di hari tersebut dengan bermalas-malasan.


Keesokan seperti yang sudah dijadwalkan, Tan pergi ke sebuah lapangan kosong yang tidak jauh dari sekolah mengemudi mobil tersebut untuk belajar memarkirkan mobil dalam berbagai kondisi.


Dia pergi bersama instruktur dan Tan dibiarkan mengemudikan mobil untuk sampai ke tempat tersebut karena Tan dirasa oleh instruktur sudah menguasai dan terbiasa mengendarai mobil, tidak seperti awal-awal mengendarai mobil.


Selama empat jam, seperti yang dijadwalkan, Tan belajar memarkirkan mobil latihan dalam kondisi vertikal maju dan mundur, horizontal maju dan mundur, lalu posisi terakhir, dalam kondisi miring, maju dan mundur juga.


Hanya tiga jam, Tan sudah menguasai semuanya meskipun belum terlihat sempurna bagi instruktur, namun itu sudah lumayan mahir. Sisa satu jam dia lakukan untuk kembali ke sekolah mengemudi.


Pada hari ketiga, Tan sudah menguasai semua hal-hal yang seperlunya dilakukan saat mengendarai mobil, seperti berhenti di tanjakan dan melalukan pergantian transmisi saat naik atau turun, berhenti di tanjakan tanpa menginjak pedal rem atau menarik rem tangan tapi menggunakan injakan pedal setengah kopling sehingga mobil bisa berhenti di tanjakan.


Menyalip kendaraan, berbelok sembilan puluh derajat ataupun setengah lingkaran dan memarkirkan mobil dalam berbagai posisi.


Instruktur merasa sudah tidak ada lagi hal yang perlu dipelajari oleh Tan. Pria itu hanya harus lebih banyak membiasakan diri agar dapat lebih mahir dalam mengendarai mobil.


Meskipun, begitu jadwalnya adalah 4x dalam satu pekan sehingga besok adalah hari terakhir. Tan akan dibawa keliling kota Yogyakarta, tapi tidak masuk ke area padat kendaraan atau area larangan buat latihan mengemudi.


Mereka hanya berkeliling dengan radius 5 km dari sekolah mengemudi agar Tan bisa lebih terbiasa mengendarai mobil.


"Terima kasih pak atas ilmunya selama empat hari ini." Ujar Tan setelah keluar dari mobil latihan yang dia parkir di area ruko tempat sekolah mengemudi berada.


"Ya, kamu adalah murid yang paling cepat belajarnya daripada murid yang aku ajar selama ini, terus biasakan mengendarai mobil dengan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan." Kata instruktur tua tersebut.


Tan menganggukkan kepalanya dan kemudian pergi ke sebuah tempat yang tidak lain adalah dealer mobil dari salah satu merk terkenal di Asia yang ada di kota Yogyakarta.


Dealer mobil tersebut berada di jalan yang menuju ke arah bandara Adisucipto. dia menuju ke salah satu dealer resmi mobil asal Jepang dari sekian banyak dealer mobil asal negeri sakura itu di Indonesia.


Sesampai di dealer tersebut, Tan melihat tepat di depan bangunan dealer mobil itu ada tulisan besar yakni Bishi Jogja.


Tan segera memakirkan motor maticnya ke tempat parkir motor yang tersedia di area dealer mobil tersebut.


Tepat di parkiran khusus bagian ujung barat ada tiga truk kecil yang terparkir di sana untuk dipamerkan oleh dealer tersebut.


Tan mengacuhkan tiga truk kecil itu karena dia tidak ada keinginan untuk mengendarai truk untuk berpergian.


Saat masuk ke dalam, hawa dingin dan sejuk langsung dirasakan daripada hawa panas yang berada di luar.


Tan melihat lobby dealer itu terlihat sederhana, tidak ada kemewahan sama sekali. Namun di lobby itu ada empat mobil dengan berbeda jenis yang sedang dipamerkan, salah satunya mobil paling terbaru, jenis SUV, Olanders.


Melihat mobil tersebut membuat Tan langsung menyukainya sehingga dia mendekati mobil SUV yang terlihat gagah dan keren di matanya daripada mobil jenis lainnya.


Ada tujuh pegawai sales di lobby dealer itu dan dua diantaranya sedang melayani tamu. Sedangkan sisanya berada di counter lobby dengan kesibukan mereka masing-masing seperti sibuk dengan komputer dan bergosip.


Meskipun begitu, tidak ada pegawai sales dealer yang tidak sedang melayani pengunjung mendekati Tan karena mereka telah melihat pakaian Tan saat masuk.


Mereka langsung mengacuhkan Tan saat melihat pakaian Tan terlihat biasa bahkan para sales itu sudah menjatuhkan palu, memvonis bahwa Tan tidak akan membeli, hanya melihat-lihat saja.


Selama beberapa menit tidak ada satupun pegawai sales dealer itu yang datang ke Tan sampai akhirnya ada salah satu sales perempuan dengan kemeja putih yang sedikit ketat sehingga menampilkan sedikit lekuk tubuhnya dan rok pencil di atas lutut warna hitam, menunjukkan dirinya adalah pegawai baru yang masih dalam percobaan.


Sales perempuan itu datang menghampiri Tan menyapanya dengan ramah dan sopan sesuai dengan SOP dealer tersebut.


"Selamat datang di dealer Bishi Jogja, ada yang bisa saya bantu, tuan?" Tanya sales perempuan itu.


Dia menghampiri Tan karena tidak ada satupun seniornya yang tidak sedang melayani pengunjung menghampiri Tan sehingga dia berinisiatif untuk melakukannya.


Meskipun dia berpikir Tan tidak akan membeli, hanya melihat-lihat atau hanya bertanya-tanya, perempuan itu tetap melakukan pekerjaan sebagai sales karena ingin menunjukan bahwa dirinya memang bekerja di hadapan supervisornya agar saat masa percobaan berakhir dia masih bisa bekerja di tempat itu.


Tan terkejut dengan kehadiran sales perempuan itu dan langsung merasa gugup karena bagaimanapun dia selalu merasa lebih gugup saat lawan bicaranya perempuan.


Melihat badge nama yang tertera di kemeja kemeja yang dikenakan sales perempuan itu yang bernama Arin Handayani, Tan berkata, "Aku tertarik dengan mobil ini, keluaran tahun berapa? Bolehkah aku melihat interiornya?"


"Tentu boleh, Olanders PHEV ini merupakan keluaran terbaru menggantikan Olanders lama ... " Kata Arin yang menjelaskan poin-poin terpenting pada mobil tersebut.


Seperti mesin mobil, bahan penggerak yang bisa menggunakan listrik dan bensin, kapasitas baterai dan bensin, lalu mengenai velg, panjang, lebar dan tinggi mobil itu, penggunaan dalam segala kondisi jalan tidak peduli apakah jalannya itu bagus atau jelek, jalan aspal atau tanah, mobil Olanders tetap bisa jalan stabil karena memang memiliki fungsi off road.


Selain itu Arin juga menjelaskan tentang interiornya pada Tan yang sudah melihat interior mobil tersebut secara langsung.


"Oh, kapasitas penumpangnya hanya lima orang." Kata Tan.


"Ya, tapi bila hanya berempat, pada bagian tengah kursi belakang bisa diturunkan dan dijadikan tempat sandaran tangan dan juga ada tempat minum." Kata Arin yang menurunkan sandaran kursi tengah bagian tengah mobil tersebut.


Terlihat keren di mata Tan. Dia kemudian langsung menuju ke kursi pengemudi untuk merasakan duduk di kursi pengemudi tersebut apakah nyaman atau tidak, karena bagaimanapun dia yang akan mengemudi sehingga perlu adanya kenyamanan dalam mengemudi.


"Tuan dapat melihat ada banyak fitur-fitur canggih yang tuan lakukan di posisi mengemudi, pada setir mobil ini, terdapat fitur tombol mengganti saluran radio, menerima telepon, meninggikan atau menurunkan suara audio ... " Arin menjelaskan semua fitur yang ada di tempat pengemudi berada.


"Hmmm, mobil tahun sekarang memang canggih-canggih, sepertinya aku tidak perlu melihat mobil lainnya lagi, aku sudah menyukainya dan lebarnya juga cukup dengan garasi rumah, tidak terlalu dekat dengan dinding atau terlalu jauh, cukup bisa keluar masuk di garasi." Pikir Tan.


"Berapa harganya?" Tanya Tan dengan tegas.


Saat seperti inilah, saat yang paling mendebarkan bagi seorang sales. Setelah menyebutkan harga kebanyakan pengunjung akan pergi bila terlalu mahal dan berpikir dua kali saat harganya mendekati dengan budgetnya.


"1,32 miliar dan bisa dalam pembelian kredit dengan angsur-" ucapan Arin terpotong karena Tan langsung menyela.


"Tidak perlu kredit, aku akan bayar lunas saat ini juga." Ujar Tan yang membuat Arin terkejut.


"Mari kita selesaikan pembayaran dan administrasi secepatnya." Lanjut Tan.


Arin masih terkejut sampai dia berdiam mematung. Dia langsung disadarkan oleh Tan dengan memanggil-manggil sales perempuan itu.


"Ah ya, mohon tunggu sebentar, oh sebelum itu, tuan bisa melakukan tes drive pada mobil ini, apa tuan mau melakukan tes drive?" Tanya Arin yang masih baru sehingga dia menjalankan semua SOP.


Bila itu adalah sales senior, dia tidak akan mengarahkan calon pembelinya untuk tes drive di saat calon pembeli akan melakukan pembayaran.


Mereka akan langsung memproses dan kemudian menyerahkan dokumen pembelian pada kasir untuk melakukan proses pembayaran yang kebanyakan secara kredit.


"Tidak usah, lakukan saja proses pembayaran dan administrasinya." Ujar Tan yang ingin buru-buru pulang ke rumah untuk menikmati kesehariannya sebagai pria pengidap psikologis introvert akut.


Dia sudah merasa nyaman dengan mobil tersebut dan percaya dengan kualitas dari merk ternama tidak akan pernah mengecewakan.


Kalau mengecewakan itu akan membuat perusahaan tercoreng namanya sebagai perusahaan terkenal.


Kepercayaan masyarakat akan jatuh dan dianggap tidak kredibel karena memberikan produk jelek yang tidak sesuai dengan harganya.


Perusahaan akan mengalami kebangkrutan karena tidak akan ada yang mau membeli mobil produk perusahaan itu lagi kedepannya.


"Baik, mohon tunggu sebentar." Ujar Arin dengan senyuman sumringah karena dia akan mendapatkan komisi yang sangat besar setelah berhasil menjual satu unit mobil seharga 1 miliar ke atas.


Tan adalah pengunjung pertama yang membeli mobil dari penjualan yang dia lakukan selama bekerja di tempat itu.


"Bila senior tahu akan hal ini nantinya akan membuat mereka sangat iri dan menyesal karena tidak melayani pria ini." Pikir Arin.


Sebenarnya Arin juga tidak menyangka kalau Tan akan membeli mobil karena berdasarkan pengamatannya, hasil dari pembelajaran dari senior-seniornya, Tan tidak terlihat seperti pria yang mampu membeli mobil.


Tapi ternyata dugaan itu salah, dan dia akan membuat para sales seniornya merasa sangat iri dengannya dan menyesal karena sudah menyerahkan rezeki pada pegawai baru yang masih percobaan seperti dirinya.