MIRACLE: SUPER RICH!!!

MIRACLE: SUPER RICH!!!
Memberikan Tip 500 Ribu Lagi



Arin segera berlari kecil menuju ke salah satu sales seniornya berjenis kelamin laki-laki yang berada di counter lobby dealer untuk melakukan tindakan pendataan indentitas Tan dan pembayaran mobil tersebut.


Bagaimanapun dia masih merupakan pegawai baru yang dalam masa percobaan sehingga dia tidak diberikan hak untuk mengurus pengunjung yang membeli mobil di dealer tersebut.


Arin hanya diberikan tugas untuk melakukan penjelasan serta penawaran pada pengunjung yang datang sedangkan langkah selanjutnya akan diserahkan ke sales senior.


"Pak Greg, ada pengunjung yang mau membeli mobil, silahkan ditindaklanjuti." Kata Arin dengan senyum sumringah karena bagaimanapun ini hari pertama dia bekerja dan berhasil menjual satu unit mobil seharga 1,32 miliar rupiah.


Dengan penjualan sebesar itu dia akan mendapatkan komisi yang sangat besar saat gajian dan terlebih di hari pertama dia bekerja di dealer tersebut.


"Oh benarkah, sangat bagus, dimana calon pembeli itu? Mobil apa yang mau dibeli?" Tanya Greg.


Tiga sales senior perempuan yang sebelumnya meremehkan dan menghina Tan mendengar itu karena mereka berada di dekat dengan Greg.


Mereka sangat terkejut saat Arin mengaku bahwa dia berhasil mendapatkan calon pembeli mobil dan itu dihari pertama bekerja.


Mereka berpikir bahwa Arin sangat beruntung bisa mendapatkan calon pembeli di hari pertamanya bekerja, sedangkan mereka butuh lebih dari satu Minggu untuk mendapatkan calon pembeli, itu pun didasarkan keberuntungan.


Mereka pun penasaran dengan siapa calon pembeli itu dan mobil apa yang akan dibeli oleh calon pembeli dari Arin tersebut.


"Ada di sana pak Greg, tuan itu mau membeli mobil Olanders PHEV." Jawab Arin sambil menunjuk ke arah tempat Tan berada yang masih mengagumi mobil Olanders yang akan menjadi miliknya.


Mendengar itu, membuat para sales perempuan yang sejak dari tadi bergosip menghina Tan langsung terkejut saat pandangan mereka menuju ke pria itu.


"Dia! Tidak mungkin! Apa kamu yakin Arin, dia mau membeli mobil Olanders PHEV seharga 1,32 miliar?" Tanya salah satu sales perempuan yang merupakan anggota gosip kejelekan Tan.


"Ya, dari penampilan yang digunakan juga tidak terlihat mampu untuk membeli mobil, bahkan dengan harga paling murah, pick up L300 seharga 223 juta rupiah." Ujar anggota rumpi kejelekan Tan lainnya.


Mendengar itu membuat Arin merasa sedikit kesal karena para seniornya memandang pengunjung yang datang berdasarkan penampilan.


Bila seperti itu, wajar kalau para seniornya selalu tidak berhasil mendapatkan calon pembeli karena mereka sudah menetapkan calon pembeli yang mereka tentukan sendiri.


Bila saja para senior perempuan itu niat untuk bekerja dan tidak mendiskriminasi pengunjung ada kemukiman mereka akan berhasil mendapatkan calon pembeli dan meningkatkan penjualan dealer sehingga mendapatkan komisi saat gajian.


Meskipun Arin merasa kesal dengan para senior perempuan itu, dia tetap tidak memperlihatkan hal itu dan meyakinkan pada Greg kalau Tan akan membeli mobil Olanders PHEV tersebut.


"Pak Greg, tolong segera ditindaklanjuti sebelum calon pembeli itu berubah pikiran." Ujar Arin yang meminta senior pria itu segera melayani Tan untuk proses pendataan indentitas dan pembayaran.


Bagaimanapun Arin tidak ingin komisi besarnya menghilang begitu saja. Kapan lagi dia bisa mendapatkan komisi besar seperti saat ini dan belum tentu besok dia bisa berhasil mendapatkan calon pembeli.


"Pak Greg, tuan itu juga mengatakan bahwa akan membayar lunas tidak memakai kredit." Tambah Arin yang membuat Greg terkejut begitu juga dengan tiga sales perempuan itu.


"Membayar tanpa kredit? Tidak mungkin, apa dia pria kaya?" Tanya salah satu anggota gosip kejelekan Tan.


Greg yang mendengar itu kemudian langsung beranjak dan bergerak menuju ke tempat Tan berada bersama dengan Arin.


"Selamat siang, dengan saya Greg Nwokolo, ada yang bisa saya bantu, tuan?" Tanya Greg dengan sopan.


"Aku ingin beli mobil ini, apa sudah selesai administrasinya? Dimana aku harus membayar?" Tanya Tan yang terkejut dengan kehadiran Greg.


"Oh, kalau begitu silahkan ikuti saya, tuan, mari kita lakukan administrasi, kami membutuhkan indentitas tuan terlebih dahulu." Ujar Greg yang kemudian langsung mengarahkan Tan menuju ke sebuah meja khusus untuk pengunjung yang membeli atau konsultasi di dealer tersebut.


Sedangkan Arin diminta oleh Greg untuk mengambil berkas pendataan yang berada di counter lobby.


Arin dengan cepat berlari menuju ke counter lobby untuk mengambil berkas tersebut dan berlari lagi menuju ke tempat Tan dan Greg berada.


Dia tidak ingin melewatkan satu detik sama sekali demi mendapatkan komisi besar saat gajian nanti.


Arin menyerahkan berkas tersebut pada Greg yang kemudian diserahkan pada Tan untuk diisi. Tidak semua pendataan yang ada di berkas itu harus di isi, hanya yang terdapat tanda bintang yang wajib diisi oleh Tan, seperti namanya, nik, nomor kontak, dan alamat.


Sisanya akan diisi oleh Greg mengenai indentitas mobil yang akan dibeli oleh Tan.


Setelah mengisi indentitas mobil yang akan dibeli oleh Tan, dilanjutkan pada proses pembayaran dan disini Greg memberikan bujukan yang cukup menggoda para pembeli.


"Tuan Tanaka, saya dengar dari pegawai magang, Arin, bahwa tuan Tanaka akan membeli secara tunai, kalau boleh saya sarankan, lebih baik membeli secara kredit karena tuan akan mendapatkan diskon 20%, bunga kreditnya hanya 5% perbulan dan cashback 500.0000 rupiah untuk mobil yang tuan beli, bagaimana?." Jelas Greg.


Greg sengaja mengarahkan ke pembelian kredit karena akan mendapatkan komisi tambahan dari perusahaan keuangan yang bekerja sama dengan dealer tersebut.


Bila orang lain yang membeli hanya demi pamer kekayaan padahal keadaan keuangannya tidak memungkinkan untuk memiliki mobil, mungkin akan terpengaruh dengan bujukan Greg.


Tapi itu tidak berpengaruh pada Tan yang tidak mau berhutang lagi dan apalagi melakukan perbuatan riba yang dilarang oleh ajaran agamanya.


Selain itu, dia memiliki uang untuk membeli, jadi kenapa harus berhutang. Bila tidak ada uang, maka tentu saja dia tidak mau membeli mobil.


Membeli mobil hanya demi pamer kekayaan, itu hanyalah tindakan bodoh. Tapi kalau digunakan untuk usaha tentu saja tidak masalah membeli secara kredit tapi harus sesuai dengan ajaran agamanya dalam hal peminjaman.


"Tidak, aku akan membeli secara tunai, aku punya uang untuk membayar secara tunai, kenapa harus kredit? Dan juga aku tidak ingin melakukan praktek riba!" Tegas Tan.


Melihat keteguhan dan tentang riba dari Tan, membuat Greg tidak bisa berkata apapun lagi untuk membujuk Tan membeli secara kredit. Dia tidak ingin Tan berubah pikiran bila dia terus memaksa untuk membeli secara kredit.


Penjualan unit mobil lebih penting daripada mendapatkan keuntungan tambahan dari perusahaan keuangan. Bagaimanapun dia bekerja di dealer mobil bukan di perusahaan keuangan, jadi keuntungan dealernya lebih diutamakan daripada keuntungan perusahaan keuangan.


"Baik bila itu keinginan tuan Tanaka, saya akan lakukan proses pembayaran, sebelum itu, warna mobil apa yang tuan pilih? Saat ini Olanders PHEV hanya memiliki dua warna, hitam dan putih, saat ini kami hanya memiliki yang putih."


Tan berpikir sejenak dan kemudian dia merasa warna hitam lebat keren daripada warna putih.


"Warna hitam." Jawab Tan dengan tegas.


"Baik, kalau begitu, mari kita menuju ke ruang kasir untuk melakukan proses pembayaran, selagi tuan melakukan proses pembayaran, kami akan menyiapkan mobilnya, mobil Olanders akan sampai di rumah tuan minimal 7 hari di jam kerja." Jelas Greg.


Tan menganggukkan kepalanya dan mereka berdua menuju ke ruang kasir untuk Tan melakukan pembayaran sedangkan Arin kembali ke posisi untuk melayani pengunjung yang lain.


Tentu saja Arin tidak pernah menghilangkan senyum sumringahnya karena dia sudah membayangkan akan mendapatkan komisi yang akan dia dapatkan saat gajian setelah berhasil menjual satu unit mobil seharga 1, 32 miliar.


Tan masuk ke dalam ruang kasir dan diminta untuk menunggu oleh Greg yang berjalan menuju ke pegawai kasir untuk menyerahkan berkas pembelian mobil.


Setelah itu Greg keluar dari ruangan itu untuk menyelesaikan berkas lainnya mengenai mobil Olanders PHEV yang dibeli oleh Tan.


Proses pembayaran tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama karena hanya Tan yang melakukan pembelian mobil pada saat itu.


Pegawai kasir sedikit terkejut saat melihat berkas pembelian yang diserahkan padanya bahwa pembelian dilakukan secara tunai dan itu bukan ratusan juta, tapi miliaran.


"Apa pria ini, orang kaya? Membeli mobil 1,32 miliar secara tunai." Pikir pegawai kasir itu.


Tan memberikan kartu debitnya pada pegawai kasir tersebut untuk diproses pada sebuah mesin pembayaran yang sesuai dengan bank NI agar dia tidak mendapatkan biaya tambahan bila menggunakan mesin pembayaran dari bank lain.


Meskipun Tan tidak mempermasalahkan adanya biaya tambahan atau tidak karena dia tetap bisa membayar secara tunai.


Memasukkan kode password kartu debitnya dan beberapa saat kemudian sebuah struk bukti pembayaran berhasil keluar dari mesin tersebut.


"Baik, pembayaran 1,32 Miliar untuk mobil Olanders PHEV 2022 telah berhasil dilakukan, terima kasih sudah membeli mobil di dealer kami." Ujar pegawai kasir itu yang tersenyum ramah sambil berdiri, menyerahkan kartu debit, struk pembayaran pada Tan.


Dengan pembelian mobil seharga 1,32 Miliar rupiah membuat uang di rekening Tan menjadi tersisa 400 juta rupiah lebih.


Pria introvert itu menganggukkan kepalanya daripada menjawab. Dia kemudian keluar dari ruangan untuk bertemu dengan Greg yang berada di counter lobby.


Tan menyerahkan bukti pembayarannya pada Greg yang hanya dilihat secara singkat, lalu dikembalikan lagi oleh Greg bersama dengan E-KTP dan sebuah tas kantong souvernir yang berisi gelas mug dealer bergambar mobil Olanders, sebuah payung dealer, kalender dealer tahun 2022, meskipun bulannya sudah memasuki pertengahan tahun dan termos air panas stainless steel 350ml dengan logo dealer tersebut.


"Mobil tuan Tanaka akan sampai ke rumah tuan, minimal 7 hari jam kerja." Ujar Greg sambil bersalaman dan mengucapkan terima kasih karena sudah membeli mobil di dealer tersebut.


Meskipun dia akan mendapatkan komisi yang sedikit karena bukan dirinya yang menjual mobil pada Tan, akan tetapi dia masih menunjukkan profesional dalam pekerjaannya.


Komisi terbanyak akan diberikan pada Arin, pegawai baru yang masih dalam masa percobaan.


Tiga sales perempuan yang tadi melakukan ghibah tentang Tan langsung mengubah sikap. Mereka berperilaku seperti kucing betina yang berusaha menggaet kucing jantan dengan memperlihatkan senyuman menggoda pada Tan.


Akan tetapi sangat disayangkan, perilaku mereka itu tidak dilihat, malah diabaikan oleh Tan.


Dia malah mencari-cari Arin yang telah melayani dirinya dengan baik dari awal sampai akhir. Tan tidak menemukan Arin sehingga dia bertanya pada Greg.


Greg menawarkan diri secara langsung mencari keberadaan Arin yang ternyata berada di ruang istirahat pegawai. Arin merasa sedikit dehidrasi, sehingga dia pergi ke ruang istirahat pegawai untuk minum.


Saat mengetahui kalau Tan mencari dirinya, dia segera bergegas menuju ke tempat Tan berada bersama dengan Greg. Perempuan itu langsung bersikap sopan dan ramah pada Tan.


"Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena kamu sudah memberikan pelayanan terbaik padaku, jadi ini tip buat kamu sebagai bentuk apresiasi aku pada pelayanan terbaik kamu itu." Ujar Tan yang memberikan uang tip sebanyak 500 ribu.


Tan tidak akan segan-segan memberikan jumlah uang tip sebesar itu pada pegawai yang memberikan pelayanan terbaik padanya. Dia memiliki uang untuk melakukan itu.


Sebenarnya dia ingin memberikan uang tip minimal 1-5 juta, namun dia merasa itu terlalu berlebihan untuk sebuah uang tip sehingga dia memutuskan memberikan uang tip minimal 500 ribu.


Dengan jumlah uang di rekeningnya dan pendapatan hariannya, jumlah uang segitu amatlah kecil. Dia ingin berbagi-bagi kekayaannya dengan orang lain dan itu cara yang bisa dia lakukan sebagai pria introvert daripada cara lainnya.


Melihat jumlah uang tip sebanyak itu membuat Arin terkejut, begitu juga dengan para sales seniornya yang berada dekatnya. Para seniornya, terutama tiga serangkai anggota ghibah Tan merasa sangat iri dan menyesal.


Mereka berpikir seandainya mereka yang melayani Tan dari awal, maka mereka akan mendapatkan komisi dan uang tip sebanyak itu.


"Tuan, uang tip sebanyak ini, saya merasa ... " Arin merasa ragu untuk menerima uang tip sebanyak itu, meskipun sebenarnya dia ingin menerimanya.


Siapa yang tidak mau menerima bila ada seseorang yang memberikan uang banyak secara gratis.


Greg memberikan tanda pada Arin untuk menerima uang tip itu agar tidak membuat kecewa Tan yang merupakan pengunjung yang telah menghabiskan uang 1,32 Miliar secara tunai. Uang 500 ribu itu hanya jumlah uang kecil seperti uang itu hanyalah seperti uang 5000 rupiah.


"Terima kasih tuan, atas uang tipnya." Ujar Arin yang menerima uang 500 ribu rupiah itu dengan penuh kegembiraan.


Tan langsung meninggalkan dealer tersebut dengan diantar oleh Arin, Greg dan tiga serangkai itu sampai keluar.


Mereka melihat Tan yang menggunakan sebuah motor matic yang sudah ketinggalan jaman dan sedikit kotor.


"Bagaimana mungkin seorang yang barusan membeli mobil 1,32 miliar rupiah secara tunai dan memberikan uang tip 500 ribu rupiah menggunakan motor butut seperti itu? Apa dia seorang pria kaya yang menerapkan kesederhanaan dalam hidupnya?" Pikir mereka berlima.


Tan tidak tahu kalau mereka berlima berpikir seperti itu karena dia dengan santai mengendarai motor matic tahun 2012nya itu menuju ke rumahnya.