MIRACLE: SUPER RICH!!!

MIRACLE: SUPER RICH!!!
Menghadiri Pernikahan Mantan Pacar



Keesokan harinya, hari pernikahan Saras, mantan pacar Tan telah tiba.


sebelum berangkat menuju ke resepsi pernikahan mantan pacarnya itu, Tan melakukan kegiatan seperti biasanya di pagi hari, yakni melakukan yoga ringan di rooftop. Setelah selesai dia langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi paginya.


kurang dari 10 menit dia sudah selesai dengan mandi paginya dan langsung menuju ke kamarnya dengan balutan handuk yang menutupi bagian bawahnya.


Sampai di kamar, dia mengambil botol krim deodorant untuk di oleskan ke kedua ketiaknya, lalu dia menyemprotkan parfum ke tubuhnya secara menyilang agar tubuhnya mengeluarkan bau yang enak untuk dihirup, dan terakhir memakai hair spray untuk membentuk rambutnya yang sudah diubah menjadi gaya comb over menjadi bentuk pomade.


Semua itu dia beli di mini market dan Ini pertama kalinya Tan melakukan semua hal tersebut. Biasanya dia tidak akan pernah memakai krim ketiak, parfum dan hair spray.


Dia hanya mengandalkan sabun mandinya agar tubuhnya harum dan rambutnya hanya dirapikan ke belakang saat sudah agak kering.


Setelah itu, dia mulai membuka lemari dan mengambil satu stelan pakaian semi formalnya yang dia beli kemarin.


Dia akan bersiap-siap berangkat menuju ke lokasi resepsi pernikahan Saras dengan suaminya, Harry yang akan berlangsung jam 9 pagi dan ini masih jam 8 pagi.


Dalam undangan yang diberikan tersebut terdapat dua agenda yakni akad dan resepsi pernikahan.


Tan hanya akan menghadiri resepsi, tidak datang saat akad karena itu hanya untuk acara keluarga dan teman-teman dekat pengantin. Dia bukan keluarga dan teman dekat pengantin, jadi tidak perlu hadir pada agenda tersebut.


"Baiklah, mana yang harus aku pakai?" Tan merasa bingung dalam memilih jas atau jaket jas.


Setelah berpikir kurang dari 2 menit dia akhirnya memilih memakai jas.


Dia memakai kemeja putih yang kemudian ditimpa dengan rompi dan ditimpa lagi dengan jas hitam. Bagian bawahnya memakai boxer polos hitam dan ditimpa dengan celana skinny fit hitam.


Melihat penampilannya di cermin, Tan merasa kalau yang ada dalam cermin itu bukan penampilan dirinya tapi orang lain.


"Siapa ini? Tidak mungkin orang dalam cermin itu aku?" Kata Tan yang merasa tidak percaya dengan penampilannya saat ini.


Tan hanya ketawa sendiri karena sikapnya itu. Dia kemudian mengambil jam tangan analog branded dari negara Swiss yang dia beli 10 juta.


Dia tidak pernah memakai jam tangan, tapi karena untuk melengkapi penampilannya yang semi formal, dia harus menggunakan jam tangan analog tersebut.


Setelah selesai dengan penampilannya dan kembali berkaca untuk memastikan tidak ada yang salah dengan penampilannya.


Tan segera keluar kamar dengan mengambil salah satu kaos kaki barunya, memakainya dan memegang sebuah kotak hadiah pernikahan. Dia berjalan menuju pintu samping.


Tepat di samping kanan bawah pintu samping ada sebuah kotak mengambil sebuah kotak yang berisi sepatu pantofel kasual branded luar dengan bahan kulit asli yang dia beli kemarin seharga 3,2 juta rupiah.


Dia segera memakai sepatu semi formal itu dan ini adalah kedua kalinya Tan memakai sepatu dengan jenis seperti itu.


Dia memakai sepatu pantofel saat mengikuti wisuda kampusnya. Sepatu pantofel yang dipakai saat itu juga merupakan barang kw yang dia beli di pinggir jalan seharga 150.000 rupiah dan lapisan sepatunya sudah rusak meskipun tidak pernah lagi dipakai setelah wisuda.


Dengan memakai sepatu pantofel tersebut sudah lengkap atau sempurna penampilannya saat ini. Dia sudah terlihat mirip seperti pengusaha atau pekerja yang menjabat jabatan eksekutif di sebuah perusahaan besar.


"Masih jam setengah sembilan pagi, masih ada setengah jam lagi acara resepsi dimulai." Kata Tan saat melihat jam tangan analog yang berada di pergelangan tangan kanannya.


Dia segera keluar rumah, mengunci dan berjalan menuju ke garasi untuk menghidupkan mesin mobilnya dan kemudian membuka pintu pagar untuk mengeluarkan mobil Olandersnya.


Tidak ada waktu lama bagi dia untuk mengeluarkan mobilnya dari garasi, menutup kembali pintu garasi dan pagar dan kemudian menjalankan mobil menuju ke hotel Peace tempat resepsi pernikahan Saras dan Harry berlangsung.


Dia mengemudikan mobilnya itu dengan santai, sambil mendengarkan musik yang diputar oleh salah satu stasiun radio. Tan merasa tidak perlu terburu-buru sampai ke resepsi pernikahan mantan pacarnya itu.


Dengan mengemudi mobil dengan sesantai mungkin, dia tiba di hotel Peace tepat pukul 09.20 WIB. Dengan arahan dari pegawai hotel tersebut, Tan diarahkan menuju ke parkiran bawah tanah yang memiliki dua lantai.


Tan harus memarkirkan mobilnya di area parkir B2 karena di B1 sudah penuh dengan mobil yang harus berbagi dengan motor, meskipun area parkir mobil lebih luas daripada area parkir motor.


Keluar dari mobil, dia segera berjalan menuju ke lift dengan membawa sebuah kotak hadiah. Ada beberapa orang juga yang menunggu di depan lift B2. Orang-orang itu adalah satu pasangan dan satu keluarga dengan memakai pakaian seragam batik dengan corak dan warna berbeda.


Seorang remaja perempuan dan perempuan yang sudah lumayan berumur yang memakai seragam batik yang corak dan warnanya sama, melihat Tan dengan wajah terpana.


Mereka merasa dirinya sedang melihat seorang aktor tampan sedang berada di dekat mereka saat melihat Tan. Begitu juga dengan perempuan yang bersama dengan pasangannya melihat Tan tanpa berkedip yang membuat pasangannya menyadari hal itu dan menjadi cemburu.


Dia merasa kesal dan marah pada Tan yang memiliki penampilan lebih keren daripada dirinya. Perempuan yang menjadi pasangannya itu menyadari kalau pasangannya cemburu. Dia hanya tertawa ringan dan kemudian menghiburnya.


Pintu lift kemudian terbuka Tan bersama dengan pasangan dan satu keluarga memasuki lift tersebut.


Tan menekan tombol lantai dasar dan beberapa menit kemudian pintu lift tertutup dan bergerak ke atas.


Pria itu masih tidak menyadari kalau para perempuan yang ada di dalam lift bersamanya terus menatap Tan dengan penuh kekaguman. Terutama remaja perempuan yang merasa dia ingin menjadi pacar Tan, meskipun dia masih kelas dua SMP.


Dua menit kemudian, Lift itu berhenti dan pintu lift terbuka sehingga Tan dapat melihat interior lobby hotel Peace tersebut.


Dia sudah menduga kalau lobby hotel Peace akan sangat luar biasa, tidak kalah dari lobby hotel royal Magurukmo karena hotel Peace juga merupakan hotel bintang lima.


Akan tetapi interior pada hotel Peace lebih ke nuansa barat klasik daripada Jawa.


Saat keluar dari lift, dia tidak tahu harus pergi ke arah mana untuk berada di resepsi pernikahan Saras. Tan segera menuju ke counter resepsionis yang berada di lobby tersebut untuk bertanya lokasi resepsi pernikahan mantan pacarnya itu.


"Permisi, bisakah beritahu aku, lokasi ballroom hotel ini? Aku ingin menghadiri resepsi pernikahan yang berlangsung di sana." Ujar Tan pada salah satu pegawai resepsionis berjenis kelamin perempuan.


Pegawai perempuan itu langsung terpana melihat penampilan Tan dari wajahnya sampai pakaian yang dikenakan Tan.


"Ah, ya, ballroom berada di sebelah sana, tuan akan melihat papan arah untuk ke acara resepsi pernikahan itu." Ujar pegawai perempuan itu.


"Astaga, aku melihat seorang pria yang cukup keren dan dia juga terlihat kaya, seandainya aku bisa menjadi istrinya, aku akan sangat bersukacita selama 100 tahun bila itu terjadi." Pikir perempuan itu yang hanya bisa berharap saja.


Dia hanya bisa menyadari kenyataan lebih keras daripada imajinasinya.


Tan menemukan papan arah yang ada tulisan resepsi pernikahan Saras dan Harry.


Mengikuti petunjuk arah itu, Tan akhirnya dapat melihat pintu ballroom hotel Peace. Tepat di samping pintu ballroom dari arahnya, dia melihat jejeran bunga ucapan selamat atas pernikahan Saras dan Harry dari kenalan keluarga Harry ataupun Saras.


Tan melewati karangan bunga tersebut dan berhenti di depan pintu masuk ballroom, mengantri untuk mengisi buku tamu sekaligus menunjukkan undangan.


Saat gilirannya, dia mengeluarkan undangan dari saku jasnya, menunjukan pada orang yang bertugas di penerima tamu, menulis namanya dan menyerahkan kotak hadiah pernikahan ke penerima tamu tersebut.


Isi kotak hadiah yang diberikan pada penerima tamu itu adalah setumpuk uang 15 juta, 10 juta untuk hadiah pernikahan dan 5 juta untuk mengembalikan uang Saras yang dulu dikasih padanya saat mantan pacarnya itu mendeklarasikan hubungan mereka berakhir.


Penerima tamu semuanya adalah perempuan sehingga saat Tan berada dihadapan mereka, para penerima tamu itu tidak bisa melepaskan pandangannya ke Tan.


Mereka sangat mengagumi wajah dan penampilan Tan seperti eksekutif muda di perusahaan besar.


Setelah selesai menulis namanya di buku daftar tamu dan memberikan kotak hadiah pernikahan


Petugas penerima tamu memberikan sebuah pamflet dengan foto prewedding Saras dan Harry dan nomor.


Isi dari pamflet itu lokasi tempat meja dan kursi Tan dan juga agenda resepsi.


Tan segera masuk dan dia melihat dekorasi resepsi pernikahan tersebut memiliki nuansa modern, sederhana tapi kelihatan mewah dan elegan.


Pelaminannya memiliki panggung kecil dengan sebuah sofa putih panjang dan empat sofa putih individu di samping kanan dan kiri sofa panjang dengan pembagian 2:2.


Warna yang digunakan pelaminan itu dominan warna putih dengan berbagai hiasan bunga berwarna putih dan daun hijau sintetis.


Tepat di tengah-tengah ballroom itu ada karpet putih panjang yang mengarah ke pelaminan. Kanan dan kiri karpet putih itu terdapat meja dan kursi yang bisa digunakan untuk para tamu untuk digunakan. Meja dan kursi dilapisi dengan cover berwarna putih.


Tan belum melihat Saras dan Harry bersama dengan orang tua mereka berada di pelaminan.


"Jadi belum dimulai acara resepsinya."


Tanpa pikir panjang, Tan segera menuju ke tempat duduknya berdasarkan lokasi yang tertera di pamflet.


"Seharusnya disini kan?" Tanya Tan dalam pikirannya sambil melihat nomor yang tertera di pamflet dan juga nomor di kursi.


Setelah mencocokkan nomor yang tertera di pamflet dan nomor di kursi sama, Tan segera duduk sambil melihat-lihat sekitarnya.


Dia hanya duduk sendirian di tempat tersebut dan tempatnya juga di pojok, dekat dengan dinding ballroom.


Setelah melihat-lihat sekelilingnya, dia melihat pamflet resepsi pernikahan mantan pacarnya itu lagi. Tan melihat bagian agenda yang ternyata resepsi pernikahan dimulai jam 10 pagi dan berakhir jam 1 siang.


Selagi dia membaca agenda resepsi pernikahan Saras itu, kursi kosong yang satu meja dengannya sudah terisi oleh satu keluarga berjumlah lima, dua dewasa, dua remaja laki-laki dan satu anak perempuan.


Tan menyapanya orang tua dari ketiga anak itu hanya untuk sopan santun dan kemudian mengobrol beberapa kata hanya untuk basa basi.


Dari basa basi itu, Tan tahu kalau ayah dari keluarga yang duduk satu meja dengannya adalah pegawai perusahaan Jaya group cabang kota Yogyakarta.


Waktu berjalan dengan cepat, MC acara resepsi pernikahan telah mengumumkan acara akan akan dimulai sehingga meminta para tamu undangan untuk duduk di tempat yang telah ditentukan.


Setelah para tamu undangan duduk, petugas MC langsung memulai acara dengan beberapa kalimat yang kemudian mempersilahkan pengantin untuk berada di pelaminan.


Pada saat itu juga, MC meminta untuk para tamu undangan berdiri dan bertepuk tangan menyambut kedatangan Saras dan Harry yang akan berjalan di atas karpet putih.


Suara aransemen musik pernikahan terdengar di ballroom tersebut bersamaan dengan masuk masuknya Harry dan Saras.


Tan melihat Harry memakai pakaian formal berwarna putih dengan sebuah kalung bunga melati. Saras juga memakai gaun pengantin muslimah dan itu membuatnya terlihat cantik dari biasanya Tan lihat.


"Mereka berdua memang terlihat sangat serasi." Ujar ayah dari keluarga yang duduk satu meja dengan Tan.


Pria introvert itu hanya menganggukkan kepalanya dan ada sedikit rasa sedih dalam dirinya karena bukan dia yang berjalan berdampingan dengan Saras sebagai suaminya.


Meskipun begitu Tan harus bahagia dan memberikan doa terbaik untuk Saras dan Harry di hari bahagia mereka saat ini.


Pasangan pengantin itu telah berada di pelaminan dengan kedua orang tuanya mereka masing-masing yang mendampingi di kanan dan kiri.


Tan dapat melihat wajah ibu dan ayah Saras terlihat sangat bahagia bahkan ekspresi wajah mereka sangat bahagia daripada saat Tan berkunjung ke rumah mereka untuk menjemput Saras saat masih menjadi pacarnya.


Dari situ Tan baru menyadari kalau orang tua Saras memang tidak menyukai dirinya selama ini.


Agenda dilanjutkan dengan pemberian hormat pada kedua orang tua masing-masing oleh pengantin sekaligus wejangan orang tua dan pelepasan orang tua pada anaknya yang telah menikah dan membuat keluarganya sendiri.


Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan keluarga pengantin, lalu pembacaan doa untuk pengantin dan setelah itu MC akan memanggil satu persatu para tamu sesuai dengan urutan yang ada di buku tamu untuk pemberian ucapan selamat dan foto bersama dengan pengantin.


MC acara langsung memulai memanggil tamu undangan untuk maju ke pelaminan agar bisa memberikan ucapan selamat dan berfoto sama pengantin. Waktu yang diberikan setiap urutan maksimal lima menit.


Satu persatu tamu undangan maju ke pelaminan saat MC memanggil nama mereka. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya nama Tan disebutkan oleh MC untuk maju ke pelaminan.


"Fuhhh~sudah saatnya giliran aku, buat senyuman bahagia Tan." Kata Tan dalam pikirannya dan berjalan menuju ke pelaminan.