
Beberapa hari telah berlalu, motor matic seharga 90 jutaan yang dibeli oleh Tan telah tiba dan bisa langsung dia gunakan untuk ngojol.
Pria itu telah mendaftar sebagai driver ojol motor di salah satu aplikator ojek online yang bernama AYOJEK, sehari setelah motornya tiba.
Proses pendaftarannya berlangsung sangat cepat. Pihak aplikator AYOJEK tersebut langsung menerima pendaftaran Tan yang dilakukan secara online tersebut hanya dalam waktu beberapa menit saja.
Meskipun begitu, dia belum bisa langsung mengambil orderan pada saat itu juga karena akun ojolnya belum aktif secara penuh.
Dia harus mendatangi kantor cabang aplikator tersebut untuk membeli atribut, mengikuti pelatihan secara singkat tentang sistem kerja aplikator itu dan mengisi saldo akun, minimal 100 ribu untuk pertama kalinya.
Tan memilih aplikator ojol AYOJEK, bukan tanpa alasan. Hal itu karena harga orderan yang dipasang oleh aplikator ojol itu sangat murah, sesuai dengan tipikal kebanyakan orang Indonesia yang menyukai segala hal yang murah-murah.
Meskipun begitu, tetap saja ada kekurangannya pada aplikator tersebut bagi driver, yakni setiap orderan yang diterima oleh driver, langsung dipotong 15% dari harga orderan.
Tan tidak mempermasalahkan potongan komisi yang cukup besar tersebut karena dia ngojol untuk menghilangkan rasa bosan dan menghabiskan waktunya, bukan sebagai tempat penghasilan utamanya.
Mata pencaharian utamanya, tetap trading saham dan forex yang telah dilakukannya sejak dia menerima penglihatan super.
"Hmm ... Ini gak terlalu aneh kan untuk seorang driver ojol?" Tanya Tan pada dirinya sendiri sambil menatap ke arah kaca yang menampilkan dirinya sendiri.
Tan berpakaian rapi selayaknya orang yang akan pergi bekerja ke kantor untuk pertama kalinya.
"Apa aku terlalu berlebihan?" Tanya Tan lagi pada dirinya sendiri.
Dia merasa pakaian selayaknya pekerja kantoran itu terlalu berlebihan untuk hanya sebagai driver ojol.
Dia sering melihat driver ojol kebanyakan hanya memakai pakaian yang cukup kasual, tidak berpakaian selayaknya pekerja kantoran.
"Ah, sudahlah, ini juga pertama kalinya aku bekerja, penampilan di hari pertama kerja itu sangat penting." Gumam Tan
Dia keluar dari kamarnya sambil mengambil tas kecil yang berisi peralatan penunjang untuk pekerjaannya sebagai ojol, yakni, ponsel pintarnya, power bank, kabel data, dan batok charger.
Keluar dari rumahnya, dia berjalan menuju ke garasi untuk mengeluarkan motor matic barunya itu. Plat nomor motornya masih menggunakan warna merah dengan latar belakangnya putih.
Menandakan motor tesebut masih belum menggunakan plat resmi, masih menggunakan plat nomor yang dikeluarkan oleh dealer untuk sementara waktu sampai plat nomor motornya dan surat-surat kendaraannya selesai dibuat oleh otoritas yang berwenang dalam waktu paling lama satu bulan.
Tan menaiki motor matic yang harganya fantastis tersebut dan ada perasaan aneh saat dia menaiki motor barunya itu.
Dia merasa kalau dirinya sedang menaiki motor besar yang sering muncul dalam film-film Amerika.
Meskipun begitu, Tan berusaha untuk membiasakan diri dengan motor barunya itu.
Dia langsung mengendarai motornya itu menuju ke kantor cabang aplikator AYOJEK yang tidak jauh dari kawasan pusat kota Yogyakarta.
Perjalanan menuju ke kantor cabang AYOJEK yang ada di Yogyakarta tidak membutuhkan waktu lama. Hanya satu jam, Tan sudah sampai di kantor tersebut.
Dia langsung memarkirkan motornya itu di tempat yang disediakan oleh perusahaan aplikator tersebut. Tanpa basa-basi lagi, dia berjalan memasuki gedung yang menjadi tempat kantor cabang aplikator AYOJEK di Yogyakarta.
Saat memasuki bangunan yang seperti sebuah ruko sembako, dia langsung berhadapan dengan counter resepsionis yang dijaga oleh satu orang perempuan.
Pegawai itu sedang mengobrol dengan seorang petugas kemanan atau biasa dipanggil satpam.
"Permisi, numpang tanya ... " Ujar Tan saat sudah berada dekat dengan counter resepsionis itu.
"Ah, iya, silahkan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya pegawai resepsionis itu dengan sopan.
Sedangkan si satpam terlihat tidak senang dengan kehadiran Tan yang telah menganggu obrolannya dengan pegawai resepsionis yang sudah sangat lama menjadi incarannya untuk dijadikan calon istrinya.
Rasa tidak sukanya itu tidak dia sembunyikan, malah dilakukan secara terang-terangan dengan menatap Tan secara intens.
Tan tidak menyadari hal itu karena dia sedang tidak berurusan dengan satpam tersebut sehingga pandangannya hanya tertuju pada pegawai resepsionis.
"Saya sudah mendaftar secara online untuk menjadi driver motor AYOJEK dan proses selanjutnya diberitahukan untuk datang ke kantor agar membeli atribut dan pengisian saldo 100 ribu untuk mengaktifkan secara penuh akunnya." Jelas Tan yang masih tidak menyadari tatapan tidak suka dari si satpam.
"Baik, bisa saya tahu nomor id akunnya, agar saya check terlebih dahulu." Pinta pegawai resepsionis itu.
Tan mengeluarkan ponsel pintarnya, menggerakkan jari telunjuknya untuk membuat sebuah pola di layar ponsel pintarnya itu agar screen lock terbuka.
"508946821" ujar Tan yang menyebutkan nomor akun AYOJEK nya.
"Baik, mohon tunggu sebentar, saya akan mengeceknya terlebih dahulu." Ujar pegawai resepsionis itu sambil menatap ke layar komputer.
"Atas nama Tanaka Syahputra, pendaftaran dilakukan kemarin hari, pukul 10.40 WIB, apa benar?" Tanya pegawai resepsionis itu.
"Ya ... " Jawab Tan singkat.
"Bisa tunjukkan kartu indentitas Anda pada saya?"
Tan mengeluarkan dompetnya yang cukup tebal karena berisi puluhan lembar uang nominal 100 ribu, 50 ribu, 10 ribu dan 5 ribu.
Pegawai resepsionis dan satpam itu dapat melihat lembaran uang yang menumpuk di dompet Tan yang membuat dompet itu menjadi gembung.
Mereka sedikit tercengang karena begitu banyaknya uang di dompet yang kecil tersebut.
"Ini." Kata Tan sambil menyerahkan E-KTP nya.
Pegawai itu menerima kartu indentitas tersebut dan mengecek keaslian data yang ada di database komputernya dengan E-KTP.
Setelah itu dia mengembalikan kartu indentitas tersebut dan mengarahkan Tan menuju ke sebuah ruangan untuk melakukan pembelian atribut dan saldo akun.
Tan menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke arah yang telah disebutkan oleh pegawai resepsionis tersebut.
Setelah Tan pergi, pegawai resepsionis itu kembali mengobrol dengan si satpam dan topik obrolannya adalah apa yang telah mereka lihat pada dompet Tan yang berisi banyak lembaran uang.
"Dia cukup tampan dan uangnya juga banyak, apa dia orang kaya? apa dia sudah punya pacar? Aku ingin daftar jadi calon pacarnya kalau dia masih jomblo." Tanya pegawai resepsionis itu.
Pertanyaan itu membuat si satpam yang sudah mengincar pegawai resepsionis itu menjadi kesal.
"Gak mungkin dia orang kaya, mana ada orang kaya daftar jadi driver ojek online!" Ujar si satpam dengan nada kesal.
"Uang yang ada di dompetnya itu pasti hanya uang mainan, hanya untuk pamer saja, lagipula di zaman modern dan serba digital saat ini mana ada orang yang membawa uang tunai sebanyak itu." Lanjut si satpam dengan fitnah.
"Ah mana mungkin uang yang ada di dompetnya itu uang mainan, hanya orang gila yang mengisi dompetnya dengan uang mainan." Ujar pegawai resepsionis itu.
Si satpam tertawa kecil mendengar itu. "Hahaha, ya, dia memang orang gila, ngisi dompetnya dengan uang mainan, dah lah, lupakan saja orang gila itu, jadi gimana nanti malam, kita jadi makan malam berdua kan? Aku tahu tempat pecel lele yang enak." Kata si satpam.
Sementara itu, Tan berjalan dengan santai menuju ke ruangan yang menjadi tempat mengaktifkan akun AYOJEK secara penuh.
Suasana kantor cabang AYOJEK itu masih sepi dengan pengunjung karena hari masih terlalu pagi sehingga saat Tan sampai ke ruangan pengaktifan akun AYOJEK secara penuh, ruangan tersebut masih kosong dari pengunjung.
Ada dua pegawai yang menempati ruangan tersebut dan Tan berjalan menuju ke pegawai yang searah dengan pintu ruangan tersebut.
Proses pengaktifan akun driver AYOJEK tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya berlangsung sekitar setengah jam. Tan hanya mengeluarkan uang 315 ribu untuk membeli atribut dan pengisian saldo akun.
"Baik, akun driver Anda sudah aktif secara penuh dan bisa menerima orderan sekarang juga." Jelas pegawai itu.
"Untuk mengetahui lebih jelas terkait sistem kerja aplikasi driver AYOJEK, Anda bisa melihat video tutorial yang berada di channel You\*ube kami." Jelasnya lagi.
"Oh, tidak ada pelatihan secara tatap muka? Saya baca informasinya seperti itu." Tanya Tan.
"Pelatihan secara tatap muka sudah tidak kami lakukan lagi sejak pandemi C19 berlangsung dan sampai sekarang, para mitra driver baru, kami untuk melihat tutorial sistem kerja AYOJEK melalui video yang ada di channel resmi kami." Jelas pegawai itu.
Tan menganggukkan kepalanya, dia langsung pergi dari tempat tersebut setelah menerima atribut AYOJEK berupa satu jaket dan satu helm. Dia merasa tidak ada urusannya lagi untuk berlama-lama di tempat tersebut.
"Baiklah, apa aku mulai sekarang atau lihat video tutorial terlebih dahulu?" Gumam Tan saat berada di atas motornya dan siap pergi dari kantor cabang AYOJEK.
Selagi dia memikirkan tentang itu, perutnya berbunyi yang menandakan dia harus mengisi perutnya dengan makanan.
Saat pergi ke kantor cabang AYOJEK, dia hanya sarapan roti sobek sisa semalam dan air mineral untuk mengisi perutnya.
Dua hidangan itu tidak cukup mengisi perutnya yang sudah terbiasa makan banyak sejak dia tidak lagi kekurangan dengan uang.
"Lebih baik aku nonton tutorialnya dulu, besok baru mulainya." Gumamnya yang langsung meninggalkan area kantor cabang AYOJEK, mencari warung makan atau restoran untuk menyantap sarapan pagi ke dua kalinya.