MIRACLE: SUPER RICH!!!

MIRACLE: SUPER RICH!!!
Happy shopping!



Beberapa hari telah berlalu selama Tan berada di Jakarta dan menginap di hotel Milenial Sirih. Keluarga bu'lek nya juga telah menginap di hotel tersebut setelah pa'lik Karto memberikan ijin akan hal itu.


Tan membuka kamar hotel lagi dengan jenis kamar Milenial super eksekutif suite yang merupakan kamar mewah kedua setelah presidential suite dan itu juga berada di lantai 15 sama dengan tempat presidential suite berada.


Kamar hotel ini juga tidak memiliki bathtub, hanya ada shower sehingga Tan berpikir apakah semua kamar yang ada di hotel Milenial memang tidak menyediakan bathtub di kamar mandinya?


Hari ini adalah hari Minggu dan pa'lik Karto tidak bekerja di hari tersebut sehingga Tan memanfaatkan hal ini untuk berjalan-jalan. Sebenarnya kemarin hari dia dan seluruh keluarga Bu'denya sudah jalan-jalan karena pa'lik Karto juga tidak bekerja.


Tan mengunjungi taman hiburan Ancol atau Dufan yang merupakan tempat hiburan ikonik di kota Jakarta. Sebelumnya dia terlebih dahulu mengunjungi SeaWorld yang juga berada satu area dengan Ancol.


Mereka bersenang-senang di taman hiburan tersebut sampai hari sudah petang dan lanjut makan malam di restoran mewah seafood yang juga satu lokasi dengan area Ancol.


Sekarang Tan ingin jalan-jalan sambil berbelanja, namun dia tidak tahu mall atau tempat belanja yang bagus di Jakarta sehingga semalam, dia bertanya pada Sonya yang sedang asyik menonton acara hiburan dari Korea Selatan di kamar presidential suite.


"Soya, kamu tahu tempat belanja bagus? Masalah harganya tidak usah dipikirkan, yang penting tempat belanja itu bagus dan barangnya branded semua bukan kw." Tanya Tan.


"Weesss, gaya betul ney orang, gak peduli harganya, barangnya branded bukan kW, sombong banget!" Ledek Soya.


"Hahaha, abang kamu ini dah punya banyak uang, jadi bolehlah sekali-kali bergaya, dah, kamu tahu gak tempatnya?" Tanya Tan lagi.


"Kalau tidak mempermasalahkan harga dan barangnya branded, itu di mall semua dan ada empat mall yang bisa Soya rekomendasi, plaza Indonesia, plaza Senayan, Senayan city dan grand Indonesia." Jawab Soya.


"Mana yang paling dekat dengan hotel ini?" Tanya Tan karena dia tidak ingin jauh-jauh. Dia tidak ingin terjebak macet yang menyita waktu cukup lama.


Tan merasa kagum dengan orang-orang yang tinggal di Jakarta karena mereka bisa bertahan lama hidup seperti itu.


"Kalau gitu, Grand Indonesia dan plaza Indonesia, itu yang ada di dekat bundaran yang ada patung selamat datang." Jawab Soya.


Tan menganggukkan kepalanya karena saat sampai di Jakarta dan menuju ke hotel Milenial dia melewati bundaran tersebut.


Dia memikirkan sejenak untuk memilih dari dua mall tersebut. Meskipun dua mall tersebut saling berdekatan tetap aja dia harus memilih salah satu dari keduanya. Sebagai pengidap penyakit psikologis introvert akut, dia hanya ingin jalan-jalan dan belanja di satu tempat saja.


"Mana yang lebih bagus, Grand Indonesia atau plaza Indonesia?" Tanya Tan.


"Soya lebih milih ke plaza Indonesia bila ingin berbelanja barang branded daripada Grand Indonesia, tapi kalau makan ataupun nongkrong mewah di Grand Indonesia karena banyak pilihan daripada plaza Indonesia." Jelas Sonya.


Mendengar itu Tan memutuskan untuk pergi ke plaza Indonesia dan seperti itulah, sekarang dia mengendarai mobilnya keluar dari parkiran hotel Milenial menuju ke plaza Indonesia.


Akan tetapi dia hanya pergi berdua dengan Sonya. bu'lek Asmuni dan pa'lik Karto memutuskan untuk tidak ikut karena tidak menyukai tempat seperti mall selain itu mereka juga ingin beristirahat di hotel.


Meskipun sedikit kecewa karena bu'lek Asmuni dan pa'lik Karto tidak ikut Tan tetap pergi karena Sonya sudah mengharapkan pergi ke plaza Indonesia. Dia hampir tidak pernah datang ke mall mewah tersebut karena memang tidak ada yang bisa dia beli di sana dengan uang sakunya sebagai pelajar SMP bahkan saat ini SMA juga tidak akan bisa.


Mengikuti petunjuk dari Sonya dan juga GPS yang di layar head unit di dashboard mobilnya itu sebagai pencegahan kalau-kalau Sonya memberikan arahan yang salah. Mereka berdua sampai di plaza Indonesia hanya kurang dari 20 menit.


Jalanan menuju ke mall itu tidak terlalu ramai, meskipun masih macet tepat di jalan masuk area mall tersebut. Tan memakirkan mobilnya di parkiran bawah tanah dan kemudian memasuki lift untuk membawanya ke lantai dasar atau lantai satu mall tersebut.


Tan merasa lega karena mengikuti saran dari Sonya tentang pakaiannya. Dia awalnya memakai pakaian biasa, yakni celana training biru, sandal rumahan warna kuning, kaos polos hijau dan jaket hoodie merah. Pakaiannya Hampir seperti pelangi.


Melihat pakaian yang dikenakan oleh Tan, membuat Sonya langsung memberikan perintah untuk mengganti. Dia segera membongkar koper Tan dan memilih beberapa pakaian sehingga menjadi satu stelan yang cukup modis.


Pakaian yang dia kenakan saat ini, sepatu kasual yang dia pakai saat datang ke rumah bu'lek Asmuni, celana chino skinny hitam, kaos polos putih dan jaket denim abu-abu. Tidak lupa dengan jam tangan yang dia pakai saat menghadiri pernikahan mantan pacarnya.


Melihat penampilan Tan seperti itu membuat Sonya merasa puas dan seandainya dia memiliki umur yang tidak terlalu jauh dengan Tan, dia pasti sudah jatuh hati dengan Tan yang berpenampilan modis dan keren.


"Jadi mau kemana dulu, bang Tan?" Tanya Sonya saat keluar dari lift.


Tan melihat-lihat sekitarnya dan kemudian berkata, "Kita cari gerai ponsel dulu, aku ingin ganti ponsel."


Sonya menganggukkan kepalanya dan mereka berjalan menyusuri lorong yang ada di mall tersebut sambil melihat kanan dan kiri, mencari gerai ponsel tapi tidak ketemu.


"Tunggu sebentar, Soya cari di mbah Gogle dulu." Kata Sonya yang langsung mengeluarkan ponsel pintar dari brand Sangsung asal Korea Selatan.


Akan tetapi ponsel pintar milik Sonya itu seri keluaran tahun 2018. Tan yang melihat itu langsung kepikiran untuk membelikan ponsel keluaran terbaru tahun 2022 untuk adik sepupunya itu juga untuk bu'lek dan pakdenya.


Bagaimanapun keluarga Bu'denya telah banyak membantu Tan di masa-masa sulit.


"Ada tiga gerai ponsel di mall ini, Sangsung, Appa, dan m-box, mau pergi yang mana?" Tanya Sonya.


Tan memilih pergi ke M-box karena tempat itu menjual berbagai brand ponsel tidak hanya satu seperti Sangsung dan Appa.


Mereka berdua langsung ke lantai tiga dengan menaiki tangga berjalan atau eskalator.


Sesampai di depan gerai M-BOX, Tan dan Sonya langsung masuk dan mereka langsung disambut oleh SPG berwajah cantik dan memakai pakaian ketat sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya dari atas sampai bawah.


"Selamat datang di M-box plaza Indonesia, ada yang bisa saya bantu?" Tanya SPG itu.


"Perlihatkan ponsel termahal dari brand Somay." Pinta Tan.


SPG itu yang tadinya terlihat bersemangat langsung berubah saat Tan mengatakan brand tersebut. Meskipun begitu dia masih memperlihatkan sikap ramah.


"Mohon tunggu sebentar, tuan." Ujar SPG itu yang kemudian pergi meninggalkan Tan menuju ke counter kasir.


Sesampai di counter kasir dia langsung menggerutu dan menghina Tan pada rekannya yang ada di sana tentang hal tersebut. Dia juga memberikan perintah pada juniornya untuk melayani Tan karena dia merasa gak mood untuk melayat pengunjung yang membeli ponsel brand Somay.


Dia akan merasa senang bila melayani pelanggan yang ingin membeli brand Aplee.


Selagi menunggu itu, Tan melihat-lihat gadget dengan berbagai brand yang dipamerkan di gerai tersebut. Dia melihat Sonya menuju ke ponsel Ayphone terbaru, 13 pro maxi yang sedang dipamerkan di gerai tersebut. Dia mengambil dan mengontak atik ponsel tersebut, mencoba berbagai fitur yang ada pada ponsel tersebut.


"Selamat siang, tuan tadi apakah tuan meminta ponsel brand Somay termahal?" Tanya SPG baru, bukan yang sebelumnya.


SPG ini terlihat lebih muda daripada SPG sebelumnya.


"Ya, apakah ada?" Tanya Tan yang tidak masalah dengan siapapun SPG yang melayaninya.


"Tentu, tuan, ponsel dari brand Somay termahal sampai saat ini adalah may mix fold yang terdiri 2 macam tipe ram, 12 GB dan 16 GB, memori internalnya sebesar 512 GB." Jawab SPG muda itu. "harga may mix fold Ram 12 GB, 18.599.000 rupiah sedangkan ram 16 GB, 19.450.000 rupiah, tuan." Jelas SPG itu lagi.


SPG muda itu menganggukkan kepalanya dan kemudian dia menuntun Tan menuju ke etalase ponsel brand Somay berada.


SPG itu membuka kaca etalase dan mengambil ponsel may mix fold Ram 12 GB sebagai contoh untuk diperlihatkan pada Tan karena yang ram 16 GB tidak dipamerkan, masih dalam kotaknya. Meskipun begitu tidak ada yang berbeda dari fitur-fitur may mix fold 12 GB dengan 16 GB.


Tan melihat dengan seksama dan memiliki dua layar, yakni layar depan yang sebesar 6 inchi dan layar dalam yang bisa dilipat sebesar 8 inchi.


SPG itu kemudian menjelaskan berbagai fitur dan spesifikasi yang ada dalam ponsel tersebut yang Tan tidak terlalu mengerti apa yang dikatakan oleh SPG itu.


Pria introvert itu sedikit gaptek tentang perkembangan teknologi gadget. Dia hanya tahu bila gadget itu mahal, maka teknologi yang dipakai lebih canggih. Harga tidak pernah mengecewakan kualitas suatu barang.


Meskipun terkadang ada juga yang mengecewakan, atau harga mahal tapi kualitasnya rendah.


Bila seperti itu hanya bisa ditinggalkan dan tidak pernah membeli barang dari brand tersebut yang memberikan harga tidak sesuai dengan kualitasnya.


Kecuali kualitas tinggi harga murah, itu akan membuat orang-orang menyukai brand tersebut dan menjadi populer, salah satu contohnya, brand Somay yang disukai oleh Tan daripada brand lainnya yang memakai OS Android.


"Baiklah, aku ambil ponsel ini yang ram 16 GB." Kata Tan.


"Baik, apa tuan akan membayarnya dengan kredit, kami memiliki promosi bila-" Belum selesai SPG muda itu bicara, Tan langsung menyelanya.


"Tidak, aku akan membayarnya secara tunai, simpan ponsel ini dulu, aku mau lihat yang lainnya." Ujar Tan.


SPG itu terkejut saat mendengar Tan membayar dengan tunai, bahkan akan melihat yang lainnya dan akan kemungkinan membeli lagi. Dalam pikirannya muncul komisi besar yang akan dia terima saat gajian nanti.


"Senior Devi pasti akan iri dan menyesal karena sudah menyerahkan pengunjung ini padaku." Pikir SPG itu.


Tan tidak tahu hal itu, dia hanya berjalan menuju ke tempat Sonya berada yang masih memainkan Ayphone 13 pro maxi.


"Apa kamu menyukainya, Soya?" Tanya Tan yang membuat Sonya terkejut.


"Ya, Soya menyukainya, lagipula siapa yang tidak menyukai ponsel dari brand Aplee yang teruji kualitasnya lebih canggih daripada brand lainnya." Jelas Sonya yang sangat menginginkan ponsel tersebut.


Dia adalah fans brand Aplee dan sangat menginginkan ponsel dari brand tersebut. Akan tetapi harga cukup mahal tidak terjangkau olehnya. Bahkan dia merasa ragu untuk meminta babenya membeli ponsel dari brand tersebut.


"Aku ambil ini juga." Ujar Tan dengan singkat dan tegas.


Mendengar itu membuat SPG itu langsung merasa senang dan bertanya, "Ponsel ini memiliki empat jenis kapasitas memori 128, harganya 19-" perkataan SPG muda itu dipotong lagi oleh Tan.


"Berikan saja yang paling tinggi." Ujar Tan dengan singkat.


"Baik, Ayphone 13 pro maxi dengan memori 1 TB dan ram 6 GB, seharga 30.799.000 rupiah, apa tua akan ... Saya akan mengambilnya." Kata SPG itu yang ingin menanyakan pembayaran dengan kredit tapi langsung teringat kalau Tan akan membayarnya dengan tunai.


SPG itu segera mengambil kotak Ayphone 13 pro maxi dari dalam etalase brand Aplee.


Sonya langsung menatap Tan dengan pandangan tidak percaya, dan bertanya, "Bang Tan, bukakan kah bang Tan sudah membeli ponsel dari brand Somay itu? Kenapa membeli ponsel lagi?"


"Itu buat kamu, katanya kamu menyukainya, makannya aku membelinya untuk kamu, apa bu'lek dan pa'lik menyukai ponsel dari Aplee juga?" Tanya Tan.


Mendengar Tan membeli ponsel Ayphone 13 pro maxi itu untuk dirinya langsung membuat Sonya kaget.


"Bang Tan, gak usah, Soya masih punya ponsel lama dan masih berfungsi dengan baik." Ujar Sonya yang menolak meskipun dia sebenarnya sangat menginginkan ponsel itu.


Sonya telah di ajarkan oleh nyak dan babenya untuk tidak menerima pemberian barang yang cukup mahal dari orang lain, meskipun itu dari kerabat keluarganya.


Kecuali dalam keadaan tertentu seperti pemberian hadiah saat dirinya berulang tahun. Dia bisa menerima hadiah semahal apapun itu.


"Udah terima aja atau aku kasih untuk bu'lek dan pa'lik aja, kamu gak usah karena menolak, gimana?" Tanya Tan yang menggoda Sonya.


" ... kalau bang Tan beli untuk nyak dan babe, apa boleh buat, Soya mau! Nyak dan babe pasti gak marah pada Soya karena dibeliin juga." Ujar Sonya yang merasa senang dan beralasan seperti itu.


Tan hanya tertawa saja, dia kemudian melihat-lihat sekitarnya lagi di gerai itu. Penglihatan jatuh pada tab dan laptop.


"Soya, kamu punya laptop atau tab?" Tanya Tan.


Sonya langsung menggelengkan kepalanya dan SPG muda yang sudah kembali dengan membawa kotak Ayphone 13 pro maxi 1 TB langsung tersenyum sumringah mendengar Tan bertanya seperti itu.


"Mungkinkah pria ini akan membeli tab atau laptop? Wow, apa pria ini orang kaya? Apa dia sudah punya pacar atau istri? Mungkinkah wanita muda ini pacarnya? Tidak mungkin, gadis ini terlalu muda untuk menjadi pacarnya, mungkinkah pria ini seorang lolicon?"


Begitu banyak pikiran dalam SPG itu sampai berpikiran berlebihan tentang Tan.


"Kalau gitu pilih salah satu atau dua-duanya juga boleh." Ujar Tan yang berjalan menuju ke tempat tab dan laptop yang sedang dipamerkan. Kedua jenis gadget itu satu brand yakni Aplee.


"Tidak usah, bang Tan, Soya sudah cukup dengan ponsel Ayphone 13 pro maxi, tidak perlu Aypad." Ujar Sonya.


Bagaimanapun Sonya tahu diri. Dia tidak akan mengambil kesempatan untuk menerima lebih dari yang sudah diterimanya. Dia akan dimarahi oleh nyak dan babenya bila tahu tentang hal ini.


Tan seperti mengerti maksud dari penolakan Sonya dan dia langsung berkata, "Biarkan aku yang ngomong sama bu'lek dan pa'lik bila mereka memarahi kamu karena hal ini, jadi tenang aja, lihat-lihat sana, mana yang kamu suka dari dua gadget itu, masalah harga tidak masalah bagi aku."


Mendengar adanya pembelaan dari Tan bila kedua orangtuanya akan marah dan juga kakak sepupunya memaksa membuat Sonya tidak berpikir dua kali.


Melihat Sonya mau menerimanya, Tan bertanya, "Makbook atau Aypad atau dua-duanya?"


"Makbook aja bang Tan." Jawab Sonya dengan singkat. Dia lebih memilih Makbook daripada Aypad karena berdasarkan kegunaan, Aypad memiliki fungsi yang sama seperti ponsel pintar, hanya saja layar lebih besar hampir sama seperti layar laptop.


Dia sudah memiliki ponsel 13 pro maxi jadi tidak perlu Aypad. Lagipula Aypad lebih susah untuk dibawa-bawa daripada Ayphone.


Tan menganggukkan kepalanya dan menatap ke arah SPG muda itu. "Tolong perlihatkan Makbook paling terbaru." Ujar Tan dengan tegas.


SPG itu terkejut mendengarnya dan kemudian dia langsung menuntun Tan menuju ke tempat Makbook terbaru, meskipun itu keluaran tahun kemarin, Aplee belum mengeluarkan Makbook di tahun 2022.


SPG itu segera menjelaskan spesifikasi Makbook terbaru tersebut dengan penuh semangat dan kemudian memberitahu harganya, yakni 62.050.000 rupiah.


"Aku ambil." Ujar Tan dengan singkat dan langsung membuat SPG itu merasa sangat senang.