MIRACLE: SUPER RICH!!!

MIRACLE: SUPER RICH!!!
Memulai Investasi Saham



Langit yang berwarna kebiruan dan putih cerah telah berubah menjadi hitam keabu-abuan dengan sinar bulan setengah menghiasi langit malam kota Yogyakarta.


Tan sedang berada di meja makannya, menyantap beberapa makanan fast food, seperti Pizza berukuran besar, satu box ayam Kentucky, spaghetti, Hamburger dan minuman soda.


Dirinya sudah lama atau hampir tidak pernah lagi memakan makanan fast food, sejak harta warisan kedua orangtuanya menipis dan habis.


Saat masih memiliki harta warisan peninggalan orang tuanya dia selalu memesan makanan secara online setiap harinya, terutama makanan fast food itu.


Hampir tidak masak makanan di rumah karena Tan tidak ahli dalam mengolah bahan makanan mentah menjadi makanan yang enak untuk disantap.


Bahan mentah yang paling bisa dia olah menjadi makanan yang layak hanyalah telur ayam menjadi telur rebus, dadar ataupun telur goreng dan mie instan.


Saat ibunya masih hidup, makanan selalu tersedia di meja makan, dari pagi, siang dan malam selalu ada. Namun sejak ibunya meninggal dunia, makanan masih tersedia, tapi kebanyakan adalah makanan yang dibeli oleh dirinya atau ayahnya di warung makan yang tidak jauh dari rumah.


Tidak pernah membeli makanan fast food karena ayahnya tidak menyukai makanan fast food.


Setelah ayahnya meninggal, dimulailah makanan fast food menjadi primadona bagi Tan karena dia hampir setiap hari memesan makanan tersebut sampai akhirnya dia menyadari kalau uang warisannya semakin berkurang karena tidak adanya pemasukan sama sekali.


Dari hal itulah Tan menyadari bahwa dirinya harus mencari pemasukan, namun karena penyakit psikologisnya itu yang sangat parah, dia mencari pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah daripada bekerja di luar rumah.


Usaha pakaian online membuat dia tertarik untuk dijadikan pemasukan keuangannya. Usaha tersebut awalnya berjalan dengan lancar, namun semakin lama usaha itu berakhir macet dan gagal karena dirinya tidak tidak terlalu memahami teknik marketing untuk memasarkan produk pakaiannya.


Hal ini tentu menambah pengeluaran daripada pemasukan ditambah dengan mengambil pinjaman untuk dijadikan modal usaha, menambah keterpurukan ekonomi yang dialami oleh Tan.


Namun sekarang berbeda, dia sudah memiliki uang yang bisa bertahan lebih dari dua bulan dan juga keberkahan yang diberikan Allah pada dirinya sehingga dia yakin kedepannya akan menjadi lebih baik.


Selain itu Tan juga sudah belajar dari pengalaman masa lalu kalau dirinya harus mengolah uangnya dengan benar, tidak lagi bersikap boros lagi, meskipun pada saat ini dia sudah melalukan pemborosan dengan membeli makanan fast food dengan jumlah besar.


"Ini bukan pemborosan, tapi perayaan untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik." Kata Tan pada dirinya yang menyakinkan dirinya bahwa dirinya tidak melakukan pemborosan saat ini.


Dia melakukan perayaan makan besar yang pesertanya hanya dirinya sendiri sampai pukul 11 malam.


Makanan yang dia beli itu tidak dapat dia habiskan semuanya sehingga makanan yang masih tersisa, seperti pizza dan ayam, dimasukkan ke dalam kulkas untuk disantap sebagai sarapan pagi di hari esok.


Setelah berpesta hanya sendirian, dia langsung menuju ke kamarnya untuk beristirahat dan dia tidak sabar untuk melakukan transaksi pertamanya pada perdagangan saham esok hari.


Tan sudah memiliki rekening sekuritas dan telah memasukkan 5 juta ke rekening tersebut sebagai dana awal. Meskipun dana awal untuk membuka rekening sekuritas minimal satu juta di BPS sekuritas, tapi Tan memasuki 5 juta tersebut sebagai dana awal.


Dia juga sudah mengajukan pendaftaran pembuatan NPWP agar uang yang di rekening sekuritas bisa dipindahkan ke rekeningnya.


Dengan dipindahkan uang tersebut ke rekening sekuritas, uang yang ada di rekening bank NI tersisa 3.158.242 rupiah, jumlah yang masih cukup untuk bertahan selama beberapa bulan dengan cara melakukan penghematan tingkat ekstrem.


Waktu berjalan dengan cepat dan Tan bangun tidurnya tepat jam 4.30 dini hari. Meskipun dirinya tidur jam 12 malam, tapi dirinya masih bisa bangun untuk melaksanakan sholat subuh.


Tan sudah menjadikan adzan subuh sebagai alarmnya untuk bangun dini hari. Rumahnya tidak terlalu jauh dari masjid sehingga suara adzan yang keluar dari toa akan terdengar keras saat berkumandang.


Meskipun wajahnya masih sayu dan ngantuk, dia tetap berjalan keluar kamarnya, menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu agar bisa melaksanakan sholat subuh.


Saat bercermin di kamar mandi, dia melihat wajahnya cukup bengkak dan berminyak karena terlalu banyak makan berminyak semalam.


Tidak sampai 5 menit, dia sudah selesai dengan sholat subuhnya dan lebih 10 menit untuk dzikir dan doanya. Tan memohon lebih banyak pada Allah karena waktu subuh merupakan salah satu waktu yang paling tepat untuk berdoa, meminta segala hal para Allah. Waktu lainnya adalah saat magrib.


Jam sudah menunjukkan pukul 5.10, Tan tidak langsung kembali tidur karena guru agamanya saat di SMA menyarankan untuk tidak kembali tidur setelah sholat subuh, tapi melakukan aktivitas bermanfaat sebelum menjalankan aktivitas harian.


Oleh karena itu, Tan menuju ke rooftop untuk melakukan olahraga pagi hari dengan melakukan peregangan otot atau yoga.


Dia tidak pernah melakukan olahraga diluar rumah karena dia ingin semaksimal mungkin melakukan aktivitas hariannya di dalam rumah termasuk berolahraga.


Keluar rumah hanya dilakukan bila sangat diperlukan saja, seperti kemarin hari.


90% aktivitas hariannya berada di rumah sejak dia lulus dari fakultas hukum dan sejak dia berpisah dengan mantan pacarnya, presentase itu berubah menjadi 99%. Oleh karena itu dia sangat jarang berinteraksi dengan tetangganya.


"Ukhh, otot-otot ditubuhku menjadi kaku karena sudah beberapa hari terakhir tidak melakukan peregangan otot, punggungku juga semakin membaik, tidak terlalu sakit lagi." Kata Tan pada dirinya.


Aktivitas itu dilakukan sampai pukul 06.10 WIB, setelah itu dia kembali masuk untuk mandi pagi yang merupakan sebuah kewajiban baginya. Bila tidak mandi pagi, dia merasa tidak nyaman.


Lima menit dia habiskan untuk mandi dan kemudian segera memakai pakaian baru yang masih sejenis dengan pakaian sebelumnya, yakni celana training dan kaos polos.


Dia menuju ke dapur dan membuka kulkas untuk mengambil beberapa potongan pizza yang masih tersisa untuk dipanaskan di dalam microwave.


Pizza itu akan menjadi menu sarapan paginya sambil menunggu pasar saham domestik dibuka.


Sambil menunggu pizza nya selesai dipanaskan, dia menonton acara hiburan pagi.


Suara seperti bel berbunyi dari microwave dan itu menandakan pizza nya sudah selesai dipanaskan. Tan langsung beranjak dari sofa depan tv menuju ke dapur untuk mengeluarkan pizza dari dalam microwave dan menyantapnya sambil menonton acara hiburan pagi di TV.


Bersamaan dengan itu juga, Tan melihat pasar saham melalui aplikasi BPS sekuritas yang telah dia download sebelumnya..


Aplikasi BPS sekuritas itu sudah terhubung dengan BEI secara real time sehingga memudahkan dirinya untuk melihat saham-saham perusahaan yang tergabung di BEI.


Dia melihat-lihat berbagai perusahaan yang ada aplikasi tersebut belum ada perubahan karena jam kerja BEI akan dimulai pukul 8.45 pagi.


Meskipun begitu dalam penglihatannya, harga-harga saham yang ada dalam indeks BEI tersebut sudah berubah sampai jam penutupan perdagangan saham di BEI yakni jam 5 sore.


Tan kemudian beranjak untuk mengambil pulpen dan buku agar dia dapat mencatat beberapa perusahaan yang harga sahamnya akan naik tinggi sampai penutupan pasar saham BEI tersebut.


Namun yang menjadi perhatian Tan adalah, proses penyelesaian pasar saham domestik adalah T+2 setelah order dilakukan.


Meskipun Tan membeli sahamnya hari ini melalui sekuritas, namun dia baru dapat memiliki saham itu dua hari kemudian dan begitu juga dengan saat menjual.


Hal inilah yang membuat Tan harus berhati-hati dalam memilih saham perusahaan karena penglihatannya hanya sampai satu hari saja. Bisa saja pada hari ini terlihat bagus, namun esok harinya malah jatuh harga sahamnya


Meskipun order pembelian atau penjualan bisa dibatalkan selama masih dalam status sending dalam sekuritas, tapi tetap saja Tan tidak akan mendapatkan keuntungan sama sekali bila membatalkan dan membeli lagi tapi harga saham yang dibelinya jatuh merosot seperti air terjun, melewati harga yang dibelinya.


"Meskipun dalam penglihatan harga sahamnya naik, aku juga harus melihat juga kredibilitas perusahaannya dan hal lainnya." Kata Tan yang mulai mencatat beberapa nama perusahaan yang akan dia beli sahamnya setelah melihat harga sahamnya naik ke titik tertinggi sampai penutupan pasar terjadi.


Ada 5 perusahaan yang dia catat dalam buku. 5 perusahaan itu merupakan pilihan paling bagus harga sahamnya dari 11 perusahaan yang akan tetap naik sampai ke penutupan terjadi.


"Masih ada waktu 1,5 jam lagi waktu pembukaan pasar saham BEI." Kata Tan setelah melihat jam yang tertera di ponsel pintarnya.


Dia langsung mencari informasi 5 perusahaan tersebut seperti proyeknya, skandal kasus dan lain-lain yang bisa mempengaruhi naik turunnya harga saham perusahaan tersebut.


1,5 jam pun berlalu dengan cepat, pasar saham sudah dibuka. Tan telah menyelesaikan melihat kredibilitas 5 perusahaan tersebut dan menurutnya tidak ada masalah.


Jadi, dia langsung membuka aplikasi BPS sekuritas, mencari langsung lima perusahaan itu melalui fitur pencarian yang tersedia di aplikasi tersebut.


Tan langsung membeli saham dari lima perusahaan itu dengan memakai semua dananya yang berjumlah 5 juta rupiah.


Saat ini harga saham lima perusahaan itu berwarna putih dan satunya merah. Akan tetapi 30 menit kemudian, harga saham lima perusahaan itu berubah warna menjadi hijau dan itu berlangsung sampai jam penutupan.


Dengan 5 juta rupiah itu, Tan hanya dapat membeli 835 lembar saham dari lima perusahaan tersebut.


Meskipun terlihat sedikit, namun keuntungan yang didapatkannya bila harga saham dari lima perusahaan itu tidak turun pada hari ke tiga, maka Tan akan mendapatkan keuntungan sekitar 10 juta rupiah bila berdasarkan penglihatannya saat ini.


Ada kemungkinan pada hari ke tiga bisa lebih naik lagi harga sahamnya dari harga yang dia beli sehingga keuntungan yang akan didapatkan oleh Tan akan lebih banyak lagi.


Setelah melakukan pembelian tersebut, tidak ada hal penting lagi yang harus dilakukan oleh Tan, dia hanya bersantai-santai dirumahnya sepanjang hari seperti biasanya.


Waktu berjalan begitu cepat dan hari ke tiga telah tiba. Saat ini saham yang dibelinya telah memberikan keuntungan melebihi dari penglihatan dua hari yang lalu.


Dia mendapatkan keuntungan sebesar 15 juta lebih. Tan tidak langsung terburu-buru menjual saham tersebut karena dalam penglihatannya sampai penutupan sahamnya akan tetap hijau.


Dia akan memutuskan menjual atau mempertahankan sahamnya esok hari, saat dirinya mendapatkan penglihatan terbaru.


Keesokan harinya Tan melihat bahwa harga sahamnya sudah terlihat adanya perubahan menjadi warna merah dalam penglihatannya, meskipun saat ini masih hijau, namun saat jam 1 siang, harga saham lima perusahaan itu akan jatuh kebawah.


Tan langsung melakukan order penjualan saham dari setiap lima saham tersebut. Dia tidak menetapkan harga penjualan, membiarkan sistem dari BPS sekuritas mengikuti harga saham saat dia melakukan order penjualan.


"Mendapatkan keuntungan besar dengan cepat dari bursa efek dengan sistem saat ini tidak terlalu menguntungkan, yang ada kelelahan, aku harus mencari sesuatu yang bisa aku gunakan dengan penglihatan 24 jam."


Tan telah merasakan kelelahan sejak dia melakukan perdagangan saham. Dia awalnya berpikir akan mendapatkan keuntungan banyak dari perdagangan saham dengan cepat, namun karena sistem yang dipakai oleh BEI adalah T+2 sehingga dia harus mengecek setiap harinya pergerakan harga saham dengan kemampuan ajaib penglihatannya.


Dia mulai mencari investasi saham yang memiliki jangka waktu pendek melalui aplikasi pencarian di ponsel pintarnya setelah melakukan order penjualan sahamnya di aplikasi BPS sekuritas.


Dalam pencariannya itu dia menemukan investasi jangka pendek yakni Trading dan ada begitu banyak macam jenis trading.


Tanpa pikir panjang dia segera mencari-cari informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan trading.


Berdasarkan informasi yang didapatnya itu, Tan merasa trading sangat cocok dengan kemampuan penglihatan ajaibnya.


Trading memiliki jangka waktu yang lebih singkat daripada bursa efek yakni T+0 atau transaksi jual beli bisa dilakukan dalam hari yang sama dan tidak ada batasan waktu. Dirinya bisa melakukan trading sepuas mungkin dalam satu hari.


"Tapi apa penglihatan ajaib ini bisa diaplikasikan ke trading?" Tanya Tan pada dirinya.


Selama ini, penglihatan ajaibnya hanya berfungsi pada pergerakan saham bursa efek karena itulah yang pertama kali dia lihat sehingga dia memutuskan untuk terjun ke dunia bursa efek yang baru dia sadari membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan keuntungan dan tidak sesuai dengan kemampuan penglihatan ajaibnya.