Love Me, Please!

Love Me, Please!
Love Me, Please! Bagian 08



Langkah kaki Seira semakin cepat, bahkan teriakkan Donghae pun tak ia hiraukan, ia terus berjalan tanpa menoleh ke belakang. Seira hanya merasa kesal, kenapa Hyerin harus mengatakan semua itu. Bukankah dirinya juga pernah mengatakan akan menjadi pendonor untuknya? Tapi, Hyerin meminta semua itu seolah tidak memiliki sebuah harapan.


Kini, bukan hanya Donghae yang meneriakki Seira. Bahkan Hyerin pun meneriakkinya, Hyerin berjarak lebih jauh dari jarak Donghae, dan Seira. Meski begitu Hyerin tetap melangkahkan kakinya ke arah Seira. Hingga terdengar suara decitan yang memekakkan telinga serta debuman keras yang membuat mereka menoleh ke arah sumber suara tersebut.


“Hyyyerrrriiinn!” Ahra berteriak, dan mata Seira terperangah melihatnya. Kemudian, ia pun berlari menghampirinya, dan Donghae langsung menuju parkiran untuk mengambil mobil.


Setibanya dirumah sakit, Hyerin langsung di bawa menuju UGD. Ia tampak tak sadarkan diri, dan Seira sungguh bingung dengan kejadian tersebut. Sejak tadi Ahra terus menghubungi Kyuhyun, namun belum ada jawaban, ia bahkan mengirimi banyak pesan, tapi belum ada satu pun yang mendapat balasan.


30 menit sudah dokter memeriksa kondiri Hyerin, namun mereka belum juga keluar, sedangkan para perawat berlarian keluar masuk. Kemudian, ponsel Ahra bordering, dan ia mendapat panggilan dari Kyuhyun. Ahra segera memintanya untuk datang ke rumah sakit saat itu juga. Ketika dokter keluar, tepat saat Kyuhyun tiba. Terlihat jika wajah Kyuhyun sungguh panik saat itu.


“Nona Hyerin mengalami keguguran akibat benturan yang mengenai pinggangnya, dan pendarahan yang di alaminya pun belum dapat kami hentikan. Kami khawatir jika dia tidak bisa bertahan.” Dokter itu menyeru, dan saat itu juga kaki Kyuhyun melemah. Bukan hanya Kyuhyun, Seira yang mendengar itu pun langsung tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, hingga Donghae lah yang menahannya.


“Apa kami boleh masuk?” Sahut Ahra.


“Tentu.”


Ketika mendapat persetujuan, Kyuhyun langsung berlari ke dalam, begitu pun dengan Ahra. Sedangkan Seira masih tetap berdiri tak bergerak, melihat reaksinya membuat Donghae sedikit khawatir. Air mata Seira tak henti-hentinya keluar, kemudian Donghae menariknya ke dalam pelukannya. “Tenanglah.” Donghae berbisik, barulah Donghae mengajaknya berjalan untuk melihat kondisi Hyerin.


Melihat kondisi Hyerin yang tak berdaya membuat Seira semakin menangis, namun tidak dengan Hyerin. Ia tampak tersenyum pada Seira, dan membuat Seira berlari untuk memeluknya. Air matanya kembali mengalir deras saat berada di pelukan Hyerin,dan Hyerin mengatakan jika semua ini adalah takdirnya, dan bukan kesalahan siapa pun.


“Lalu, apa kau mau berjanji untuk apa yang sudah ku katakan tadi?” Seru Hyerin dengan suara yang terdengar lemah, dan dengan cepat Seira menggelengkan kepalanya. “Aku mohon Seira, karena hanya kau yang dapat ku percaya.”


“Kau lah yang lebih pantas, karena aku yakin jika kau akan baik-baik saja.”


“Janji? Kepercayaan? Apa maksud semua ini?” Kyuhyun menyela pembicaraan mereka, kemudian Hyerin menggenggam erat tangan suaminya saat itu.


“Berjanjilah satu hal padaku Kyu. Jika sesuatu terjadi padaku, menikahlah dengan Seira.” Mendengar itu langsung membuat Kyuhyun melepaskan genggaman istrinya. Dengan cepat Kyuhyun menolaknya, dan ia berjanji akan menjaga cinta mereka, karena hatinya hanya untuk Hyerin seorang, tidak akan ada orang lain lagi selain dirinya. “Aargh.” Hyerin mengaduh.


Kyuhyun menekan tombol darurat yang ada di kamar tersebut, dan dokter serta para perawat pun datang ke ruangan tersebut, kemudian Kyuhyun, dan yang lainnya di minta untuk keluar. Rasa panik Kyuhyun bertambah tinggi, begitu pun dengan Seira.


“Noona. Apa kau sudah menghubungi ibu?” Kyuhyun menyeru dengan suara lirih.


Saat ini mereka hanya bisa menunggu, Kyuhyun tengah duduk seraya mengacak-ngacak letak rambutnya, ia sungguh tidak tahu harus berbuat apa kali ini. Hingga nyonya Cho pun datang, dan Ahra memberitahukan mengenai kondisi Hyerin saat ini, lalu Kyuhyun memeluknya erat, dan menangis disana.


Beberapa menit kemudian, dokter keluar. Saat itu juga Kyuhyun langsung menghampirinya, dan membanjirinya dengan semua pertanyaan yang ingin ia lontarkan. Kyuhyun berharap jika semua pertanyaannya mendapatkan jawaban yang baik, ia berharap jika dokter akan mengatakan hal baik mengenai kondisi istrinya didalam.


“Maaf. Tapi, Tuhan berkehendak lain.” Mendengar hal itu langsung membuat Kyuhyun berlari ke dalam, dan memeluk istrinya. Sedangkan Seira, tubuhnya benar-benar kehilangan keseimbangan.


“Maksudmu menantuku tidak bisa selamat?” Nyonya Cho pun mulai angkat bicara.


“Pendarahan yang luar biasa membuatnya tak bisa bertahan. Kami bahkan sudah memberikan stok darah yang ada di rumah sakit ini, namun pendarahannya tetap sulit untuk di hentikan. Pendarahan ini juga bukan karena kegugurannya, tapi akibat kecelakaan yang di alaminya. Karena itulah ia mengalami pendarahan dua kali lipat. Kami turut berduka atas menantumu nyonya.” Dokter itu membungkukkan tubuhnya.


Donghae berjongkok, dan mencoba membantu Seira untuk berdiri. Namun, tampaknya Seira tak mengacuhkan pertolongan dari Donghae, ia langsung berdiri, dan bergegas masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat Hyerin.


Air matanya terus mengalir ketika tangannya menyentuh tangan Hyerin yang mulai dingin. Gadis ini memeluknya, bahkan ia juga memarahinya, dan mengatakan jika semua ini hanya lelucon yang Hyerin ciptakan. Gadis ini terus memintanya untuk membuka matanya, dan memintanya untuk memukul dirinya, gadis ini juga sama frustasinya dengan Kyuhyun, hingga Ahra pun menarik tubuh Seira, dan memeluknya erat.


•••


Satu bulan setelah pemakaman, dan Kyuhyun masih terlihat murung. Ia sering mengunci dirinya di dalam kamar. Hingga Ahra lah yang sesekali mengontrol kantornya, atau ia akan menyuruh asisten Kyuhyun melapor kepadanya. Sedangkan Seira tengah berkemas kali ini, ia merasa sudah tidak memiliki hak tinggal di sana lagi.


Langkah kaki Seira membawanya ke hadapan kamar Kyuhyun, dengan peuh keraguan tangannya mulai mengetuk pintu itu. Tidak lama kemudian, Kyuhyun keluar, kondisinya sungguh mengejutkan. Pria ini sungguh terlihat berantakan, wajahnya terlihat sangat sembab, hingga membuat Seira hanya mampu menundukkan pandangannya.


“Apa yang mau kau lakukan dengan tas-tas itu?” Suaranya benar-benar terdengar parau, dan sangat lemah.


“A-aku.. A-aku..”


 


Bersambung ...