Love Me, Please!

Love Me, Please!
Love Me, Please! Bagian 26



Pagi itu di kediaman Cho. Wajah Kyuhyun terlihat sangat musam. Entah apa yang terjadi padanya, namun yang jelas saat itu Seira sedang tak menemaninya sarapan. Seira masih sibuk dengan pekerjaan lainnya.


Merasa bosan, ia pun segera keluar menghampiri Seira yang tengah menyirami bunga-bunga disana. Bunga disana adalah taman yang sengaja di siapkan Kyuhyun untuk Hyerin dulu. Namun, Hyerin sangat jarang untuk merawatnya, hingga beberapa minggu sekali, mereka harus meminta bantuan orang lain.


Beruntunglah Seira datang. Dengan sangat rajin Seira selalu menjaga bunga-bunga tersebut, dan tidak satu pun ia lewatkan. Namun, ia kekurangan sesuatu, bunga tulip, dan mawar biru. Seira sangat menyukai kedua bunga tersebut, sayangnya ia tidak dapat menemukannya disana.


“Cinta terbang ke bagian terdalam dari jantung, dari awal, dan membuat aku hangat, tidak pernah berubah…” 🎶🎶


“… Apa lagu itu untukku?” Kyuhyun memotongnya begitu saja, dan membuat Seira tersentak ketika mendengar suaranya. Kini, langkah kaki Kyuhyun semakin dekat padanya.


“Itu hanya sebuah lantunan saja, tidak di tujukan untuk siapa pun. Kau disini itu artinya kau sudah selesai sarapan bukan? Aku akan membereskannya lebih dulu.” Dengan segera Seira mematikan air keran, dan berjalan ke dalam, dan Kyuhyun hanya mendengus kesal.


Seira yang sudah hampir selesai mencuci piring tiba-tiba terkejut ketika menoleh Kyuhyun sudah berada di sana. Dirinya bahkan tak menyadari kapan pria itu datang. Semenjak hari itu, fikirannya sungguh terbang kesana kemari.


Tanpa memperdulikannya, Seira segera meninggalkan tempat tersebut, namun dengan cepat Kyuhyun menahan tangannya hingga membuat Seira berbalik menghadap padanya.


“Kenapa akhir-akhir ini aku selalu merasa kau sedang menjaga jarak dariku?” Gumamnya, dan Seira hanya menundukkan pandangannya. “Apa yang terjadi? Apa aku melakukan kesalahan padamu? Atau aku berhutang sebuah janji padamu?” Sambungnya, kemudian membawa gadis itu ke dalam pelukannya.


“Itu hanya perasaanmu saja atau mungkin karena kau sedang lelah. Bagaimana jika kau istirahat saja?” Seira berontak, dan mencoba melepaskan pelukan tersebut.


“Tidak. Aku sama sekali tak merasa lelah ketika bersamamu.”


“A-apa? Apa yang kau katakan barusan?” Ungkap Seira yang langsung memandang wajah Kyuhyun dengan sangat lekat.


“Aah itu. Mungkin lelahku akan hilang ketika menonton acara tv.” Dengan cepat Kyuhyun melepaskan pelukan itu, dan berjalan menuju ruang tengah.


"A-ah begitu ya." Kemudian, Seira bergegas menuju kamarnya.


•••


Entah sejak kapan, membiarkan Seira sendiri dirumah seolah bukanlah hal yang baik. Meminta bantuan pada Ahra tidak mungkin, Ahra tengah sibuk dengan persiapan fashion show yang akan di gelar Gangnam nanti.


Ketika tengah pusing memikirkan semua itu. Tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu kamarnya. Ia terkejut ketika melihat Seira terlihat begitu sangat rapih. Matanya memperhatikan mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.


“K-Kyu. A-aku akan keluar untuk makan malam bersama dengan…” Seketika Seira terdiam sejenak, dan Kyuhyun masih menantikan kelanjutannya. “… dengan Donghae.” Sambungnya lagi. Mendengar itu, Kyuhyun langsung mengambil kunci mobilnya, dan menggenggam tangan Seira.


“Katakan dimana tempatnya!”


Setelah mengetahui tempatnya, Kyuhyun langsung menginjak pedal gasnya, dan segera menuju tempat yang dituju. Setibanya disana, Seira segera turun, dan tak lupa ia berterima kasih atas tumpangan yang sudah Kyuhyun berikan padanya.


Dengan segera Seira masuk ke dalam, Donghae mengangkat tangannya ketika ia melihatnya. Kemudian, gadis itu lekas berjalan ke arahnya seraya tersenyum. Mereka pun duduk, dan ketika mereka tengah memesan makanan, tiba-tiba saja seseorang duduk di sisi Seira, dan ikut memesan.


Keduanya terkejut ketika melihat kehadirannya. Kemudian Donghae menatap Seira, namun dengan cepat Seira menggelengkan kepalanya, kemudian ia segera menatap orang yang berada di sisinya tersebut.


“A-aku fikir kau sudah pulang?” Sahut Seira.


“Awalnya memang mau pulang. Tapi, aku merasa lapar, dibandingkan makan sendiri, aku berfikir kenapa tidak bersama kalian saja. Bukankah makan bersama itu sangat menyenangkan? Kenapa hyung? Sepertinya kau tidak menyukai kehadiranku disini?” Sahut Kyuhyun.


“Aku ke toilet sebentar.” Sahut Seira yang langsung meninggalkan mereka.


“Apa kau sudah mulai membuka hatimu untuknya? Jika benar begitu, aku akan mundur, dan melepaskannya dengan senang hati. Tapi, jika kau hanya ingin memberinya harapan, aku akan tetap maju untuk mendapatkannya.”


“Benarkah? Kau yakin bisa melakukan hal demikian?” Kyuhyun tersenyum licik ke arahnya.


Bersambung..