
“Ah aku lupa jika aku sudah kembali ke tanah airku. Maksudku, aku baik-baik saja.” Serunya seraya tersenyum ramah.
“Begitu. Sekali lagi maafkan aku tuan.” Seira kembali membungkukkan tubuhnya, dan pria itu pun mengikuti apa yang di lakukan Seira kepadanya. “Sudahlah jangan lakukan itu lagi.” Pria itu melayangkan sebuah senyuman ke arahnya.
“Kau? Ya ampun itu benar kau Lee Donghae.” Seseorang tiba-tiba menghampiri keduanya, dan orang tersebut sangat senang hingga memeluk pria itu. Bukan hanya itu, pria itu pun senang ketika melihat tersebut.
“Cho Kyuhyun. Sahabatku, dan oh lihat istrimu. Hyerin apa kau tengah mengandung?” Hyerin hanya mengangguk malu menjawab pertanyaan pria itu. “Siapa pelakunya?” Pungkasnya lagi, dan Kyuhyun langsung berdeham sombong. “Ternyata kau sangat cepat melakukannya Kyu.” Mereka pun tertawa mendengar semua pernyataannya.
“Oppa* , sedang apa kau disini?”
“Awalnya hanya berjalan-jalan. Tapi, gadis cantik ini menabrakku, beruntung sekali bukan?” Mereka pun menoleh, dan terkejut ternyata Seira lah yang ada disana. “Kalian mengenalnya?” Sambungnya lagi.
“Dia keluarga kami hyung*.” Kyuhyun tersenyum, dan Hyerin merangkul Seira saat itu juga. Seira selalu merasa senang jika Kyuhyun mengutarakan hal tersebut, entahlah apa yang terjadi.
Lee Donghae. Dia adalah seorang dokter yang bahkan namanya sudah dikenal sampai negara tetangga. Kemampuan operasi yang dilakukannya sangat menakjubkan. Bahkan, banyak rumah sakit yang ingin mempekerjakannya, dan tidak sedikit yang menawarkannya menjabat sebagai kepala bagian. Namun, ia menolak semua tawaran tersebut, dan akan tetap bekerja di tempat ia bekerja saat ini.
Pasangan itu mengajak Donghae untuk makan siang bersama. Namun, dengan cepat Seira menolaknya, ia harus pergi menemui Ahra yang sudah menunggunya di butik. “Perlu ku antar nona?” Donghae mencoba mengikuti langkah kaki Seira, namun dengan cepat Kyuhyun menarik kerah bagian belakang pria itu.
“Jangan berani-berani kau mempermainkannya hyung.” Tutur Kyuhyun, dan Seira hanya tersenyum melihat itu, kemudian berjalan menjauh dari mereka.
Selama dalam perjalanan, Donghae terus menanyakan Seira, dan Kyuhyun mulai menceritakannya bagaimana awal kehadirannya. Hyerin bahkan merasa jika rumah mereka terasa hidup setelah kehadiran gadis itu, Hyerin sangat menyayanginya. Karena dirinyalah, ia tak lagi merasa kesepian.
Senyum Donghae tiba-tiba terukir kecil, dan menggumami nama Seira. Kyuhyun yang mendengar itu pun langsung mematahkan khayalan Donghae. Kyuhyun tidak ingin Seira bersama dengan pria seperti Donghae, dan Donghae pun tidak terima dengan keputusan yang Kyuhyun utarakan.
“Tapi kurasa, aku memang menyukainya saat melihatnya pertama kali.”
“Aku tidak menyetujuinya, dan aku tidak akan pernah memberi restu untuk kalian.” Kyuhyun kesal, dan senyuman di bibir Hyerin menghilang ketika mendengar suaminya mengucapkan itu.
“Sepenting itukah Seira dalam hidupmu?” Hyerin menggumam kecil, namun suaranya masih terdengar jelas di telinga Kyuhyun.
“Bukan seperti itu maksudku. Aku mohon jangan salah faham.” Tangan Kyuhyun menggenggam tangan Hyerin, dan Hyerin tersenyum kecil.
♥️♥️♥️
Di sebuah butik, seorang gadis tengah mencoret-coret sebuah kertas kosong. Tatapannya terlihat kosong, namun jemarinya terus menari-nari dengan pensil yang berada di tangannya. Gadis ini tampak menunggu seseorang, seseorang yang masih berada dalam rapat.
Ahra, ia tampak sudah kembali dari rapat, dan langsung menuju ruangannya. Dirinya terkejut jika Seira sedang duduk di sana. Difikirnya, ia akan datang ketika menjelang butik tutup, tapi nyatanya ia datang secepat itu. Ahra melirik sebuah kertas yang tengah di gunakan oleh Seira, dan tampaknya gadis itu tak menyadari kehadirannya.
“Apa kau menyukainya?” Seru Ahra yang kini duduk di hadapannya. Seira juga tampak terkejut, dan tak mengerti apa yang dibicarakan oleh Ahra. Kemudian gadis itu melirik coretan kertas milikny. Coretan Seira membawa jemarinya untuk melukis wajah Kyuhyun ketika tengah tersenyum.
“… Kau belum menjawab pertanyaanku Seira.” Dengan cepat Seira meremas kertas itu, dan membuangnya. Kemudian ia kembali duduk dengan menghela nafasnya.
“Aku tidak menyukainya. Mana mungkin aku mengkhianati Hyerin eonni?”
“Jika benar pun aku tidak merasa keberatan.”
“Ah, Donghae, Lee Donghae itu siapa? Apa kau mengenalnya eon?”
“Lee Donghae? Pria itu telah kembali? Bagaimana kau mengenalnya?”
Dari sana Seira menceritakannya, dan saat itu juga Ahra memintanya untuk ikut menemuinya lagi. Ahra menekan beberapa digit nomor, dan langsung mengajak Donghae makan malam bersama. Yah, dan mereka akan menemuinya saat malam nanti.
Tampaknya Seira enggan untuk ikut, namun Ahra terus memaksanya, ia juga yang akan meminta izin pada Kyuhyun, dan Hyerin mengenai hal ini. Membicarakan soal izin, Seira berniat ingin meninggalkan rumah tersebut. Dirinya merasa tak nyaman jika harus tinggal bersama mereka, dan Ahra berjanji akan membicarakan hal itu nanti pada keduanya.
Ketika malam tiba, Ahra, dan Seira telah tiba di salah satu restaurant. Donghae tiba dengan pakaiannya simplenya, namun tetap saja membuatnya terlihat sangat menawan. Banyak mata yang memandangnya kagum, dan Ahra tampak kesal dengan sikap Donghae yang masih belum berubah hingga saat ini.
“Hey gadis manis. Kita bertemu lagi.” Goda Donghae, dan Seira hanya tersenyum menanggapinya.
“Dia memang seperti itu. Kau tidak perlu heran, meski begitu dia ini pria yang baik, dan dapat dipercaya.” Sambung Ahra.
“Kau terlalu memujiku noona*.”
Bersambung ...
note *:
hyung: panggilan adik laki-laki untuk kakak laki-laki.
oppa: panggilan adik perempuan untuk kakak laki-laki.
eonni: panggilan adik perempuan untuk kakak perempuan.
noona/nuna: panggilan adik laki-laki untuk kakak perempuan.