
Direktur Jung hanya tersenyum melihat sikap yang ditunjukkan oleh seorang Lee Donghae. Sedangkan dokter Park, dokter Kim, dan dokter lainnya meminta kepada direktur Jung untuk tidak menanggapi keputusan yang diberikan oleh Donghae.
“Rapat selesai, dan pasien akan di pindahkan ke sini besok lusa.” Sahut direktur Jung. Soo Ra yang mendengar keputusan akhirnya pun sangat senang. Kemudian, ia segera keluar dari ruangan tersebut, dan mencari keberadaan Donghae untuk memberitahu keputusan akhir dari rapat tersebut.
“Direktur Jung, tapi ini…”
“Dokter Park, keputusanku sudah bulat, dan aku percaya dengan kemampuan anak itu. Kita akan melihat proses operasinya saat itu.” Seru direktur Jung, kemudian ia pun pergi dari sana.
•••
Hari itu adalah hari yang paling membahagiakan bagi Seira. Bagaimana tidak? Kini, ia tengah berada di taman rekreasi bersama dengan Kyuhyun. Keduanya bersenang-senang bersama, dan mencoba berbagai wahana yang ada disana.
Tidak hanya menjajal setiap wahana saja, setiap kali berjalan, keduanya berhenti di beberapa booth. Kini Kyuhyun tengah memasangkan topi pantai di atas kepala Seira, dan Seira memasangkan topi koboi di atas kepala Kyuhyun, kemudian keduanya pun saling memandang, hingga tertawa bersama.
Kyuhyun membeli topi tersebut, dan kini ketika melihat booth kacamata, Seira menarik tangan Kyuhyun ke arah booth tersebut. Kemudian, gadis itu memasangkan kacamata yang terdapat hidung besar ke telinga Kyuhyun, tidak ingin menyia-nyiakan itu, Seira langsung memotretnya, dan Kyuhyun berpose konyol.
Jam terus berputar, hari pun semakin sore, dan mereka memutuskan untuk berjalan santai. Mereka meninggalkan tempat tersebut, dan menuju taman Namsan. Keduanya berjalan bersama sembari menikmati ice cream di dalam genggamannya masing-masing.
Melihat tempat duduk yang kosong langsung membuat Seira berlari kesana, dan Kyuhyun terkejut ketika melihatnya langsung berlari begitu saja. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, kemudian berjalan mengampirinya.
“Kau lelah?” Seru Kyuhyun, dan Seira mengangguk pelan. Setelah mendapat jawaban darinya, Kyuhyun langsung membuang ice creamnya, kemudian berjongkok membelakanginya. “Naiklah ke punggungku, aku akan menggendongmu sampai ke mobil.”
“Apa boleh? Kau juga pasti lelah.”
“Aku baik-baik saja. Cepat naik!” Pintanya lagi, dan Seira langsung mendekat ke arahnya. “Ternyata kau lebih ringan dari Hyerin.” Sambungnya yang sudah mulai berjalan, mendengar hal tersebut langsung membuat Seira mengeratkan pegangannya, dan Kyuhyun pun tersenyum.
Keduanya telah tiba berada di rumah, dan Kyuhyun duduk menyandar di atas sofanya. Sedangkan Seira tengah membuat coklat hangat untuknya, setelah jadi, Seira langsung membawanya ke ruang baca milik Kyuhyun.
Pandangan mereka bertemu satu sama lain, mata Kyuhyun melihat banyak kegelisahan dari kedua mata wanita di hadapannya. Kemudian ia sedikit mengangkat kepalanya, namun Seira langsung mendekapnya erat seraya memejamkan matanya.
“Apa yang terjadi eo? Aku merasa jika akhir-akhir ini kau terlihat begitu manja sekali.” Gumam Kyuhyun dengan sangat lembut seraya mengusap punggung wanita yang berada dipelukannya.
“Apa aku jahat?” Kini suara Seira terdengar begitu parau. Namun, Kyuhyun tidak menjawabnya.
Sudah dua jam mereka dalam posisi tersebut. Kyuhyun masih tak bergerak sedikit pun, dan Seira pun tampak tertidur didalam dekapannya. Kemudian, Kyuhyun langsung menggendongnya menuju kamar, agar ia dapat beristirahat dengan nyaman.
•••
Siang itu, Seira tengah berada di salah satu rumah sakit. Ia datang bukan untuk melakukan pemeriksaan atau melakukan tes lainnya, melainkan untuk bertemu dengan seseorang. Namun, receptionist mengatakan jika orang yang ingin ia temui tengah melakukan operasi, dan akan selesai satu jam lagi.
Yah, Seira datang untuk menemui Donghae. Waktunya sangat tidak tepat, pria itu kini tengah berada di ruang operasi sejak pagi tadi, dan Seira memutuskan untuk menunggunya di taman rumah sakit.
Empat puluh lima menit berada di sana seorang diri membuatnya sangat merasa bosan, hingga seorang perawat pun menghampirinya, dan mengatakan jika Donghae telah selesai dengan operasinya. Seira merasa lega, karena ia tidak jadi menunggu satu jam.
Perawat itu mengantarnya menuju ruangan Donghae, perawat itu mengetuk pintunya, ketika di perbolehkan masuk, mereka pun masuk. Saat itu Donghae belum sadar jika Seira lah yang datang, dikarenakan ia tengah membelakangi pintu untuk merapihkan letak jas putihnya itu.
Setelah itu, perawat tadi segera keluar. Ketika berbalik, mata Donghae terbelalak ketika melihat Seira tengah berdiri di hadapannya, dan saat itu juga ia mencoba mengatur nafasnya dengan perlahan.
“Setelah aku tahu hubungan keduanya telah membaik, dan setelah memastikan Kyuhyun tidak menyakitinya. Saat itu aku berusaha untuk tidak mendekatinya, berusaha untuk melupakannya, dan berusaha untuk mengubur perasaan itu dalam-dalam. Tapi, kenapa hari ini kau harus muncul dihadapanku?”
Bersambung ...