Love Me, Please!

Love Me, Please!
Love Me, Please! Bagian 01



“Seseorang mungkin bisa bersembunyi dari sebuah kesalahan. Namun, ia tidak bisa bersembunyi dari sebuah penyesalan.” -Cho Kyuhyun.


♥♥♥


Wanita paruh baya terlihat berjalan bersama dengan seorang gadis muda. Gadis tersebut membawa tas besar dalam genggamannya, hingga membuat wanita paruh baya tersebut memanggil pekerja yang ada dirumah itu untuk membantu membawakan barang-barang yang berada dalam genggaman gadis tersebut.


Gadis tersebut membungkukkan tubuhnya pada seseorang yang membantunya. Setibanya dihalaman rumah, gadis itu tampak ternganga melihat rumah besar yang ada dihadapannya. Wanita paruh baya itu menyadarkan gadis tersebut dari lamunannya, dan memintanya untuk ikut masuk.


“Mulai sekarang kau akan tinggal disini, Han Seira.” Wanita paruh baya itu tersenyum ke arahnya. Sedangkan gadis tersebut masih memandang takjub isi rumah tersebut.


“Ibuuuuu~.” Teriak seorang pria yang berlari menghampirinya dengan wajah yang sumringah. “Kebetulan ibu disini, aku memiliki kabar gembira untuk kita semua.” Sambungnya lagi dengan nafas yang sedikit tersengal.


“Ada apa putraku? Apa terjadi sesuatu yang baik?”


“Ibu. Istriku hamil, Hyerin hamil, dan usia kandungannya sudah 3 minggu.”


“Kyuhyun-ah. Sikapmu terlalu berlebihan.” Gadis di belakang pria itu menggerutu seraya membungkukkan tubuhnya di hadapan ibu mertuanya.


Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Pria muda yang memegang kendali sebuah perusahaan games terbesar di negaranya. Pria ini, selalu ramah terhadap orang di sekelilingnya. Bukan hanya ramah, pria ini sangat baik, dan juga rendah hati pada siapa pun.


Selain itu, dia hidup di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya, lebih lagi ia memiliki pasangan hidup yang sangat ia cintai, Hyerin. Kyuhyun juga belum pernah mengalami masa sulit di dalam hidupnya. Karena selama ia bersama dengan orang yang di kasihinya, semuanya dapat ia kendalikan.


Wanita paruh baya tersebut terbawa suasana, hingga ia lupa untuk memperkenalkan gadis yang datang bersamanya. Hyerin menghampiri gadis tersebut dengan senyuman di bibirnya, dan wanita paruh baya tersebut menghampirinya.


“Gadis ini Han Seira. Dialah yang merawatku selama aku berada di Mokpo.”


“Merawat? Ibu sakit, eoh?” Seketika wajah Hyerin terlihat khawatir.


“Tekanan darahku tidak stabil. Untunglah Seira datang.”


“Ku ucapkan terima kasih karena telah menolong ibuku.” Kyuhyun tersenyum ke arahnya.


Han seira. Gadis ini hidup sebatang kara, hingga ia harus menghidupi dirinya sendiri sepeninggal orang tuanya. Kerja paruh waktu yang selalu ia kerjakan setiap harinya demi memenuhi kebutuhannya. Dia gadis yang tidak pernah mengeluh dalam segala hal, dia selalu bisa menyembunyikan segala masalahnya.


♥♥♥


Setelah tiba di penghujung jalan, wanita paruh baya tersebut kehilangan kesadarannya, dan membuat gadis itu kebingungan. Hingga akhirnya beberapa orang membantunya untuk membawa wanita paruh baya tersebut. Kini, mereka telah tiba di rumah milik gadis tersebut.


“Bagaimana keadaannya?”


“Tekanan darahnya sedikit tinggi. Ku rasa ia kelelahan. Tapi, kau tau perlu khawatir, aku akan buatkan resepnya, dan kau bisa menebusnya.” Dokter tersebut memberikan selembar kertas resep, dan gadis itu langsung membungkukkan tubuhnya.


Dokter tersebut pergi meninggalkan rumah tersebut, dan mata gadis itu memandang wanita paruh baya yang masih tak sadarkan diri. Ia langsung bergegas pergi untuk menebus resep obat yang diberikan oleh dokter tadi.


30 menit kemudian gadis itu kembali ke rumahnya, dan betapa senangnya ia ketika melihat wanita tersebut telah sadarkan diri. Bukan hanya itu, ia langsung membawakan segelas air mineral, serta obat yang telah ia tebus.


“Maafkan aku nyonya karena membawa anda ke tempat kecil seperti ini. Karena aku tidak tahu tempat tinggal nyonya. Sebaiknya sekarang nyonya makanlah sup ini, setelah itu nyonya bisa langsung memakan obat ini.”


“Kau siapa?”


“Namaku Han Seira nyonya.”


Han Seira, gadis itu kembali setelah pekerjaannya selesai. Ia duduk menyandar di lemari pakaian miliknya, karena ia hanya memiliki satu kasur lantai, dan kasur tersebut digunakan oleh wanita paruh baya yang ia rawat. Tanpa sadar matanya pun terpejam dalam kondisi duduk,hingga matahari pun telah menampakkan sinarnya.


“Ikutlah bersamaku ke Seoul, dan tinggallah disana.”


“Tapi nyonya, aku tidak kenal siapa pun disana.”


“Kehidupanmu, aku yang menanggung Han Seira. Aku tidak ingin kau tinggal di tempat yang hanya memiliki satu petak, dan disekat oleh toilet. Anggap saja ini balas budiku padamu.”


“Tapi aku…”


“Kau akan ikut denganku!”


"Jika begitu Seira akan tinggal disini bersama kami. Pasti menyenangkan memiliki teman bicara saat Kyuhyun tengah bekerja. Bolehkah Kyu?” Hyerin memandang wajah suaminya dengan penuh harapan.


Bersambung ...