Love Me, Please!

Love Me, Please!
Love Me, Please! Bagian 21



“Maaf, awalnya berniat untuk menunggu coklat yang ku buat menjadi hangat. Kurasa ini justru menjadi dingin.”


“Aku membawa makan malam untukmu, makanlah! Aku yang akan buatkan coklat yang baru.”


“Tidak perlu, aku makan saja.”


Kyuhyun duduk dihadapan Seira, dan menunggunya sampai gadis itu selesai menghabiskan makanannya. Tatapan Seira terlihat seperti seseorang yang tengah rapuh, terlihat banyak kesedihan di kedua matanya. Kyuhyun sangat menyadari itu, hingga ia berfikir apa semua itu karena dirinya?


Karena merasa gugup, Seira yang tengah makan pun tersedak, dan dengan sigap Kyuhyun mengambilkan segelas air untuknya seraya menepuk-nepuk punggung Seira dengan sangat lembut. Kemudian memintanya untuk makan dengan perlahan.


Air mata Seira menetes, namun dengan cepat ia menyekanya. Meski begitu, Kyuhyun dapat melihatnya, dan kini ia duduk di sisinya. Meminta untuk mengatakan apa yang terjadi, Seira hanya dapat menundukkan kepalanya.


“Akhir-akhir ini sikapmu padaku begitu manis, dan perasaanku ini semakin kuat terhadapmu. Apa yang harus ku lakukan? Jika seperti ini terus menerus, bagaimana bisa aku menguburnya?” Seira membatin.


“Katakan ada apa?”


“Tidak apa-apa. Tiba-tiba saja aku memikirkan orang tuaku, aku merindukan mereka. Bolehkah aku pergi ke Mokpo untuk menjenguk mereka besok?”


“Besok? Besok aku tidak bisa mengantarmu karena aku ada rapat untuk pembelian saham. Jika berhasil, lusa kita bisa pergi bersama. Lagi pula kau sedang tidak sehat, dan aku harus mengantarmu.”


“Baiklah.”


•••


Pagi itu Kyuhyun terlihat sangat sibuk. Seira mengetuk pintu kamarnya, dan ketika mendengar sesuatu dari dalam, Seira langsung membukanya. Melihat kamar Kyuhyun berantakan, membuat Seira sangat terkejut. Suara itu ternyata hanya sebuah suara pintu lemari yang tertutup.


Tak menyadari Seira datang, Kyuhyun masih sibuk mencari letak dasi yang ingin ia gunakan untuk hari tersebut. Merasa tahu apa yang tengah dibutuhkan olehnya, Seira membuka laci dari dalam lemari, dan mengambilkannya serta memakaikannya.


Mata Kyuhyun fokus memandang Seira, namun Seira hanya fokus dengan dasi tersebut. Setelah selesai, Seira kembali keluar. Merasa terburu-buru, Kyuhyun langsung keluar dari kamarnya untuk menuju ruang makan. Meski tak sempat untuk makan, dia sempatkan waktunya untuk menenggak segelas susu yang sudah di siapkan.


Melihat tingkah Kyuhyun yang seperti itu membuat senyuman kecil itu terukir dari bibir Seira. Tak lama kemudian, seseorang datang mengetuk pintunya, dan dia adalah Donghae. Wajahnya terlihat sangat lelah, bahkan terlihat sebuah lingkaran hitam di bawah matanya.


Pria itu meminta izin untuk menggunakan ruang tengah. Sebelum datang, ia sudah menghubungi Kyuhyun untuk menumpang beristirahat disana. Tentu karena jarak rumah sakit tempatnya bekerja lebih dekat dengan rumah Kyuhyun, maka dari itu ia sangat sering mampir ke sana.


“Apa tidak ingin sarapan lebih dulu?”


“Nanti saja. Aku sangat lelah Seira.”


“Baiklah.”


Melihat foto-foto itu membuat Seira tersenyum miris, dan semua itu semakin membuatnya putus asa. Ia mulai menyerah untuk mendapatkan Kyuhyun, namun apakah bisa ia mengajukan cerai padanya? Jika ia menggugatnya, apakah Kyuhyun akan menyetujuinya?


“Keduanya mengenal sejak keduanya duduk di bangku sekolah menengah pertama, dan memulainya sejak kelas satu SMA. Sudah sangat lama, melupakannya tentu saja akan sangat sulit untuknya. Bahkan mereka memberi tanggal, dan keterangan di setiap foto yang mereka ambil.”


“Seira.” Sahut Donghae yang tiba-tiba datang. Seira yang terkejut pun langsung menjatuhkan album foto tersebut, dan Donghae menghampirinya lalu mengambil album tersebut. “Tidak seharusnya kau melihat ini.” Tambahnya, dan menyimpan album itu.


“Jika aku mengajukan surat perceraian padanya. Apa dia akan menerimanya?”


“Apa maksudmu? Hanya karena melihat foto lama, apa kau menyerah begitu saja?”


“Aku tidak tahu. Melihat album-album itu masih tersusun sangat rapih, dan melihat ia menjaganya, aku rasa sangat tidak mudah untuk mengubah perasaannya, dan membuatnya berbalik untuk menerimaku.”


“Jika kau mau berusaha lebih lagi, aku yakin kau akan berhasil.”


“Kau memanggilku ada apa?”


“Aku ingin meminjam pakaiannya. Aku sudah memakai baju ini selama 3 hari, dan itu sungguh tidak nyaman untukku.”


Seira mengambilkan pakaian tersebut, dan memintanya untuk meletakkan pakaian kotornya ke tempat cuci. Seira keluar dari kamar itu, dan mata Donghae masih memandang punggung wanita tersebut. Ia bahkan berharap jika wanita itu bisa tersenyum seperti dulu.


Hari sudah mulai sore. Ponsel Seira berdering, dan ia mendapat panggilan dari Kyuhyun. Dalam panggilan tersebut sangat terdengar jelas jika ia tengah bahagia. Bagaimana tidak? Ia berhasil membeli saham sebesar 10%, dan perusahaannya kini semakin berada dipuncak.


Dalam panggilan itu, Kyuhyun mengatakan jika dirinya akan pulang sedikit terlambat. Ia akan pergi bersama dengan temannya untuk minum. Mendengar itu tentu membuat Seira sangat khawatir. Namun, Kyuhyun meyakinkannya, dan berjanji tidak akan banyak minum.


“Baiklah. Berhati-hatilah.” Ucap Seira, dan langsung mengakhiri panggilan tersebut.


“Apa dirumah ini ada ramen? Aku lapar sekali.”


“Kau tunggulah diruang makan. Aku akan buatkan makanan untukmu.”


“Wah senangnya. Baiklah aku tunggu, dan aku akan membantumu.”


Bersambung ...