Love Me, Please!

Love Me, Please!
Love Me, Please! Bagian 16



Dirinya kembali ke dapur, dan menyiapkan sup yang baru untuk Kyuhyun. Ketika selesai mencelupkan beberapa sedikit sayuran beserta daging ke dalam air tersebut. Selagi menunggu matang, Seira membuka keran air untuk membasuh punggung tangannya yang terkena tumpahan sup tersebut. Beberapa menit kemudian, Seira kembali ke kamar, dan menaruh mangkuk itu.


“Aku simpan disini, makanlah sebelum mendingin.” Sahut Seira, dan langsung membalikkan tubuhnya. Saat itu juga ia menubruk tubuh seseorang. “Aargh.” Rintihnya seraya mengusap dahinya.


“Seira. apa yang terjadi dengan tanganmu?” Suara itu sungguh mengejutkan untuk Seira. Donghae, suara itu miliknya. Dengan cepat Donghae menarik tangannya, dan hendak membawanya keluar.


“Hyung. Apa yang kau lakukan di rumahku? Tidak mungkin kan kau datang hanya untuk bertemu dengannya?” Jawab Kyuhyun dengan suara yang ketus.


“Awalnya aku datang untuk melihat kondisimu. Namun, melihat kau sudah kembali bicara dengan nada seperti itu, ku rasa kau sudah baikkan.” Balas Donghae tak jauh lebih ketus, dan membawa Seira keluar dari sana.


Donghae meminta Seira untuk duduk, kemudian Donghae mengambil batu es serta kotak P3K. Dengan penuh kehati-hatian Donghae mengobati lukanya. Mulai dari mensterilkannya, mendinginkannya, hingga memberi obat.


Meski sudah sangat pelan, Seira tetap meringis. Memang tidak begitu parah, hanya saja lukanya terasa begitu linu untuknya. Sepasang mata memandang keduanya dengan tatapan geram, dan amarahnya memuncak ketika melihat Donghae mencium punggung tangan Seira yang terluka.


“Mengobatinya sudah cukup. Jika tidak ada keperluan lagi sebaiknya kau pergi.” Suara itu terdengar begitu dingin.


“Apa masalahmu?” Seru Donghae tanpa memandang Kyuhyun.


“Tentu saja masalah, ini rumahku.”


“Donghae-ssi. Sebaiknya kau segera pulang, beristirahatlah.” Gumam Seira dengan lembut.


“Baiklah. Siang nanti aku juga ada jadwal operasi, setelah selesai aku akan kembali, dan membawa krim luka untukmu.”


“Ya, terima kasih.”


Tanpa berpamitan pada Kyuhyun, Donghae langsung keluar dari rumah tersebut, dan Kyuhyun langsung meninggalkan Seira sendiri. Kyuhyun menyambar kunci mobilnya, Seira yang menyadari hal itu pun langsung mengejarnya, dan menahannya. Seira terus melarangnya untuk pergi, namun Kyuhyun sama sekali tak memperdulikannya.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, dan Kyuhyun masih belum juga kembali, ponselnya pun tidak bisa dihubungi. Mengingat kondisinya yang belum pulih total membuat fikiran Seira sangat tidak tenang.


Tanpa fikir panjang lagi, Seira menyambar jaketnya, dan mencoba untuk pergi menuju bar kemarin. Dirinya berharap Kyuhyun berada disana, kemudian ia akan mengajaknya untuk segera pulang. Ketika membuka pintu, ia terkejut melihat sepasang orang yang berdiri tepat di depan pintu.


Kyuhyun pulang dengan membawa seseorang di sampingnya, seorang wanita. Melihat itu tentunya membuat Seira sangat terkejut, dan merebut Kyuhyun dari tangan wanita yang tak di kenalnya itu, namun dengan cepat Kyuhyun pun sedikit mendorong Seira.


“Kyu siapa wanita ini? Kenapa kau membawanya?” Seru Seira, dan Kyuhyun berjalan tanpa memperdulikan apa yang dikatakan Seira barusan. “Kau.. kau tidak boleh masuk ke rumah ini.” Tambah Seira seraya menarik lengan wanita yang sedang memapah Kyuhyun.


“Hey, ini rumahku, dan hanya aku yang berhak menentukan siapa saja yang boleh, dan tidak boleh untuk masuk ke dalam rumah ini…” Pungkas Kyuhyun dengan tatapan tajamnya. “… gadis murahan.” Sambungnya lagi, dan Seira terkejut mendengar kalimat tersebut.


Tubuhnya langsung membeku setelah mendengar penuturan Kyuhyun padanya. Sedangkan Kyuhyun langsung berjalan ke arah kamarnya bersama dengan wanita yang dibawanya tadi. Ketika sadar, Seira kembali mengejarnya, namun ia telat. Kyuhyun telah menutup pintu kamarnya.


Tak tinggal diam, Seira terus menerus mengetuk pintu kamarnya, namun sayangnya tidak ada jawaban dari Kyuhyun. Rasa gelisahnya itu membuat dirinya duduk di depan pintu kamar, dan menyandar disana.


Matahari pagi telah kembali. Donghae yang baru saja menyelesaikan operasinya pun tampak kelelahan. Merasa semua tugas hari itu selesai, tidak ada jadwal operasi, ia pun bersantai sejenak diruangannya. Hari itu ia mendapatkan libur, dan tangannya langsung menyambar ponselnya, kemudian menekan beberapa digit nomor.


“Ah kenapa dia tidak menerima panggilanku? Tidak mungkin ia belum bangun bukan?” Gerutunya, kemudian ia kembali melakukan panggilan lagi. “Dengan begini, kau justru membuatku khawatir Han Seira.” Umpatnya kesal, dan langsung pergi dari ruangannya.


Seseorang terkejut ketika melihat Seira tertidur diluar kamar dengan posisi duduk. Tanpa berfikir panjang, orang tersebut langsung menghampirinya, dan membangunkannya. Seira yang melihat kedatangannya pun sangat terkejut sekaligus senang.


“Kenapa kau tertidur disini? Apa yang terjadi?"


Bersambung ...