
Tidak lama kemudian, Seira membuka matanya secara perlahan. Ia melihat Donghae berada disana, dan membagikan senyuman hangatnya. Melihat Seira yang sudah sadar pun langsung membuat Kyuhyun keluar untuk mengambilkan segelas air.
Mengetahui Kyuhyun keluar, air mata pun menetes dari kedua pelupuk mata milik Seira. Donghae segera duduk, dan menyekanya dengan cepat. Kemudian, gadis itu berhambur ke pelukannya.
“K-Kyuhyun. Dia… Dia…” Seira menceritakan apa yang telah terjadi padanya. Mendengar hal tersebut tentunya membuat Donghae ikut merasa pilu. Ketika Kyuhyun kembali, Seira menyeka air matanya lagi, dan Donghae segera berpamitan.
“Aku akan antar sampai luar.”
“Tidak perlu. Sebaiknya kau jaga Seira, dan untukmu Seira, jika sesuatu terjadi lagi, hubungi aku dengan segera.” Tekan Donghae, dan Seira hanya mengangguk perlahan.
•••
Satu minggu setelah kejadian itu. Seira memutuskan untuk pergi sendiri menuju Mokpo, dan meminta izin menginap untuk beberapa hari disana. Setibanya di sebuah makam, Seira berlutut di sana, tak lupa ia menyimpan sebukat bunga untuk ia simpan.
“Eomma. Maafkan aku karena sudah lama sekali aku tak mengunjungimu. Apa kau tahu jika aku sudah menikah? Ah tapi, itu tidak lebih dari sebuah status saja. Pernikahan itu terjadi karena sebuah permintaan seseorang. Meski aku senang dengan pernikahan ini, namun aku sedih mengalami semua ini.”
“Nona, ada yang mengirimkan surat ini untukmu.” Ucap seorang petugas, kemudian kembali meninggalkannya.
“Maaf, aku harus pergi sekarang. Eomma tidak perlu mengkhawatirkan aku lagi sekarang. Walaupun suamiku masih belum melupakan mendiang istrinya, dan masih belum mampu menerimaku. Aku berjanji akan mengajaknya datang kemari suatu hari nanti. Sampai jumpa.”
“Temui aku di Jl. Saphire No.06.”
“Siapa yang mengirimkan ini padaku?”
Tanpa fikir panjang lagi, Seira langsung bergegas menuju alamat yang tertulis di kertas tersebut. Setibanya disana, seorang pelayan menghampirinya, dan mengantarnya ke arah seseorang. Terlihat seorang pria duduk membelakanginya.
Pelayan tersebut membungkukkan tubuhnya dihadapan Seira, kemudian bergegas meninggalkan mereka. Seira masih penasaran siapa pria di hadapannya. Dia tidak mungkin Kyuhyun, saat ini Kyuhyun tengah berada di Busan untuk bisnisnya, dan baru saja ia mengirimkan pesan padanya.
“Maaf” Serunya, dan pria itu pun berbalik. Alangkah terkejutnya Seira ketika melihat pria itu, dirinya sungguh menyimpan penuh rasa curiga pada pria di hadapannya. Namun, pria tersebut jutru hanya terkekeh,dan memintanya untuk segera duduk.
“Kau mau memesan apa?”
“Sebelum aku memesan, kau harus menjawab pertanyaanku lebih dulu. Bagaimana bisa kau datang kemari, dan bagaimana kau tahu aku ada disini? Dokter sesibuk dirimu apa tidak apa-apa meninggalkan pasiennya?”
“Mencari tahu tentang orang yang ku cintai itu tidaklah sulit, Seira. Mengenai rumah sakit, aku mengambil cuti, kebetulan dokter senior banyak yang sudah kembali. Baiklah, sekarang kau boleh memesan apa pun yang kau inginkan, aku yang traktir.”
“Benarkah?”
Pria di hadapannya pun terkekeh melihat reaksi yang diberikan oleh Seira. Kemudian, pria itu menghampirinya seraya menepuk punggung Seira dengan sangat lembut. Setelah pria tersebut kembali ke tempatnya, Seira langsung memberikannya tatapan yang sangat tajam.
“Akhir-akhir ini kau terlihat kurus, dan terlihat tak terurus, aku sebagai dokter tidak bisa melihatmu seperti itu. Jadi, habiskanlah.” Serunya seraya terkekeh.
“Yaaakk Lee Donghae. Kau ini dokter bedah, dan bukan dokter spesialis gizi.” Seira yang geram pun menarik-narik kerah baju Donghae. Sedangkan Donghae hanya tertawa menyikapinya.
“Maaf tuan Lee, ini laporan keuangan bulan lalu. Omset meningkat sangat tajam, dan sepertinya menu baru yang kau ciptakan itu mampu membuat banyak orang penasaran.” Salah seorang pria berjas hitam itu memberikan sebuah laporan, dan Donghae mencermatinya dengan sangat baik.
“Tidak ada yang salah untuk laporannya. Baiklah, kembali bekerja.”
“Baik tuan.”
Pria tadi membungkuk sebelum meninggalkan Donghae. Setelah ia pergi, Donghae pun menolehkan wajahnya, dan ketika melihat wajah Seira, ia kembali tak bisa menahan tawanya. Kemudian, ia pun menyentil dahi gadis itu hingga ia terkejut, dan sedikit meringis.
“Jadi, restaurant ini milikmu?” Ungkapnya dengan sedikit nada yang tinggi, hingga beberapa pelanggan yang datang menoleh ke arahnya. Saat itu juga Seira langsung menutup bibirnya dengan kedua tangannya. Namun, tawa Donghae kembali pecah dibuatnya.
“Benar. Jadi, apa kau masih ingin memesan beberapa makanan atau minuman lagi?”
“Cukup. Sekarang aku sudah kenyang, dan akan segera keluar.”
•••
“Tuan Cho. 30 menit lagi rapat akan segera di mulai, dan ini rapat terakhir. Besok, anda bisa kembali ke rumah.”
“Baiklah. Siapkan semua yang di butuhkan untuk rapat.”
Kyuhyun, saat ini masih sibuk dengan perusahaan barunya. Setelah pembelian saham berhasil, dirinya semakin sibuk, dan bahkan jarang sekali bisa berbicara pada Seira. Ia bahkan tidak bisa mengantarnya untuk menjenguk orang tuanya.
Matanya menatap ke luar jendela, tangannya menggenggam sebuah ponsel, dan fikirannya mulai melayang entah kemana.
“Kyu, aku datang.” Mendengar suara yang ia kenal, dengan cepat ia memutar tubuhnya, kemudian senyumnya terukir disana.
“Seira, kau..”
Bersambung ...