
“Aku tidak sedang bergurau. Jika sudah tidak ada yang ingin dikatakan, aku matikan.” Langsung saja Kyuhyun memutuskan panggilan tersebut secara sepihak. Dengan kesal, Kyuhyun menggebrak meja itu dengan kedua tangannya
Setelah menggebraknya, sesuatu jatuh dari sana, Kyuhyun mencari tahu hal tersebut, dan ternyata sebuah cincin. Ia mengambilnya, membawanya menuju kamar, dan menyimpan di laci miliknya.
Tidak lama kemudian, Ahra datang, dan meneriakki nama adiknya. Tak ada jawaban sama sekali, dengan cepat ia menerobos masuk ke dalam kamar adiknya, dan meminta penjelasan akan ucapan yang telah ia katakana saat di telfon.
Ketika masuk ke dalam kamar tersebut, Ahra terkejut ketika melihat adiknya begitu terpuruk. Wajahnya begitu sembab, dan rambutnya berantakan, ketika Ahra mendekatinya, Kyuhun langsung memeluknya erat.
“Ternyata dia yang sudah membunuh istri, dan calon anakku noona, dia sudah membunuh mereka noona.” Ucapnya dengan suara parau
“Seira tidak melakukan itu Kyu. Dia tidak membunuhnya.”
“Aku mohon jangan sebut nama itu lagi di hadapanku.”
“Lalu dimana dia sekarang?”
“Aku tidak peduli dimana dia, aku membencinya, dan aku tidak ingin melihatnya lagi. Dia beruntung karena aku tidak memenjarakkannya. Jadi, biarkan dia di luar sana noona, aku tidak ingin menemuinya, aku tidak ingin.”
Ahra keluar, dan masuk menuju kamar yang pernah di pakai oleh Seira. Wanita itu benar-benar tidak membawa satu pun barang yang pernah di belikan oleh keluarga Cho. Dia hanya membawa barang miliknya. Kemudian, Ahra menelfon seseorang untuk mencari keberadaannya.
•••
Setibanya dirumah miliknya, Seira langsung membersihkannya. Setelah ditinggal begitu lama, rumah itu sungguh berdebu. Seselesainya dengan pekerjaannya, ia pun langsung berbaring di kasur lantai miliknya, dan membuka buku tabungannya.
“Aku masih memiliki cukup tabungan, untunglah ketika bekerja disana, aku bisa menyimpan uangnya. Sebaiknya sekarang aku istirahat.”
Ketika hendak memejamkan matanya, kepalanya sedikit merasa pusing, dan perutnya terasa begitu mual, dan dengan cepat ia berlari ke toilet. Seira hanya berfikir jika dirinya seperti ini karena belum memakan apapun, kemudian ia pun keluar, dan membeli beberapa makanan.
Setelah tiba di salah satu kedai, ia segera memesan makanan untuk dibawa pulang. Saat berada di rumah, ia membuka makanan itu. Jjajangmyeon, ketika melihat itu, bayangan Kyuhyun kembali di benaknya, dan itu begitu menyakitkan untuknya.
Tak perduli lagi, ia segera memakannya dengan cepat. Meski begitu air matanya tetap mengalir membasahi kedua pipinya. Sesekali ia mengusapnya, dan terus memakannya hingga habis. Belum sempat menghabiskan makanannya, ia kembali merasa mual, dan membuatnya kembali ke toilet.
Kakinya terasa begitu lemas sekali, wajahnya pun terlihat begitu pucat, hingga ia pun memutuskan untuk pergi memeriksakan dirinya. Setibanya di sana, salah seorang dokter wanita memeriksakan kondisinya.
“Anda baik-baik saja nyonya. Mual di awal kehamilan itu sangat wajar sekali.”
“Ha-hamil?”
“Ya benar. Usianya baru 3 minggu, sebentar ku buatkan resep obat untukmu.”
•••
Empat bulan telah berlalu, Ahra masih belum bisa menemukan keberadaan adik iparnya tersebut. Dirinya merasa takut jika ibunya pulang, dan mengetahui soal ini, ibunya pasti akan merasa begitu marah. Bukan hanya marah, melainkan merasa kecewa, karena tidak bisa menjaga Seira dengan baik.
Sedangkan Kyuhyun tengah makan siang bersama dengan sekretarisnya. Kebetulan sekali ia bertemu dengan seseorang yang akrab dengannya. Kemudian, langkah kakinya membawanya menuju orang tersebut.
Tanpa merasa bersalah, Kyuhyun menepuk seorang gadis yang berada di depan kasir. Merasa ada yang mengganggu pasangannya, membuat pria di sisi gadis itu pun menoleh, dan mencengkram tangan Kyuhyun.
“Kyu? Apa yang kau lakukan?” Sahut Donghae dengan kesal.
“Ah maaf hyung, aku hanya memastikan saja. Aku fikir dia adalah wanita murahan itu.” Kyuhyun menunjuk ke arah gadis yang berada di sisi Donghae. “Tapi ternyata bukan, maafkan aku nona karena telah lancang terhadapmu.” Sambungnya lagi, dan meninggalkan mereka.
“Soo-ya kau tunggu disini.” Ujarnya, dan di sambut anggukkan oleh gadis itu. Lalu, Donghae pun menarik lengan Kyuhyun dengan kasar. “Apa maksud perkataanmu tadi? Siapa yang kau maksud Kyu?”
“Tidak ada. Semoga hubungan kalian bisa berlangsung lama, dan aku senang kau sudah melupakan dia. Kita beruntung tidak bersama dengannya, jika berhubungan lebih lama lagi, entahlah apa yang akan dia lakukan pada kita.”
“Katakan padaku yang sebenarnya Kyu! Jawab saja pada intinya, siapa wanita yang kau maksud itu?”
“Astaga hyung, membayangkannya saja sudah membuatku muat, bagaimana aku harus menyebutnya.”
“KYU. KATAKAN SEKARANG, SIAPA YANG KAU MAKSUD?” Amarah Donghae sudah mulai memuncak, bahkan ia harus menarik kerah jas yang tengah Kyuhyun gunakan.
“Baiklah. Siapa lagi jika bukan wanita yang kau cintai itu.” Ucap Kyuhyun sembari menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal, kemudian Donghae melepaskan cengkramannya tersebut.
“Dimana dia sekarang?” Kyuhyun hanya mengangkat kedua pundaknya, setelah itu ia melambaikan tangannya, dan pergi dari tempat tersebut.
Tanpa menghiraukan Soo Ra disana, Donghae langsung pergi ke parkiran, dan mencoba untuk menghubunginya. Ponselnya sama sekali tidak bisa dihubungi, kemudian ia pun segera menuju suatu tempat.
Setibanya disana, ia langsung menerobos masuk tempat tersebut. Ketika hendak memasuki ke salah satu ruangan, seseorang menahannya, dan mengatakan jika direktur sedang tidak ingin di ganggu oleh siapa pun. Tak perduli apa kata orang itu, langsung saja Donghae masuk kesana.
“Nyonya maafkan aku, pria ini memaksa masuk.”
“Tidak apa-apa, kau boleh keluar.”
“Dimana Seira? Apa yang sudah Kyuhyun lakukan padanya? Jawab aku.” Kemudian Ahra pun mulai memberitahu keadaan yang sebenarnya.
Bersambung ...