
“Untukmu apa pun ku berikan Hyerin.” Balas Kyuhyun seraya mengusap lembut puncak kepala istrinya.
Nyonya Cho setuju dengan keputusan mereka, dan mulai hari itu Seira pun tinggal bersama pasutri tersebut. Sebelum nyonya Cho pergi, beliau berpesan pada kedua anaknya untuk memperlakukan Seira dengan baik. Karena nyonya Cho sudah menganggapnya sebagai putrinya sendiri.
Hyerin mengantar Seira ke kamar barunya, dan Kyuhyun sangat senang melihat senyuman yang terukir di bibir istri tercintanya. Bukan hanya itu, setidaknya dengan kehadiran Seira dirumahnya tidak akan membuat istrinya merasa kesepian.
Merasa sudah terlambat, Kyuhyun berpamitan pada Hyerin untuk pergi ke kantor. Hyerin mengantarnya hingga ke teras rumah, tak lupa sebuah kecupan mendarat di dahi Hyerin, dan Kyuhyun pun lekas berangkat. Sedangkan Hyerin kembali ke dalam, lebih tepatnya ke kamar Seira.
Melihat Seira tengah merapihkan barang-barang yang ada didalam tasnya, Hyerin pun membantunya. Hyerin membantunya untuk memasukkannya ke dalam lemari yang ada dikamar itu, namun dengan cepat Seira menolaknya, ia memiliki untuk menyimpan bajunya di rak dalam meja rias yang ada disana.
“Tapi itu bukan tempat untuk menyimpan pakaian.” Sahut Hyerin yang membawa baju-baju itu ke dalam lemari.
“Tidak apa-apa. Bajuku tidak banyak, dan akan aneh jika aku memasukkannya ke dalam lemari sebesar itu.” Seira merebut pakaian yang ada di tangan Hyerin, dan membuka rak meja.
“Apa kau lelah?”
“Tidak. Ada apa nona?”
“Bagaimana jika temani aku berbelanja?” Hyerin langsung menawarinya untuk pergi berjalan-jalan bersama.
Setibanya di pusat perbelanjaan, Hyerin langsung membeli beberapa kebutuhan dapur yang sudah habis. Biasanya ia harus menunggu Kyuhyun untuk membelinya, karena Kyuhyun tidak mau membiarkan Hyerin pergi seorang diri. Tapi, kini ada Seira yang akan selalu menemaninya.
Ketika sudah selesai membeli bahan-bahan yang habis, Hyerin mengajak gadis polos itu membeli pakaian. Seira menolak penawaran tersebut, namun Hyerin tetap memaksa, dan akan tetap membelikan pakaian tersebut untuk Seira.
Kini, Hyerin telah membeli beberapa pakaian untuk Seira, dan Seira sungguh tak enak menerima semua pemberian itu, ia merasa jika semua itu tidak pantas untuknya. Hingga setelah semua selesai di beli, Hyerin memutuskan untuk makan siang.
Mereka telah tiba di restaurant dimana tempat itu adalah tempat favorit Hyerin, dan juga Kyuhyun. Lagi-lagi Seira diam mematung ketika masuk ke dalam restaurant tersebut, dalam hidupnya ia belum pernah memasuki restaurant mewah tersebut. Meski dirinya selalu bekerja paruh waktu, tapi ia tidak pernah bisa memasuki tempat semewah itu.
♥♥♥
Ketika malam tiba, Seira masih sibuk dengan peralatan dapurnya. Gadis itu juga terkejut ketika melihat Hyerin yang tiba-tiba datang. Seira meminta maaf karena tidak meminta izinnya lebih dulu, ia menyesalinya. Namun, Hyerin tersenyum dengan tingkah polos gadis dihadapannya.
“Sekarang kau adalah keluarga kami Seira. Jadi, kau boleh melakukan apa pun yang kau mau.” Hyerin melemparkan senyumannya.
“Maaf aku lupa.” Hyerin terkekeh, dan Kyuhyun mengelus puncak kepala istrinya dengan penuh kasih sayang. “Sebaiknya segera bersihkan tubuhmu, dan segeralah turun.”
Seira menyiapkan segalanya di meja makan. Ketika Hyerin hendak membantu, Seira melarangnya, karena ini bukanlah tugasnya. Tak ingin beradu argumen, Hyerin memilih untuk duduk, dan memperhatikan Seira yang masih sibuk dengan semuanya.
Saat semua siap, dan Kyuhyun pun sudah duduk di tempatnya, Seira berdiri di tengah keduanya. Gadis itu siap untuk mengambilkan apa yang mereka butuhkan, dan saat itu Hyerin memintanya untuk duduk di sampingnya serta makan bersama. Seira terlihat masih diam mematung, ia merasa tidak sopan jika melakukan hal tersebut. Hingga Hyerin pun memundurkan kursinya, dan memandangnya, kemudian Seira pun duduk.
“Makanan ini lezat sekali. Aku sangat menyukainya, kimbapnya pun sangat enak.” Kyuhyun mengomentarinya dengan mulut yang penuh dengan makanan.
“Maaf tuan. Tapi, anda menyisihkan sayurannya. Itu..”
“… Kyuhyun tidak menyukai sayur.” Hyerin memotong ucapan Seira.
“Bukankah itu sehat?”
“Sudah, sebaiknya kau lanjutkan makanmu saja."
Mereka sungguh menikmati hidangan tersebut. Kyuhyun sungguh menyukai masakannya, karena sangat jarang ia menikmati hidangan rumah. Bukan karena tak mau, tapi Hyerin jarang sekali menggunakan dapur, dan selalu memintanya untuk makan di luar.
Setelah makan selesai. Seira langsung membereskan semuanya. Sedangkan Kyuhyun langsung berlari menuju ruang tengah untuk menonton acara televisi. Hyerin menghampirinya, dan duduk di sampingnya seraya bersandar di bahu Kyuhyun, kemudian Kyuhyun langsung mendekapnya.
Seira, gadis ini memilih untuk masuk ke dalam kamar setelah semuanya selesai. Ia membuka isi tasnya, dan mengambil sebuah bingkai foto, foto mendiang orang tuanya, ia memeluknya, dan air matanya menetes membasahi kedua pipinya, hingga tanpa ia sadari, ia pun terlelap.
♥♥♥
Pagi itu, Seira bersenandung ria seraya menyiram tanaman yang ada di pelantaran rumah pasutri itu. Seseorang terbangun ketika mendengarnya, ia menyukainya, dan langsung mencari sumber suara. Ia memandangi gadis itu dengan sebuah senyuman seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
“Dengan tatapan lembutnya padaku, dan suara yang indah. Sangat ku rindukan. Lembut berkata menyuruh ku untuk tidak menangis lagi. Saat ku dekap dengan erat dirimu dalam peluk ku. Saat itu juga kau menghilang. Airmata mengalir membasahi bantal ku. Selalu seperti ini pagi hari…” 🎶🎶
“Kenapa liriknya begitu lirih?” Mendengar suara berat itu membuat Seira terkejut, dan menjatuhkan selang yang ia genggam. “Siapa yang rindukan? Kekasihmu?”
Bersambung ...