
“T-temanmu s-sedang p-pergi ke rumah sakit. K-kau b-bisa kembali nanti.” Nada suaranya begitu menahan ketakutan. Namun, orang di hadapannya justru menyeringai, dan terus berjalan mendekatinya.
Langkah Seira terus berjalan mundur, hingga tubuhnya pun membentur dinding. Sebuah tanda, jika ia menemukan jalan buntu. Sedangkan jarak mereka semakin lama semakin dekat. Tidak. Bahkan dapat dikatakan sudah tidak ada jarak lagi antara keduanya.
“Saat di taman aku tak begitu jelas melihatmu, hingga aku tak menyadari jika ternyata kau tengah mengandung. Apa kau memiliki hubungan gelap dengan pria lain? Kemudian pria itu tak mau bertanggung jawab, hingga kau memanfaatkan Donghae hyung agar kau tak merasa malu?”
Tak ada jawaban yang keluar dari bibir Seira. Merasa takut, ia mendorong tubuh pria yang ada di hadapannya, dan mencoba meloloskan diri darinya. Namun, lagi-lagi pria itu menarik lengannya hingga ia terduduk di salah satu sofa yang ada disana.
“Kenapa? Apa semua yang ku katakan benar? Sehingga kau takut untuk mendengar perbuatanmu yang sangat menjijikkan itu?” Pria itu mencengkram erat pergelangan tangan Seira, dan itu membuatnya meringis.
“Yaaah. Kau benar tuan Cho, kau benar sepenuhnya. Semua yang kau katakan itu tidak salah sedikit pun. Anak ini memang milik pria lain, bagaimana cara pria itu bertanggung jawab? Sedangkan aku tidak pernah memberitahunya soal kehamilanku.” Suaranya keluar dengan penuh isakkan.
“Kau bahkan tidak berani untuk memberitahu pria itu? Apa kau takut pria itu tidak akan mengakuinya? Itu pasti karena kau sudah sangat malu akan perbuatanmu itu.” Ucapnya dengan nada ketus, namun menyakitkan.
“Tidak. Aku bukannya takut akan pengakuannya, aku hanya takut pria itu akan membunuh anakku.” Pria itu kini terdiam ketika mendengar jawaban dari wanita di hadapannya. “Aku mohon lepaskan aku sekarang.” Isaknya lagi, dan pria itu tampak mengendurkan pegangannya.
“Pergilah dari pandanganku sekarang. Tidak, bukan hanya dari pandanganku, begitu juga dari pandangan semua orang yang ku kenal. Termasuk Donghae hyung.”
•••
Hari sudah berlalu, Donghae masih merasa frustasi setelah mendengar kabar dari Eun Ri jika Seira tidak berada di apartmentnya ketika ia datang. Pria ini sungguh gusar mencari keberadaannya. Wanita itu bahkan tidak membawa ponsel pemberiannya.
Ketika sore menjelang, seseorang tampak mengetuk salah satu pintu apartment disana. Tidak berlama-lama lagi, sang penghuni pun langsung berjalan ke arah pintu itu, dan membukakannya.
“Maaf. Tapi Donghae hyung sedang tidak ada di tempat.” Sahut pria itu dengan nada sopan.
“Wanita itu sudah pergi dari sini pagi tadi. Silahkan kau pun pergi dari sini.” Tanpa berkata apa-apa lagi, pria itu langsung menutup pintu dengan emosi yang kembali memuncak.
Entah itu sebuah kebohongan atau bukan, Eun Ri langsung menghubungi Donghae. Setelah mendapat panggilan tersebut, Donghae meminta Eun Ri untuk pulang, dan dirinya akan memberi kabar lagi setelah ia tiba di rumah nanti.
Mengejutkan. Kyuhyun berada disana, dan benar saja ia sudah mengusir Seira dari tempatnya. Kyuhyun memang mengetahui mengenai apartment miliknya, tapi tidak disangka ia akan berkunjung, dan melakukan hal senekat itu.
Kini, Donghae marah besar akan perbuatan Kyuhyun. Dengan segera ia meminta Kyuhyun untuk keluar dari apartmentnnya, ia bahkan bersumpah pada dirinya, jika sesuatu terjadi sesuatu pada wanita itu, maka ia tidak akan mau bertemu lagi dengan Kyuhyun.
Donghae maupun Eun Ri sudah pergi ke tempat tinggal lama Seira. Namun, mereka sama sekali tidak menemukannya. Kemudian, ia menghubungi beberapa orang untuk berpencar mencari wanita itu.
Reaksi Donghae sangat mengejutkan bagi Eun Ri. Pria yang selalu terlihat lembut, ternyata memiliki sisi yang seperti sekarang. Kepanikannya membuat Donghae terlihat begitu menyeramkan baginya.
Pria ini sungguh mencintainya. Namun, kenapa Seira eonni masih saja mencintai suaminya?
Fikiran tersebut terus memenuhi benaknya, hingga Donghae menyadarkannya, dan memintanya untuk pulang jika memang merasa lelah. Eun Ri pun pamit, bukan untuk pulang, melainkan untuk bekerja, dan Donghae harus kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi pasiennya.
Setibanya dirumah sakit, ia mendengar kabar jika pasien yang ditanganinya sudah sadarkan diri, dan hal itu sungguh kabar baik untuknya. Lalu, pihak rumah sakit, dan pihak keluarga pasien pun mengucapkan rasa terima kasihnya pada Donghae.
Karena kondisi pasien sudah sangat stabil, pihak rumah sakit membebaskan tugas Donghae, dan akan mengirim kabar pada rumah sakit pusat yang ada di Seoul. Setelah tidak memiliki urusan disana, Donghae langsung pergi dari sana, dan kembali mencari keberadaan Seira.
Bersambung ...