Love Me, Please!

Love Me, Please!
Love Me, Please! Bagian 27



Seira yang telah kembali pun terkejut ketika melihat Donghae sudah tak ada lagi ditempatnya. Ia mencarinya, namun Kyuhyun mengatakan jika pria itu sudah pergi karena ada operasi yang harus dilakukan sesegera mungkin.


Mendengar hal tersebut membuat wajah Seira terlihat begitu kecewa. Kyuhyun yang melihat ekpresi itu pun sangat tidak senang, hingga ia pun mengajak Seira untuk pergi dari sana.


“Tapi kita sudah…”


“Aku sudah membayarnya. Kita akan cari tempat lain jika kau lapar.”


“Baiklah.”


Mereka pergi dari sana. Tak ada yang mereka bicarakan di dalam mobil, hanya ada keheningan disana. Ketika tiba di tempat biasa Kyuhyun makan, ia meminta Seira untuk segera turun, dan tak di sangka jika tempat tersebut adalah tempat dimana Seira pernah bekerja paruh waktu.


Beberapa pelayan disana mengenal Seira, mereka terkejut ketika melihat temannya datang dengan seorang pria yang sangat dikagumi oleh banyak wanita. Beberapa dari mereka terlihat iri dengannya, hingga mereka sempat berebut untuk melayani keduanya.


Yah, mereka tidak mengetahui apa hubungan keduanya, karena memang Seira tak pernah menceritakan hal seperti itu. Kyuhyun tak menginginkan jika orang luar tahu mengenai pernikahannya, maka dari itu Seira memilih untuk diam.


“Seira, bagaimana bisa kau bersama dengan tuan Cho?”


“Kenapa nona? Kau datang untuk menanyakan pesanan atau untuk bergosip?” Sahut Kyuhyun.


“Maafkan aku tuan Cho. Aku..”


“Tidak apa-apa. Tapi, aku akan menjawab pertanyaanmu tadi. Alasan Seira bisa bersamaku karena dia adalah istriku. Jadi, apa salah jika aku bersama dengan istriku?” Mendengar penjelasan Kyuhyun mampu membuat Seira terbelalak, dan menatapnya tajam.


“I-istri? Tapi, bukankah istri anda…”


“Aku sudah menjawab pertanyaanmu tadi. Apa kami sudah bisa memesan?”


“Maafkan aku tuan. Jadi, kalian ingin memesan apa?”


•••


Pagi itu Kyuhyun sudah bersiap dengan setelan kantornya. Kini, ia terlihat tengah sarapan bersama degan Seira. Setelah mendengar Kyuhyun menyerukan status dirinya ke hadapan seseorang, hal itu sungguh membuatnya sangat senang.


Mendapati, dan di akui oleh Kyuhyun sangatlah berarti untuk dirinya. Namun, hatinya masih begitu serakah, kini yang ia harapkan bukan hanya pengakuan, ia masih berharap jika pria di hadapannya kini dapat mengutarakan perasaannya sendiri. Namun, Seira tetap tidak akan memaksakan hal tersebut.


“Aku berangkat. Jika terjadi sesuatu langsung hubungi aku, dan jangan melakukan hal yang ceroboh.” Gumam Kyuhyun, dan mengecup dahi Seira dengan sangat lembut.


Kyuhyun telah pergi, dan mendapati perlakukan seperti itu masih membuat Seira terdiam. Mungkin gadis itu masih terkejut dengan apa yang ia dapati barusan, hingga ketika sadar pun ia terkejut karena Kyuhyun sudah tak disana.


Sebuah senyuman terus terukir di bibir Seira, bahkan ia menjadi malu terhadap dirinya sendiri ketika mengingat hal tersebut. Seusainya ia membereskan pekerjaan dapur, ia kembali ke kamar, dan membanting tubuhnya di atas sana.


Tubuhnya berguling ke sana kemari, seolah ia merasa jika Kyuhyun telah memberikan lampu hijau untuknya. Hingga ketika bayangan tentang Hyerin pun muncul di benaknya, dan saat itu juga senyumannya menghilang.


“Maafkan aku eonni. Aku memang egois, tapi aku mencintainya.” Gumamnya. “Apa aku harus memberitahukannya tentang hal ini? Tunggu. Dia bahkan tidak menghubungiku setelah meninggalkanku, dan Kyuhyun semalam. Aku akan menghubunginya.”


Seira mulai menekan beberapa digit nomor. Namun, orang di seberang sana tampak tak menerima panggilan tersebut. Akhirnya Seira memutuskan untuk mengiriminya pesan, dan meminta untuk bertemu siang nanti.


Tak lama kemudian, ponselnya pun berdering, dan dengan cepat Seira menerima panggilan tersebut tanpa melihat siapa yang telah menghubunginya. Namun, ia sangat yakin jika Donghaelah yang menghubunginya saat itu.


“Sepertinya kau tengah menanti telfon darinya?”


“K-Kyu? Bukan seperti itu. Aku hanya ingin tahu kenapa semalam dia pergi tanpa memberi kabar padaku. Setidaknya dia harus minta maaf padaku, dia yang memintaku datang, tapi dia meninggalkanku tanpa memberitahuku.”


“Bukankah sudah ku katakan alasan dia pergi? Sebaiknya jangan tanyakan hal itu lagi, dan berhenti menghubunginya.” Kyuhyun merasa kesal, dan langsung mematikan panggilannya secara sepihak.


Perlakuan Kyuhyun kini membuatnya sangat bingung. Kenapa ia harus marah hanya karena hal kecil. Lagi pula, dirinya tak akan berbuat lebih pada Donghae. Membicarakan soalnya, dilihat sejak tadi sepertinya Donghae belum juga membalas pesannya.


•••


Meski tak mendapat balasan dari pria itu. Siang itu Seira tetap memutuskan untuk pergi menuju tempat dimana Donghae sering membawanya, tempat favoritnya, Seokchon Lake. Seira berdiri dengan memegangi pagar seraya memandangi air sungai yang mengalir dengan tenang.


Sudah hampir 30 menit ia berdiri disana, dan Donghae tampak belum juga datang. Gadis itu mencoba menghubunginya kembali. Kini, bukan tidak di terima, pria itu justru mereject panggilannya, dan rasa bingung menyelimuti dirinya.


“Donghae-ya ada apa denganmu? Apa aku sudah berbuat salah padamu sehingga kau menolak panggilanku? Jika benar begitu, maka katakan padaku, dan aku akan melakukan apa pun agar kau mau memaafkanku. Aku akan masih menunggumu disini (Seokchon Lake).” Ujar Seira dalam pesannya.


Bersambung...