
“Ah maaf tuan, suaraku pasti mengganggu tidurmu.”
“Aku sama sekali tak terganggu, aku sangat menyukai suaramu. Tapi, untuk siapa lagu itu?”
“Mendiang orang tuaku.”
“Apa kau mau menjenguknya? Aku bisa mengantarmu kesana.”
Memang tawaran yang bagus. Namun, Seira tidak bisa menerimanya. Gadis ini pun memilih untuk segera masuk, dan menuju dapur untuk membuat sarapan. Ketika ia hendak menyiapkan bahan-bahannya. Hyerin menahannya, dan mengatakan jika tak perlu memasak banyak, karena dirinya akan pergi keluar bersama dengan suaminya. Kemungkinan mereka juga tidak akan sarapan bersama.
Kyuhyun menyapa istrinya yang sudah bangun, dan ia juga mengecup bibir istrinya seraya tersenyum, sedangkan Seira langsung memalingkan wajahnya. Kyuhyun menawarinya untuk ikut berjalan-jalan bersama, namun lagi-lagi Seira menolaknya.
Pasutri itu telah siap dengan semuanya, dan Seira terlihat tengah memakan ramen di ruang makan. Keduanya menghampiri Seira, dan memberikan kunci rumah padanya. Mereka juga mengatakan jika keduanya kemungkinan akan pulang larut. Jadi, mereka meminta untuk tidak membuat makan malam.
“Maaf nona, tuan.” Seira menyeru.
“Tidak perlu memanggil kami seperti itu. Kau bisa memanggil nama kami Seira.” Kyuhyun tersenyum ke arahnya. “Ada apa?” Lanjutnya lagi.
“Tidak mungkin aku meminta izin untuk bekerja paruh waktu bukan? Tapi, berdiam diri di dalam rumah sungguh tidak menyenangkan.” Seira terus bergumam dalam hati.
“Seira?” Panggil Kyuhyun mencoba menyadarkan lamunan gadis itu.
“Ah tidak ada. Bisakah aku pergi berjalan-jalan di sekitar sini?”
“Tentu saja.” Hyerin tersenyum. “Baiklah, kami pergi. Jaga dirimu.”
♥️♥️♥️
Usia kandungan Hyerin sudah menginjak 4 bulan, karena itulah nyonya Cho pun sering datang. Tak lupa beliau juga menanyakan keadaan Seira, dan membawakan makanan untuknya. Bukan hanya itu, Seira juga tampak akrab dengan kakak perempuan Kyuhyun, Cho Ahra. Tampaknya Ahra pun sangat menyukai Seira.
Seira menjadi gadis yang berbeda ketika bersama Ahra. Banyak hal yang selalu ia ceritakan kepadanya. Saat ini pun Ahra tengah menemaninya di kamar, karena Hyerin, dan Kyuhyun tengah pergi untuk memeriksakan kandungan Hyerin.
“Aku masih tak bisa melupakan saat pertama kali aku bertemu denganmu eonni (sebutan kakak perempuan dari adik perempuan). Ku fikir dirimu itu tidak akan menerimaku. Tapi, ternyata kau sangat baik sekali, aku senang bertemu denganmu. Aku tidak memiliki siapa-siapa lagi. Jadi, maukah menjadi kakak untukku juga?”
Penuturan Seira terdengar tulus, hingga membuat Ahra sangat tersentuh. Ahra pun memeluknya, dan ia juga tidak keberatan untuk menjadi keluarga barunya. Mendengar jawaban Ahra membuat Seira sangat bahagia.
“Seira, apa kau di dalam?”
“Ada apa bibi?” Seira membukakan pintu kamarnya.
“Ibu? Ya, Seira memintaku untuk datang menemaninya.”
Terdengar suara mobil Kyuhyun telah tiba. Seira lari begitu saja ke arah luar untuk menyambut keduanya. Semakin lama ia berada di rumah tersebut, semakin membuatnya akrab dengan pasutri itu, terlebih lagi Hyerin sudah menganggap Seira layaknya adik kandungnya sendiri.
Seira membukakan pintu, dan tersenyum melihat keduanya turun dari mobil. Hyerin yang melihat Seira pun langsung berlari ke arahnya, dan memeluknya erat. Mendapat perlakuan itu membuatnya sangat bingung. Apa yang terjadi hingga membuat Hyerin berlaku seperti sekarang ini.
Melihat hal seperti itu membuat Kyuhyun mengelus punggung istrinya, dan meminta untuk segera masuk ke dalam. Kyuhyun juga meminta Seira untuk masuk, dan ia akan jelaskan apa yang terjadi. Seira mengangguk pelan, dan langsung menutup pintu rumah tersebut.
Kyuhyun terkejut melihat kakak perempuannya, dan juga ibunya berada disana. Hyerin duduk di ruang tengah, dan nyonya Cho menanyakan kabar menantunya serta kondisi cucunya yang masih berada dalam kandungan Hyerin.
“Hyerin. Kandungannya begitu lemah. Dokter mengatakan jika dia tidak boleh stress, kelelahan, dan banyak fikiran, karena hal itu akan mengganggu kesehatan calon anak kita, dan juga proses persalinannya nanti.” Kyuhyun menjelaskan semuanya.
“Lalu apa yang membuatnya begitu sedih?” Seira menyahut.
“Kemungkinan terburuk, saat melahirkan nanti Hyerin akan kehilangan banyak darah. Maka dari itu kami membutuhkan pendonor jika hal itu terjadi. Jika tidak, maka nyawa Hyerin terancam.”
“Eonni. Apa golongan darahmu?”
“B+.” Suara Hyerin terdengar sangat lemah.
“Kau tidak perlu khawatir, aku memiliki golongan darah yang sama denganmu. Jika hal itu memang terjadi, aku bersedia mendonorkan darahku untukmu.” Seira tersenyum seraya menggenggam tangan Hyerin yang ada di sampingnya, dan Hyerin langsung memeluknya.
“Baiklah. Masalah terpecahkan. Jangan bersedih lagi, bagaimana jika kita pergi berbelanja?” Ahra menyeru, dan raut wajah Hyerin berubah sumringah ketika mendengar pernyataan kakak iparnya.
Melihat wajah ceria istrinya yang telah kembali membuat Kyuhyun tenang, ia mengusap puncak kepala istrinya. Seira yang melihat itu pun langsung duduk menjauh dari keduanya, dan duduk di sisi nyonya Cho. Ia juga selalu menundukkan kepalanya setiap kali Kyuhyun memanjakkan istrinya.
Ahra memanggilnya untuk ikut berbelanja. Namun, Seira menolak ajakkan tersebut. Seira harus bekerja paruh waktu. Mendengar kata 'paruh waktu' membuat mereka kebingungan. Bahkan Hyerin yang selalu berada di rumah pun terkejut mendengar pernyataan tersebut. Seira bahkan tidak bilang pada siapa pun mengenai hal tersebut.
Kyuhyun, dan Hyerin meminta penjelasan pada Seira. Kenapa ia tak pernah membicarakan soal itu kepada keduanya. Kyuhyun terlihat kecewa dengan sikap Seira, ia bahkan terus mengoceh sejak tadi, dan membuat Seira terkejut. Karena baru kali ini dirinya menerima nasihat dari Kyuhyun. Biasanya Kyuhyun selalu menyerahkan semuanya pada Hyerin, tapi kali ini berbeda.
“Maafkan aku.”
“Jadi, selama ini aku jarang melihatmu dirumah, kau pergi bekerja?” Hyerin menyeru, dan Seira mengangguk pelan.
“Apa kau membutuhkan sesuatu? Apa kau merasa kekurangan sesuatu? Apa yang kau butuhkan hingga membuatmu bekerja seperti itu? Kau bahkan tak memberitahu kami sama sekali mengenai hal itu. Apa kami ini tidak kau anggap sama sekali?” Sahut Kyuhyun dengan nada yang sedikit tinggi.
Bersambung ...