Love Me, Please!

Love Me, Please!
Love Me, Please! Bagian 31



Jantung Donghae kembali berdebar, ia takut jika tak bisa mengontrol dirinya. Kemudian, ia segera duduk di bangku kebesarannya, juga meminta wanita di hadapannya untuk duduk. Tidak mendengar ucapannya, Seira justru hanya berdiri dengan tatapan tajamnya.


Melihat reaksi yang diberikan oleh Seira membuat Donghae menelan air liurnya. Tidak disangka jika Donghae dapat selemah itu di hadapannya. Untuk membuka percakapan pun sangat sulit untuknya, lidahnya terasa begitu kelu untuk melontarkan sesuatu.


“Se-sebenarnya… ada apa?” Kini Donghae memberanikan dirinya untuk menyeru, dan wajah Seira semakin terlihat menakutkan.


“Bukankah seharusnya aku yang menanyakan hal itu padamu? Sudah hampir satu bulan lebih kau tidak menghubungiku. Kau menolak panggilanku, tidak membalas pesanku, dan kau mengabaikanku. Apa yang telah ku perbuat padamu sehingga kini kau membenciku?”


“Aku sama sekali tidak membencimu Seira. Kali ini berbeda, hubungan antara kalian sudah begitu dekat, mana mungkin aku datang di tengah kalian? Aku tidak ingin di anggap sebagai orang ketiga loh.” Donghae mencoba tenang untuk membalasnya.


“Orang ketiga? Bukankah aku sudah bilang jika kau sudah seperti kakak bagiku, dan…”


“… pandangan kita berbeda Seira. Kau mungkin memang memandangku tidak lebih dari seorang kakak laki-laki, tapi aku tidak memandangmu sebagai adik perempuanku, melainkan seorang wanita, wanita yang aku cintai.”


“Itu…”


“… aku mohon untuk tidak menemuiku sementara waktu. Kali ini aku tengah mencoba mengubur perasaanku itu, dan aku.. aku…” Donghae menghembuskan nafasnya. “… aku sedang dekat dengan seorang gadis, aku tidak ingin dia salah faham. Jadi, bisakah kau pergi?”


“Donghae-ssi. Aku senang sekali, operasi itu berhasil di lakukan. Vital pasien berjalan dengan normal, dan tidak ada gejala lain yang ditimbulkan.” Soo Ra masuk tanpa permisi, dan langsung memeluknya begitu saja.


“Aku mengerti. Jika begitu, aku permisi.” Sahut Seira seraya keluar dari ruangan tersebut, dan Soo Ra yang sadar akan sikapnya pun langsung melepaskan pelukannya.


“Maaf, aku tidak melihat jika kau memiliki tamu. Aku hanya tengah merasa senang.” Gumam Soo Ra menundukkan kepalanya.


“Jika tidak melakukan tindakan sembrono, bukan Jung Soo Ra namanya.” Balas Donghae seraya tersenyum sembari mengacak-ngacak puncak kepala gadis di hadapannya, dan wajah gadis tersebut tampak begitu memerah saat menerima perlakuan tersebut.


•••


Malam itu Seira tampak terlihat murung, bahkan ia tidak menyadari kehadiran Kyuhyun yang sudah berbaring di ranjangnya, dan bersiap untuk tidur. Melihat hal tersebut pun langsung membuat Kyuhyun mendengus kesal.


Pria itu memanggilnya dengan nada lembut, namun wanita di sisinya itu tampak tak mengubrisnya. Merasa di abaikan, pria itu pun langsung menariknya hingga jatuh ke dalam dekapannya, dan kini pria tersebut memeluknya erat.


“Apa yang sedang kau fikirkan? Sehingga kau berani mengabaikan suamimu ini.” Sahut Kyuhyun dengan nada santainya.


“Siang tadi aku menemuinya, dan dia bilang sudah tidak mau berhubungan denganku lagi. Aku tidak tahu apa yang telah ku perbuat hingga membuat dirinya menjauh. Dia begitu baik padaku, di jauhi olehnya terasa aneh untukku, terlebih alasannya hanya karena sedang dekat dengan seorang gadis.”


“Bukan seperti itu maksudku. Aku hanya…”


“… aku mengerti. Sebaiknya tidak perlu kau fikirkan, mungkin dia tidak ingin hubungan dengan gadis itu terpecah.” Gumam Kyuhyun yang kembali memeluk Seira.


“Baiklah.” Balasnya, kemudian ia membalas pelukan yang diberikan oleh Kyuhyun, dan keduanya pun terlelap.


Hingga pagi menjelang pun keduanya tampak enggan untuk membuka kedua matanya. Namun, tidak lama kemudian, Seira membuka matanya secara perlahan. Dirinya merasa begitu bahagia, ketika ia membuka mata, Kyuhyun lah orang pertama yang ia lihat.


Matanya masih terus memandangi suaminya, kini tangannya mulai bergerak untuk mengusap wajahnya itu, karena sampai saat itu pun, Seira sering kali merasa tak percaya jika pria itu akan berbalik membalas perasaannya.


Senyuman terukir, dan wajahnya pun terlihat lebih berseri, hingga ketika menggerakkan kepalanya, dengan cepat Seira memutar tubuhnya untuk membelakanginya, dan langsung memejamkan kedua matanya.


Tangan Kyuhyun melayang, dan jatuh melingkar di pinggang Seira. Kemudian Seira sedikit tersentak akan hal tersebut, begitu terasa jika Kyuhyun pun semakin mengeratkan pelukannya, dan hal itu membuat Seira semakin memejamkan matanya.


“Ini adalah hukumanmu karena telah menggodaku.” Kyuhyun berbisik dengan mata yang masih terpejam, namun dengan senyuman yang menyeringai. Mendengar itu langsung membuat Seira membuka matanya.


“A-apa ma-maksudmu?”


“Kau jangan berlaga bodoh, aku tahu apa yang kau lakukan padaku beberapa menit yang lalu. Berbalik sekarang.” Seru Kyuhyun, dan Seira pun melakukan apa yang pria itu katakan. Tidak berani menatapnya, ia masih menundukkan wajahnya, namun Kyuhyun masih tetap memeluknya.


“Maaf.” Gumamnya pelan dengan sedikit rasa malu. Mendengar itu sungguh membuat Kyuhyun tersenyum lebar. Ia mengangkat wajah Seira, kemudian menciumnya dengan sangat lembut. “Aku mencintaimu Kyu.” Ucapnya lagi, dan memeluk erat pria tersebut.


•••


Saat itu, Seira tengah berjalan-jalan di taman. Memperhatikan anak kecil bermain sungguh menyenangkan untuknya. Ahra begitu sibuk, hingga dirinya pun tidak berani untuk mengganggu waktunya, nyonya Cho berada di luar negeri, Kyuhyun jangan tanyakan lagi.


Fikirannya terbayang oleh Donghae. Ketika dirinya merasa bosan, pria itu selalu datang meski hanya sebentar. Walau hanya sebentar, pria itu mampu mengusir rasa bosan, rasa gundah tersebut. Namun, berbeda kali ini, pria itu tidak akan pernah datang lagi seperti sebelumnya.


Hari sudah semakin sore, dan langit pun terlihat gelap, itu artinya tidak lama lagi akan turun hujan. Belum tiba di halte, hujan sudah turun lebih dulu. Ketika melihat café, kakinya pun melangkah kesana, namun langkahnya terhenti ketika ia melihat seseorang yang dikenalinya.


Bersambung ...