Love Me, Please!

Love Me, Please!
Love Me, Please! Bagian 15



“Donghae-ssi, kamar. Cepatlah, tolong aku.” Seira membalas teriakkan itu, dan langsung membungkam mulutnya. Ia sungguh takut Kyuhyun membuka matanya, karena teriakkan yang ia keluarkan.


“Astaga, apa yang terjadi?” Donghae langsung menarik Kyuhyun, dan Seira tersengal karena hal tersebut. Kemudian, Donghae membaringkannya disana. “Ini kunci mobilnya. Tapi kenapa kau membawanya ke kamarmu?”


“Kyuhyun melarangku untuk masuk ke dalam kamarnya jika tanpa izin darinya. Tidak, ia memang tak membolehkanku untuk masuk, jika mungkin di izinkan, itu hanya mengambil pakaian kotornya saja. Saat ini dia demam, aku harus merawatnya, jadi tidak mungkin untukku membawanya ke kamarnya.” Gumam Seira seraya melepaskan dasi yang melilit di leher Kyuhyun.


Melihat perlakukan Seira kepada Kyuhyun benar-benar membuat Donghae terluka. Bagaimana tidak? Seira harus menahan luka karena kebencian Kyuhyun padanya. Dirinya bahkan pernah menyatakan perasaannya, dan mencoba untuk membawanya pergi, namun Seira menolak, dan lebih memilih Kyuhyun di banding dirinya.


“Kompres dia dengan benar. Jika besok demamnya tidak turun, segera bawa dia ke rumah sakit, atau hubungi aku. Aku ada operasi hari ini.” Donghae pun lekas pergi dari sana.


“Donghae-ssi.” Panggilnya, dan Donghae menghentikan langkahnya. “Terima kasih banyak.” Sambungnya.


“Dengan senang hati.”


Setelah mengantar Donghae keluar, Seira langsung ke dapur untuk mengambil air serta handuk kecil. Ketika kembali ke kamarnya, ia melepaskan sepatu, dan juga mengganti pakaian Kyuhyun. Kemudian, ia menyematkan selimut ke tubuhnya, dan mengompresnya dengan telaten.


•••


Demam Kyuhyun sudah turun sejak sehari yang lalu. Namun, Kyuhyun masih belum membuka matanya. Melihat kondisinya yang masih tak sadarkan diri membuatnya sangat khawatir. Sesekali ia menghubungi Donghae, dan Donghae mengatakan jika itu wajar terjadi untuk seseorang yang mengalami demam tinggi. Ketika suhunya kembali normal, Kyuhyun akan sadar kembali.


Tangan Kyuhyun dingin, dan Seira menggosokkan tangannya ke tangan Kyuhyun. Ia lakukan bergantian ke tangan satunya dengan jarak 5 menit sekali, berharap agar Kyuhyun tetap merasa hangat, bahkan ia sudah mematikan pendingin di kamarnya, dan menyalakan penghangat ruangan.


“Hyerin…” Igau Kyuhyun, dan mendengar itu membuat Seira menghentikan tangannya begitu saja. “… aku merindukanmu.” Racaunya lagi dengan air mata yang menetes, dan dengan cepat Seira mengusapnya. Kemudian ia melanjutkan tugasnya.


Tanpa sengaja, seseorang memperhatikan hal tersebut, dan memundurkan langkahnya. Donghae, yah pria itu datang dengan niat mengecek kondisi sahabatnya. Namun, setelah mendengar racauannya yang pasti membuat Seira terluka, membuat dirinya tidak jadi masuk. Akhirnya ia menyimpan obat di meja ruang tengah, kemudian memberi pesan pada Seira untuk mengambilnya.


Malam tiba. Merasa lelah tidak tidur selama 2 hari, tanpa sadar Seira yang tengah duduk pun membaringkan kepalanya diranjang, dan memejamkan matanya.


“Seira. Apa yang terjadi? Kepalaku sangat pusing.”


“K-Kyu? Kau sudah sadar? Ah, aku sudah membuatkan makanan untukmu.” Seira mengambil mangkuk tersebut, dan mencoba menyuapi Kyuhyun. Kyuhyun menerimanya dengan senang hati, hingga sebuah gelas yang digenggamnya terjatuh.


Seira membuka matanya perlahan, dan ia terkejut saat menyadari jika semua itu hanyalah sebuah mimpi. Ketika menatap kebawah, ia melihat gelas yang pecah, kemudian pandangannya menuju ke arah Kyuhyun. Pria itu sudah sadar, dan tentu saja Seira merasa senang hingga berhambur ke dalam pelukannya.


“Kau sudah bangun? Kau tak sadarkan diri selama 2 hari, aku sangat mengkhawatirkanmu, dan aku…” Ucapannya terhenti, dirinya sadar apa yang telah ia lakukan tidaklah benar. Secara perlahan Seira mengendurkan pelukannya seraya menundukkan pandangannya. “M-maaf. A-aku akan hangatkan sup ini dulu.”


Ketika berada di dapur, Seira terus memukuli dahinya sendiri. Ia sangat merasa terbawa suasana dalam mimpinya, nada suara yang lembut, dan tatapan yang sangat hangat. Hingga ia tak sadar, sup yang dihangatkannya sudah mulai mendidih.


Gadis ini kembali ke kamarnya dengan membawa mangkuk serta segelas air, ia tersenyum ke arah Kyuhyun, dan duduk di sisi ranjang. Kali ini ia berniat untuk menyuapinya, dirinya juga berharap jika Kyuhyun tidak akan menolak.


“M-makanlah s-selagi h-hangat.” Seira sungguh gugup ketika melayangkan suapan pertama pada Kyuhyun. Tanpa perasaan, dan dengan cepat, Kyuhyun langsung menghempaskan tangan Seira dari hadapannya. Bukan hanya itu, ia bahkan menumpahkan sup itu hingga mengenai punggung tangan Seira.


Kembali mendapat penolakan bukan hal yang biasa lagi untuknya. Saat ini, Seira hanya sedikit meringis menahan sakit seraya membereskan sup yang ditumpahkan oleh Kyuhyun tadi.


“Kau boleh membenciku sebanyak yang kau mau. Setidaknya fikirkanlah kesehatanmu untuk saat ini saja. Sudah 2 hari kau tak sadarkan diri karena demam, tubuhmu membutuhkan asupan. Jadi, aku akan kembali membuatkan yang baru untukmu.” Tanpa memandang sedikit pun, Seira pergi keluar dari sana.


Bersambung ...