
“Aku tidak ingin mengambil resiko apa pun. Aku akan kembali sore nanti, dan ketika aku kembali, kita akan pergi jalan-jalan.”
Tanpa berkata apa-apa lagi, pria itu segera bergegas meninggalkan apartmentnya, dan ketika melihat Eun Ri yang di luar gedung, pria itu langsung mengantar Eun Ri pergi, dan memintanya untuk membantunya menemui direktur dari butik tempat dimana mereka bekerja.
Sedangkan di tempat lain, Kyuhyun tengah mengadakan rapat. Perusahaannya kembali naik daun, dan semakin berada di puncak. Namun, sangat terlihat jika kondisi Kyuhyun begitu kacau.
Semenjak kejadian saat dirinya mengusir Seira dari rumah, ia menjadi pria yang pemarah, dan juga keras. Tidak mau menerima kesalahan sedikit pun, dan tidak akan memberikan keringanan pada orang yang telah orang yang berbuat salah.
Melihat sifat direkturnya yang berubah drastis, tentu saja membuat para karyawan merasa tak nyaman. Bukan hanya tak nyaman, mereka sering kali ragu jika ingin melakukan suatu hal. Kesalahan sekecil apa pun, maka Kyuhyun tetap tidak akan mentolerirnya.
“Sekretaris Hwang, bagaimana pembangunan mall yang berada di Mokpo? Apa berjalan lancar?” Sahut Kyuhyun membuka beberapa dokumen.
“Sudah hampir selesai tuan, dan para pemilik saham yang berada di sana ingin kau datang untuk meresmikannya.”
“Kapan peresmian itu dilakukan?” Balasnya lagi tanpa memandang lawan bicaranya.
“Besok lusa tuan. Apa kau bisa menghadirinya?”
“Aku akan datang.”
•••
Hari telah berlalu. Operasi yang dilakukan oleh Donghae berhasil. Lalu, ia memiliki waktu 1 bulan untuk berada disana, pekerjaan tak lagi berat, hanya memastikan jika pasien telah stabil. Pihak rumah sakit pun mengizinkan Donghae untuk berlibur, dan akan menghubunginya jika sesuatu terjadi pada pasien.
Saat itu, Donghae sudah kembali dari rumah sakit, dan ketika tiba di apartmentnya, ia melihat Seira tengah tertawa bersama dengan Eun Ri. Melihat tawa dari Seira membuatnya sangat tenang, seolah ia melihat Seiranya kembali seperti sebelumnya.
“Eun Ri.” Melihat Donghae sudah kembali membuat Eun Ri menoleh, dan Seira tersenyum menyambut kehadirannya. “Ada yang ingin ku bicarakan padamu.” Sambungnya lagi.
“Haruskah aku meninggalkan kalian?” Sahut Seira.
“Tidak perlu. Kau tetap disini.” Balas Donghae seraya menahan lengan Seira. “Terakhir kali, aku mendengar kau bicara jika kau tengah berkuliah, fakultas apa yang kau ambil?”
“Benar, tapi aku sudah tidak melanjutkannya lagi. Aku akan kembali setelah tabunganku terkumpul, dan terkadang Seira eonni membantuku mengumpulkannya. Aku mengambil fakultas kedokteran, dan ketika melihatmu begitu hebat, aku semakin semangat menabung. Dengan harapan, aku bisa menjadi seperti dirimu kelak.” Pandangan Eun Ri mulai tertunduk.
Melihat Eun Ri begitu pilu membuat Seira menatap Donghae, dan Donghae justru hanya menanggapinya dengan sebuah senyuman. Senyum tersebut sungguh membuat banyak tanya dalam fikiran Seira kala itu.
“Tentu saja aku mau. Tapi jangankan untuk kesana, untuk melanjutkan disini saja masih belum ada bayangan.” Desahnya.
“Aku akan menanggung untuk beberapa semester, dan aku mengenal professor yang baik disana, kemudian aku akan mengajukan beasiswa untukmu. Apa kau bersedia?”
Mendengar penuturan itu sungguh membuat Eun Ri terbelalak, dan bukan hanya gadis itu, bahkan Seira pun bereaksi sama seperti Eun Ri. Melihat 2 wanita di hadapannya diam membeku membuat Donghae menghela nafasnya dengan keadaan bingung.
Apa yang aku salah bicara?
Donghae masih berfikir dengan tingkah yang ditunjukkan oleh keduanya, dan ia masih menunggu jawaban dari Eun Ri. Seira menghampiri Eun Ri, dan mulai memotivasinya. Kemudian Eun Ri menghela nafasnya dengan tegas.
“Aku mau.” Jawabnya tanpa keraguan sedikit pun, dan Donghae sangat puas dengan jawaban dari gadis itu.
“Bersiaplah. Jika tidak ada kendala, bulan depan aku akan mengantarmu kesana. Setelah selesai melakukan administrasi, dan mengurus tempat tinggalmu, aku akan kembali kesini.”
“Terima kasih banyak.” Eun Ri meneteskan air matanya dengan perasaan yang teramat bahagia. Hanya tinggal selangkah ia menuju mimpinya, dan Seira memeluknya erat.
•••
Kyuhyun telah tiba di Mokpo, kedatangannya pun di sambut oleh beberapa rekan kerjanya. Setelah tiba disana, ia langsung di antar menuju tempat peresmian berlangsung. Menyadari kehadiran Kyuhyun, banyak perusahaan kecil menghadiri acara tersebut untuk bertemu langsung dengannya.
“Disana! tuan Cho sudah datang.” Ucap salah satu wartawan, dan yang lainnya pun menghampiri mobil yang didalamnya terdapat Kyuhyun.
“Tetap tenang, dan berikan ruang untuknya.” Bodyguard tersebut tampak menahan para wartawan yang berdesakkan, dan menodongkan microphonenya.
“Tuan Cho bisnis anda semakin naik daun. Setelah membangun bisnis disini, apa akan ada rencana baru ke depannya?”
“Tentu saja. Kita tidak bisa mengandalkan satu atau dua bisnis aja.” Sahut Kyuhyun sembari berjalan.
“Anda mendapatkan gelar ‘king of business’ , apa anda bangga dengan sebutan tersebut?”
“Itu hanya sebuah gelar saja. Tidak ada yang harus di banggakan, semua pembisnis bisa mendapatkannya jika mereka mau bekerja keras dengan sungguh-sungguh.”
Bersambung ...