
Saat sudah berada di dalam, akhirnya wartawan di minta untuk menunggu di luar, dan berlaku tenang selama acara belangsung nanti. Para pemegang saham menyambut kedatangan Kyuhyun di aula, mereka bukanlah orang-orang biasa, namun mereka begitu menyegani Kyuhyun yang terbilang memiliki usia dibawah mereka.
Mereka melakukan briefing agar acara berjalan dengan lancar, dan Kyuhyun yang memimpin acara tersebut, karena dia lah sang pendiri, dan penanam saham paling besar untuk mall tersebut. Ketika semua arahan selesai diberikan, mereka pun berjalan untuk menggunting pita.
Di tempat yang berbeda, Donghae, dan Seira tengah berada di sebuah taman, bermain dengan anak-anak disana. Kehamilan Seira sudah membesar, dan Donghae selalu siaga menemaninya tanpa mengenal lelah.
Semakin siang, cuaca terasa semakin panas. Namun, hal tersebut tak membuat Seira mundur sedikit pun. Ia merasa bahagia ketika bermain bersama anak-anak itu. Karena letak taman dekat dengan panti asuhan, maka banyak anak yang bermain disana.
Merasa tidak ada tenaga lagi, Donghae memilih untuk duduk menunggu Seira menyerah. Sorotan mata wanita itu sudah tak di penuhi oleh kesedihan lagi, itu lah yang membuat Donghae merasa begitu bahagia, dan ia bersedia memberikan seluruh kebahagiaan yang ada di dunia itu untuk wanita itu.
“Bagaimana? Sudah ingin pulang?” Donghae menyeru ketika Seira duduk di sisinya, dan Seira langsung menggelengkan kepalanya yang membuat Donghae sedikit terkekeh. “Jika begitu aku pergi membeli minum di seberang sana.”
“Tunggu, biar aku saja yang beli.” Tanpa mendengar jawaban dari pria itu, Seira langsung pergi begitu saja, dan Donghae kembali duduk disana.
“Tidak di sangka akan melihatmu disini.” Suara yang tak asing membuat Donghae langsung menoleh. Saat tahu jika pemilik suara itu memang orang tersebut, rasa paniknya pun menjalar. “Sepertinya kau sangat terkejut, duduklah kembali hyung.” Lanjutnya lagi.
“Ini minuman untukmu. Soda yang selalu kau minum.” Donghae tersenyum kaku ke arah wanita tersebut, dan pria yang tengah duduk pun terkejut melihat wanita yang ada di hadapannya kali ini.
“Astaga, banyak sekali kejutan yang ku dapatkan hari ini. Tidak pernah ku duga jika aku akan bertemu kembali dengan pembunuh isrtriku.” Mendengar suara yang sangat dikenalnya membuat Seira berbalik. “Hyung, apa kau ingin memelihara wanita murahan ini? Kau pria baik, berhentilah mendekati wanita kotor sepertinya.”
Melihat Kyuhyun sungguh sangat menakutkan bagi Seira kali ini. Ketika melihatnya, hal yang dilakukannya adalah berdiri di balik tubuh Donghae, ia juga memegangi lengan pria di hadapannya. Dalam sekejap tubuhnya pun bergetar, dan matanya sungguh tak berani menatap Kyuhyun saat itu.
“Aku ingin pulang.” Nada suaranya dipenuhi dengan ketakutan.
“Kenapa tidak pergi sendiri saja? Hyung, ku ingatkan padamu. Wanita ini hanya memanfaatkanmu, dia tahu jika kau mencintainya, dan itulah yang di manfaatkan olehnya. Setelah di buang oleh ku, wanita ini mencarimu. Aku tidak ingin kau di sakiti olehnya, sebaiknya kau tinggalkan dia sebelum terlambat.”
Tidak menghiraukan ucapan Kyuhyun, Donghae langsung berbalik, dan menuntun Seira untuk pergi dari sana. Melihat tak ada respon, Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya, dan ia sungguh merasa kesal dengan mereka semua.
•••
Donghae yang merasa khawatir pun memaksa masuk ke kamarnya. Melihat kondisi Seira yang kembali drop membuatnya merasa bersalah. Kenapa juga Kyuhyun harus berada di taman itu, dan kenapa dia bisa berada di kota yang sama dengan mereka. Itu yang masih difikirkan oleh Donghae saat ini.
“Aku sungguh tidak tahu jika dia akan datang. Aku minta maaf.”
“Apa kau akan pergi ke rumah sakit hari ini? Aku akan siapkan sarapan untukmu.” Seira mencoba untuk berdiri seraya memegangi perutnya yang sudah semakin besar, dan Donghae menahan lengannya, kemudian memeluknya dari belakang.
“Aku mohon jangan lakukan itu. Kau tidak selalu harus terlihat kuat di hadapan orang lain Seira, kau bisa mengeluarkan semua kesedihanmu, dan tidak ada yang salah dari semua itu.”
“Aku takut, aku takut dia benar-benar melakukan apa yang ia ucapkan. Bagaimana jika ia menghabisi anakku? Bagaimana jika…”
“… aku tidak akan membiarkan dia melakukan semua itu padamu. Aku sudah menyiapkan sarapan, setelah menghabiskannya langsung beristirahat, dan aku akan meminta Eun Ri untuk datang ketika dia sudah pulang bekerja nanti.”
Setelah pria itu pergi. Selang 5 menit, wanita itu pun keluar dari kamarnya, dan memakan sarapan yang telah dibuatkan olehnya. Meski bagaimana pun, ia masih membutuhkan asupan, bukan untuk dirinya, melainkan untuk calon anaknya.
Tak sanggup menghabiskan makanan yang sudah tersedia, setidaknya wanita itu telah menghabiskan segelas susu yang tersedia. Kemudian, ia memutuskan untuk menyimpan makanan itu di dalam lemari pendingin agar bisa di hangatkan, dan tidak membuang-buang makanan.
Ketika hendak masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, seseorang datang menekan bel. Rasa heran tentu saja ada di dalam benak Seira saat itu.
Apa Donghae kembali lagi? Apa mungkin ada barang yang tertinggal?
Seira terus saja bergumam, hingga akhirnya ia pun beranjak untuk membukakan pintu tersebut. Setelah membukakannya, ia sangat terkejut saat mengetahui siapa yang berada di luar sana. Merasa takut, ia langsung menutup pintu tersebut, namun orang di luar sana menahannya.
Dengan kekuatan yang tidak seimbang, akhirnya pintu tersebut berhasil di buka, dan tubuh Seira langsung bergetar hebat. Apa yang dilakukan orang itu padanya?
Bersambung ...