Love Me, Please!

Love Me, Please!
Love Me, Please! Bagian 06



Mereka mulai memesan makanan, ketiganya pun mulai saling membuka pembicaraan, dan tampaknya Seira, dan Donghae langsung sangat menyambung ketika tengah bicara. Benar yang di katakana Ahra, Donghae memang terlihat baik, pria itu juga terlihat sangat ramah, dan tidak membosankan ketika sedang di ajak bicara.


Beberapa menit kemudian, Ahra menerima telfon, dan mengharuskan ia pergi. Ia pun segera pamit, dan meninggalkan Donghae bersama Seira. Bukan hanya itu, Ahra juga berpesan pada Donghae untuk menjaganya, dengan hal itu tentu saja membuat Donghae sangat tidak keberatan. Justru dirinya merasa sangat senang.


Setelah makan, Donghae mengajak Seira pergi berjalan-jalan menuju suatu tempat. Seokchon Lake, tempat favorit Donghae ketika malam hari, dan Seira pun tampak tak menolak ajakan tersebut. Setibanya di sana, Seira sendiri pun merasa tenang berada di tempat itu, ia memegangi pagar pembatas seraya memandang air sungai serta lampu-lampu kota.


Senyuman terukir di bibir Seira, dan Donghae merasa senang melihat senyuman itu. Seperti yang pernah di katakannya, Donghae memang merasa sudah jatuh hati ketika melihatnya pertama kali. Hingga ponsel Seira pun berbunyi, dan ia terlihat enggan untuk menerimanya, namun tidak ada alasan untuk tidak menerimanya.


“Hey. Kenapa lama menerima telfonku? Sedang ada dimana kau? Ini sudah malam, sebaiknya segera pulang.” Orang di seberang sana tampak khawatir.


“Siapa?” Seru Donghae. “Kyuhyun?” Seira mengangguk, dan Donghae langsung menarik ponsel tersebut. “Kau tenang saja. Gadis ini bersamaku saat ini.” Ucap Donghae.


“Hyung? Kenapa dia bisa bersamamu? Dimana kalian? Aku akan menjemputnya.”


“Dari pada kau repot-repot menjemputnya. Sebaiknya habiskan saja waktumu dengan istrimu, dan Seira akan ku antar nanti. Sampai jumpa.” Donghae mengembalikkan ponselnya pada Seira, dan ia langsung memalingkan matanya untuk menatap lampu-lampu kota. “Bagaimana jika kita berkeliling?” Sambung Donghae.


•••


Ketika waktu terus berlalu, dan saat itu juga Donghae semakin dekat dengan Seira. Seira sendiri pun merasa nyaman bersama dengan Donghae. Ketika jam makan siang, Donghae selalu meluangkan waktunya untuk berkunjung ke tempat Seira bekerja, dan ia akan mengajaknya untuk makan bersama.


Meski sibuk dengan urusan di rumah sakit, untuk Seira, Donghae bisa mengorbankan waktunya. Namun, tidak jika memang harus ada operasi yang harus ia lakukan. Ketika selesai, maka keduanya akan kembali ke kegiatannya masing-masing.


“Jam berapa kau pulang?” Seru Donghae.


“Jam 3 sore nanti aku akan menjaga kasir di mini market dekat halte rumahnya.”


“Sampai jam berapa?”


“Mungkin jam 6.” Balas Seira, dan Donghae tersenyum kemudian kembali menuju rumah sakit.


Sedangkan Hyerin terlihat tengah membersihkan rumah, Kyuhyun yang melihat itu pun langsung menahan istrinya untuk mengerjakan semuanya itu. Hyerin menginginkannya, karena rumah terlihat berdebu, dan Kyuhyun langsung menggendongnya untuk masuk kedalam kamar.


Ketika berada dalam kamar, Kyuhyun merogoh sakunya, dan mengambil ponselnya seraya menekan beberapa digit nomor di sana. Seseorang menerimanya, dan Kyuhyun langsung meminta orang itu untuk datang saat itu juga, ia tidak menerima alasan apa pun itu.


Hingga beberapa menit kemudian Kyuhyun seseorang membuka pintu gerbangnya, dan saat itu juga Kyuhyun menunggu orang tersebut di balik pintu. Seira, yah dialah yang di minta untuk datang. Karena permintaan Kyuhyun, Seira harus mengambil izin pulang sebelum jamnya, dan wajah Kyuhyun terlihat sedang menahan amarahnya.


“Kau. Kau sengaja eo membiarkan Hyerin mengerjakan pekerjaan rumah sendirian? Bukankah kau sudah tahu mengenai kondisi kandungannya? Aku minta padamu untuk berhenti bekerja.” Seru Kyuhyun dengan nada yang sedikit tinggi.


“Maafkan aku. Tapi aku tidak bisa berhenti, dan aku akan mengerjakan pekerjaan itu setelah selesai bekerja.”


“Mana mungkin bisa seperti? Oh atau karena bayaran? Jika memang begitu, sebagai gantinya, aku yang akan membayar pekerjaanmu dirumah ini. 3 kali lipat.” Mendengar itu sungguh membuat Seira tersentak, dan Hyerin yang mendengar suara Kyuhyun pun langsung keluar dari kamarnya.


“Aku sama sekali tidak menginginkan uang darimu. Tanpa bayaran darimu pun aku akan mengerjakannya. Karena aku masih memiliki rasa malu, dan juga harga diri.” Seru Seira, dan langsung berjalan meninggalkan Kyuhyun.


Hyerin terkejut melihat air mata yang keluar dari kedua mata gadis itu. Baru kali ini ia melihatnya menangis. Kata-kata Kyuhyun pasti sudah sangat membuatnya terluka, dan dirinya juga merasa bersalah akan hal itu.


“Kyu. Kenapa kau bicara seperti itu padanya? Kau merendahkannya, bukankah sebelum kehadirannya, aku yang selalu membersihkan rumah? Lantas saat dia pergi bekerja pun apa bedanya? Seira adalah keluarga kita. Bukankah kau yang mengatakan sendiri?”


“Kau tahu apa bedanya? Karena saat ini kau tengah mengandung, dan kau tahu bagaimana…”


“… jangan jadikan kondisi kehamilanku sebagai alasan untuk merendahkan orang lain Kyu. Itu haknya, dan kita tidak bisa merusak kebahagiaannya. Aku ingin kau minta maaf padanya.”


 


 


Bersambung ...