Love Me, Please!

Love Me, Please!
Love Me, Please! Bagian 04



“Aku tidak membutuhkan apa pun, dan aku juga tidak merasa kekurangan sesuatu. Tapi, terus menerus berada dirumah membuatku bosan, dan aku tidak biasa berdiam diri di dalam rumah selama itu. Selain itu, aku tidak bisa selalu bergantung pada kalian, aku ini hanya orang asing disini.”


“Apa maksudmu dengan 'orang asing', Han Seira? Kau itu keluarga kami.” Kyuhyun lagi-lagi menyahut, dan perkataan Kyuhyun itu membuat Seira menatapnya. Perkataan Kyuhyun membuatnya terkejut.


“Benar. Bukankah sudah kubilang, jika mulai saat aku membawamu, kau adalah anakku. Kau tidak boleh merasa seperti orang asing dengan kami.” Nyonya Cho mengelus rambut panjang Seira, dan kini Seira hanya menundukkan kepalanya.


Ahra tersenyum, entahlah apa yang membuatnya tersenyum. Tapi, Ahra seolah mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Seira saat ini. Ahra menghampirinya, dan memeluknya dengan hangat. Kyuhyun mengantar istrinya untuk beristirahat, dan nyonya Cho pamit untuk kembali mengurus bisnisnya.


Seira menangis dalam pelukkan hangat Ahra. Ia terisak disana, ia merasa bersalah akan semua yang telah ia lakukan. Bukan hanya itu, ia juga merasa beruntung karena dapat bertemu dengan orang-orang seperti mereka yang mau menerima dirinya tanpa protes sedikit pun. Mendengar suara isakkan Seira membuat Kyuhyun menghentikkan langkahnya yang hendak keluar rumah.


“Aku ambilkan air dulu untukmu.” Ucap Ahra, dan langsung berjalan menuju dapur.


Kyuhyun berjalan menghampirinya, dan Seira masih menundukkan kepalanya. Kini, Kyuhyun berlutut dihadapan Seira. Hal itu sungguh membuatnya sangat terkejut, sejak kapan Kyuhyun datang? Sejak kapan Kyuhyun berada dekat dengannya seperti sekarang ini.


“Maafkan aku. Kau pasti tersentak mendengar ucapanku tadi, aku menyesal. Tapi, selain Hyerin, aku merasa kau juga penting untukku. Aku memiliki tanggung jawab untukmu. Jadi, jangan sembunyikan apa pun lagi dariku.” Kini nada suara Kyuhyun terdengar sangat lembut.


“Tanggung jawab?”


“Ya. Kau tinggal dirumah ini, tentu saja kau adalah tanggung jawabku, sama halnya seperti Hyerin. Aku juga harus melindungimu, dan menjagamu.”


“Tapi kenapa kau harus melakukan itu?”


“Karena itu juga bagian tugasku.” Senyuman Kyuhyun terukir di bibirnya, dan perasaan Seira pun mulai mencair. Itu sungguh menenangkan untuknya, dan Ahra pun datang untuk memberikan segelas air yang telah ia ambil. “Baiklah. Aku harus pergi.”


Kyuhyun beranjak dari sana, dan entah kenapa Seira merasakan sesuatu didalam perasaannya. Ia merasa senang ketika mendengar ucapan tersebut keluar dari bibir Kyuhyun. Mungkinkah gadis ini telah menyimpan rasa untuk pria tersebut? Benarkah begitu? Jika benar, apa boleh seperti itu? Bukankah itu sungguh tidak baik?


♥️♥️♥️


Seira tampak sibuk dengan apron yang terpasang di tubuhnya untuk menutupi pakaian bagian depannya. Senyumannya juga sangat terlihat jelas di bibirnya, kini ia membawa baki berisi makanan serta minuman untuk dibawa menuju meja pelanggan.


“Apa aku bisa meminta air mineral?” Salah satu pelanggan mengangkat tangan.


“Tentu, tunggu sebentar nona.” Seira menyeru dengan ramahnya, dan kembali dengan membawa pesanan.


Kali ini, gadis itu tampak menikmati pekerjaannya. Yah, pekerjaan apa pun selalu cocok dengannya, dan gadis ini selalu giat dalam melakukan beberapa hal. Hingga seseorang yang ia kenal pun datang untuk memesan sebuah makanan. Seira tertegun melihat kehadirannya, dan ia tersenyum ke arahnya.


“Aku pesan satu porsi tangsuyuk, satu porsi yangmyeon, kemudian tteokpokki, dan dua patbingsu.”


“Baiklah. Tunggu sebentar, kami akan segera siapkan.” Senyuman itu kembali terukir.


Beberapa menit kemudian….


“Pesanan kalian telah siap. Selamat menikmati.” Seru Seira, dan berjalan meninggalkan meja tersebut. Namun, sebuah tangan menahannya, dan membuatnya berbalik.


“Makanlah bersama kami.” Gumamnya, namun Seira hanya tersenyum dengan tawaran tersebut. “Apa kau tidak mendengarku?”


Ahra melihat sesuatu yang aneh. Ada apa dengan adiknya? Tidak biasanya ia seperti ini. Dia meminta Seira untuk makan bersama. Sedangkan ia sudah tahu dengan jelas jika gadis itu tengah bekerja, dan banyak orang yang berbisik. Hal itu membuat Ahra merasa sedikit risih.


Bagaimana tidak? Ahra seorang designer terkenal, dan Kyuhyun pemilik perusahaan game terbesar di kota itu, tentu banyak yang mengenalnya. Meski banyak orang berbisik, itu tak berpengaruh untuk Kyuhyun, hal seperti itu sudah seperti hal biasa untuknya.


Setelah bekerja, Seira tak pernah lupa untuk menyiapkan makan malam. Hyerin juga tampak membantunya. Mengingat kondisi kandungan Hyerin yang lemah, membuat Seira meminta wanita itu untuk tetap duduk menunggunya.


Kyuhyun datang, dan langsung menuju dapur. Ia menghampiri istrinya yang tengah duduk diam, dan ia mencium keningnya serta mengusap lembut pipinya. Makanan hampir siap di hidangkan, dan Hyerin langsung meminta suaminya untuk segera kembali setelah membersihkan tubuhnya.


Hari terus berlalu, dan Kyuhyun sengaja meliburkan diri untuk beberapa hari. Ia ingin menghabiskan waktu bersama dengan istrinya, dan siapa sangka jika hari itu juga adalah hari libur Seira. Mereka semua berada di rumah, dan berkumpul di ruang tengah.


“Hey, cobalah berbicara padaku sekali saja.” Kyuhyun menyeru di dekat perut Hyerin.


“Yak. Dia bahkan belum terbentuk sempurna, dan kau sudah meminta yang macam-macam.”


“Benarkah begitu?” Kyuhyun mengeryitkan dahinya, dan Hyerin mengangguk pelan. “Rumah ini pasti akan terasa ramai saat dia datang, aku sungguh tak sabar menantikan kehadiranmu. Aku mencintaimu.” Sambung Kyuhyun dengan mencium perut buncit Hyerin.


“Hanya dia yang kau cintai eo?”


“Tentu saja tidak. Tapi, kau jangan cemburu ketika nanti aku jauh lebih mencintai anak kita.”


“Tidak boleh. Kau harus membaginya dengan adil.” Hyerin mempoutkan bibirnya, dan Kyuhyun langsung mengecup bibirnya itu.


“Kau sungguh menggemaskan. Aku mencintaimu, dan akan selalu mencintaimu.” Jelas Kyuhyun, kemudian menarik istrinya ke dalam pelukannya. Mereka asyik seolah tidak ada siapa pun disana. Seira tersenyum kecil melihat kelakian pasutri tersebut.


“Maaf. Sepertinya aku mengganggu waktu kalian. Permisi.” Sambung Seira, dan berjalan keluar.


Pasutri itu saling menatap, dan Hyerin meminta suaminya untuk mengejarnya. Ketika Kyuhyun keluar, Seira sudah tak terlihat. Entah kemana perginya gadis itu, dan Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke dalam. Hari liburnya menjadi sangat menyenangkan ketika bersama dengan istrinya, dan memang itulah yang selalu ia harapkan.


“Bagaimana jika kita pergi berjalan-jalan?” Kyuhyun menawarinya, dan Hyerin mengangguk cepat.


♥️♥️♥️


Seira terlihat tengah duduk menatap air sungai yang mengalir tenang. Kini, ia berada di sekitar Han River. Seira terlihat tenang berada di tempat itu, ia menikmati setiap hembusan angin yang menerpa kulit putihnya, ia juga membiarkan rambut panjangnya terurai. Hingga tak ia sadari, ia menabrak seseorang, dan dengan cepat ia membungkukkan tubuhnya.


Gadis itu terlihat menyesalinya, ia sungguh tidak sengaja melakukan hal tersebut. Orang tersebut justru menarik ujung bibirnya. Terlihat jelas orang itu tersenyum ketika melihat tingkah gadis di hadapannya. Menurutnya, gadis dihadapannya kali ini berlaku sangat manis, dan sopan.


“Daijoubu desu.” Mendengar bahasa yang aneh membuat Seira mendongakkan kepalanya.


“Maaf?”


Bersambung ...