
“Tuan. Maaf tuan, persiapan telah selesai, dan anda sudah ditunggu.”
“Aku segera datang.”
“Aku permisi.” Wanita itu segera keluar setelah membungkukkan tubuhnya, dan Kyuhyun segera merapihkan letak dasi serta jasnya.
“Aku rasa aku sudah gila. Tiba-tiba saja dia muncul begitu saja di kepalaku.” Racaunya seraya berjalan keluar dari ruangannya. “Tapi, apa kau baik-baik saja disana? Malam ini aku kembali, apa kau juga akan segera pulang?” Tambahnya lagi, kemudian menutup pintu ruangannya.
Seira, dan Donghae kali ini berada di sebuah taman. Keduanya tampak tengah menikmati ice cream. Karena rasa penasarannya, dengan cepat Seira meminta pria di sisinya itu untuk menceritakan mengenai restaurant itu, dan juga kedatangannya ke Mokpo.
“Mokpo adalah tempat kelahiranku. Restaurant itu sengaja ku dirikan untuk berjaga-jaga ketika aku mendapat pensiun kelak. Jadi, istriku, dan anak-anakku kelak tidak akan merasakan kesulitan apa pun. Bahkan aku memiliki rencana untuk membuka cabang di Seoul, Nowon, dan Gangnam.”
“Lalu?”
“Ketika tahu kau akan datang kemari. Saat itu juga aku menyuruh untuk mencari tahu detailnya. Kemana saja kau akan pergi, dan dimana kau tinggal ketika disini. Itu bekerja, namun mereka tidak mendapatkan tempatmu tinggal.”
“Jadi, selama ini aku memiliki penguntit?” Mata Seira berputar, dan kembali menatap Donghae dengan tatapan tajam. Bahkan ice cream yang berada di genggamannya pun hingga terjatuh.
“Maafkan aku.” Gumamnya pelan seraya berlutut dihadapan gadis tersebut. “Kau sudah 4 hari berada disini. Apa kau akan kembali besok?” Tambahnya lagi
“Tentu. Aku harus kembali besok.”
“Sudah di putuskan. Aku akan cari tiketnya, dan kita akan kembali bersama.” Sambungnya yang langsung berdiri seraya mengepalkan kedua tangannya. Melihat hal tersebut membuat Seira menepuk dahinya seraya menggelengkan kepalanya.
•••
Incheon Airport. Sore itu, keduanya telah kembali dari Mokpo. Ketika berada diluar terminal, tiba-tiba saja Donghae merebut koper milik Seira, dan Seira hanya tersenyum melihat hal yang dilakukan olehnya.
Tak di sangka-sangka, di jam yang sama, Kyuhyun pun landing. Tanpa sengaja pria ini melihat sepasang seorang yang ia kenal. Tentu saja, Donghae, dan juga Seira. Keduanya sungguh terlihat sangat akrab, dan bahkan ia dapat melihat senyuman, canda, dan tawa dari Seira.
Entah kenapa dirinya merasa begitu senang menyaksikan gadis itu tersenyum lebar. Meski ia senang melihatnya gembira, namun hati kecilnya sedikit merasakan cemburu. Cemburu karena, kenapa di hadapannya gadis tersebut jarang sekali bersikap seperti itu?
“Dua hari ke depan aku akan mengambil libur. Pekerjaan besok, aku percayakan padamu sekretaris Hwang.” Seru Kyuhyun dengan pandangan mata yang masih memandang mereka.
“Baik tuan.”
Kala itu, Donghae terlihat memukuli kepalanya, dan hal itu mengundang tawa bagi Seira. Bagaimana tidak? Donghae mencari-cari keberadaan kacamatanya, dan nyatanya kacamata tersebut terletak di atas kepalanya. Karena itulah dirinya merasa sangat malu, dan terlihat seperti orang bodoh.
Tawa itu tiba-tiba saja berhenti ketika seseorang menarik lengan Seira tanpa permisi. Donghae mengejar orang tersebut, dan menepis tangan orang tersebut, lalu menarik Seira ke sisinya. Orang tersebut kemudian berbalik, dan keduanya begitu terkejut ketika melihatnya.
“Kyuhyun?” Sahut keduanya bersamaan.
“Kenapa? Bukankah sangat kebetulan kita bertemu disini? Atau kehadiranku ini mengganggu waktu kalian? Dan kenapa kau menarik Seira begitu saja, hyung? Aku hanya ingin membawanya pulang bersamaku. Apa kau tidak senang?”
“Bukan seperti itu. Kau datang tanpa permisi, dan menarik tangan seorang gadis begitu saja. Bagaimana aku tidak terkejut?” Pungkas Donghae, dan Kyuhyun terlihat melakukan smirk evil.
“Untuk membawanya, aku tidak membutuhkan izin dari siapa pun hyung. Seira, berjalanlah menuju parkiran! Asistenku sudah menyiapkan mobil untuk pulang.” Sahut Kyuhyun tanpa memandangnya sedikit pun, dan ia juga merebut koper milik Seira dari tangan Donghae.
“Donghae-ya, maaf.” Gumam Seira, dan dengan ragu melangkah menjauh dari Donghae.
“Ingat hyung. Bagaimana pun keadaannya, Seira adalah istriku.” Bisik Kyuhyun tepat pada telinga Donghae. Kemudian, ia pun segera berbalik, dan menyusul Seira.
“Apa kau sedang merasa cemburu Kyu? Ah atau kau sudah mulai jatuh cinta padanya?” Mendengar penuturan tersebut membuat Kyuhyun menghentikkan langkahnya sebentar. Tanpa berbalik, ia kembali melangkahkan kakinya menuju parkiran.
Setibanya dirumah. Seira membuka bagasi mobil, dan menurunkan koper miliknya. Ketika Kyuhyun hendak membantunya, Seira tampak menolaknya, dan langsung masuk kedalam. Itu bukanlah reaksi yang diharapkan olehnya.
Saat itu Seira tak memandang Kyuhyun sedikit pun. Jangankan untuk melihatnya, tersenyum sedikit padanya pun tidak. Benar apa yang di rasakan oleh Kyuhyun, Seira sedikit menjaga jarak darinya setelah ia sakit minggu lalu.
“Seira aku sangat lapar. Bagaimana jika kita pergi makan keluar?”
Bersambung ...