
Axton ikut ke rumah kakeknya. Di sana, sang kakek rupanya sedang menemui event organizer untuk mengurus suatu acara.
"Kek, mengapa ada event organizer di sini? Apa yang akan Kakek lakukan dengan mereka?"
"Aku sedang menyiapkan pesta pertunangan Axel dan Naomi, Axton. Setelah aku pikir-pikir, kalau menundanya terlalu lama, keburu Axel kabur dan berubah pikiran," jelas Demian.
Axton tampak senang. Dia seolah mendapat jackpot dobel. Setelah 50 persen bagian warisan dari sang kakek, sekarang kabar pertunangan Axel dan Naomi.
"Rasakan kau, Esme. Kau tidak akan pernah menang dariku. Apalagi sampai mencoba untuk mengambil seluruh anggota keluargaku. Itu tidak akan aku biarkan," gumam Axton.
Demian meminta untuk datang ke acara pertunangannya sendiri. Walaupun Bastian masih terbaring di rumah sakit, hal itu tidak menyurutkan rencana Demian untuk melanjutkan pertunangan Axel.
Terjadi kehebohan di mansion karena pertunangan dadakan itu. Siapa lagi kalau bukan Esme dan Axel yang harus hadir di acara itu.
"Axel, bagaimana ini?" tanya Esme. Dia tidak bisa terima saat Demian ingin memisahkan hubungan mereka.
"Kita datang saja, Esme. Percuma melawan kakek dari jauh. Kita tidak akan mendapatkan apa pun. Ikutlah bersamaku. Kita hadapi masalah ini bersama. Kau mau, kan?"
Siapa yang tidak mau diajak berjuang untuk hubungannya. Esme mendadak panik karena takut hal buruk akan terjadi di sana. Di dalam kamar Axel, dia mondar-mandir tidak jelas sehingga membuat Axel semakin pusing. Dia pun mendekati Esme lalu memegang kedua tangan itu.
"Hei, tenanglah! Jangan panik. Kalau kau seperti ini, aku tidak bisa berpikir secara rasional, Esme. Tolong bersikap biasa saja. Jangan sampai buat orang curiga dengan hubungan kita. Biar aku yang akan mengatasi segalanya."
Esme pun melepaskan tangan Axel lalu melanjutkan menyiapkan pakaian yang akan digunakan oleh anak tirinya itu.
"Apakah cintaku akan berakhir tragis kali ini? Aku sedang menyiapkan pakaian pertunangan kekasihku sendiri. Rasanya sesak di dadaku. Oh, permainan takdir, kapan kau akan memenangkan aku?" gumam Esme di dalam kepanikan.
Kedatangan Axel dan Esme disambut hangat oleh Demian. Dia yakin kalau Axel tidak akan menolak semua permintaannya. Terlebih ini untuk masa depannya.
Naomi terlihat hadir di sana. Dia terlihat cantik dengan gaun indah berwarna senada dengan Axel, yaitu putih. Demian lah yang meminta Esme untuk menyiapkan segala keperluan cucunya.
"Axel, kau akhirnya datang juga. Kakek percaya padamu bahwa kau tidak akan pernah mengecewakan kakek. Terima kasih, menantuku," ujar Demian pada Esme.
Ini pertama kalinya Demian mengucapkan terima kasih karena sudah memuluskan rencananya. Tinggal beberapa bagian lagi, kemenangan akan menjadi milik Demian seutuhnya.
"Terima kasih, Mama. Kau memang sosok Mama yang baik untuk kami. Papa tidak salah memilih menjadi bagian dari keluarga kami," ujar Axton dengan muka yang sengaja dibuat baik. Padahal dia bertepuk untuk kekalahan Esme dan cintanya.
"Sama-sama, Papa dan anak tiriku yang baik hati," ujar Esme. Dia harus kuat dan yakin bahwa Axel sanggup mengatasinya.
"Baiklah, karena cucuku sudah datang, apakah sudah bisa dimulai acaranya?" tanya Demian pada orang yang dipercaya memandu jalannya acara.
Mereka pun segera memulai acara. Pertama kali adalah sambutan khusus yang akan disampaikan oleh Demian selaku tuan rumah acara.
"Selamat malam. Aku tidak menyangka kalau acara ini akan berlangsung dengan begitu cepat. Aku ucapkan terima kasih kepada menantuku, Esme yang telah menyiapkan cucuku dan mengantarkannya sampai ke rumahku yang sangat jauh dari mansion Bastian. Mengapa harus aku yang menyelenggarakan? Mengapa bukan Bastian, anakku? Saat ini Bastian sedang sakit. Kami tidak bisa menunggu terlalu lama. Apalagi pihak keluarga Naomi juga sudah setuju untuk menggelar acara ini. Makanya pada malam ini, kita semua akan menyaksikan pertunangan cucuku, Axel Brylee dengan Naomi Medeline."
Sebelum acara bertukar cincin karena pertunangan telah diresmikan, Axel meminta waktu sejenak untuk mengatakan beberapa hal pada tamu undangan.
"Kek, sebelum lanjut ke acara inti, aku ingin memberikan sambutan pada semua orang. Izinkan aku untuk melakukannya," pinta Axel.
Demian pun memberikan kesempatan itu. Apalagi dia sangat senang karena Axel tidak menolaknya. Jadi, apa salahnya memberikan kesempatan itu padanya.
"Selamat malam. Terima kasih untuk Kakekku, Demian yang sudah membuat acara yang sangat luar biasa ini. Aku tahu kalau pihak Naomi maupun keluarganya sudah menerima. Namun, bagaimana denganku? Kalian tentunya ingin mengetahui apakah aku setuju atau tidak dengan pertunangan ini, bukan?"
Naomi dan Demian berniat mencegahnya, tetapi tidak bisa karena Axel sudah menyiapkan segalanya untuk menolak rencana sang kakek.
"Kek, tolong hentikan Axel!" pinta Axton.
Axel melarang siapa pun untuk menyentuhnya. Dia ingin semua orang tahu bahwa dirinya menolak pertunangan ini.
Tanggapan semua orang pun penasaran. Apalagi Axel dan Naomi tidak pernah dikabarkan menjalin hubungan sebelumnya.
"Ya, aku tidak bisa melanjutkan pertunangan ini karena aku sama sekali tidak mencintai Naomi. Bahkan aku tidak memiliki perasaan apa pun padanya. Aku memiliki cinta dari wanita lain dan itu tidak akan bisa digantikan oleh siapa pun."
Para tamu undangan sudah heboh dan penasaran. Jika Axel memiliki wanita lain, kenapa harus dijodohkan dengan Naomi? Sebenarnya siapa wanita beruntung itu?
Axel masih membawa mikrofon di tangannya. Dia menuju ke tempat Esme lalu menggenggam erat tangan wanitanya.
"Inilah orang yang aku cintai. Tidak seorang pun yang bisa memisahkan kami," ucap Axel di dalam pengakuannya.
Sontak hal itu membuat semua orang terkejut. Apalagi mereka juga tahu bila Esme adalah istri papanya.
"Axel, apa yang kau lakukan? Jangan bicara yang tidak-tidak!" tegur Demian. Secara langsung dia sudah mempermalukan keluarganya sendiri.
"Aku tahu, kalian pasti bertanya-tanya. Mengapa harus mamaku sendiri? Jawabannya adalah karena cinta itu tumbuh di antara kami. Aku pun tidak bisa mengendalikan perasaanku ini. Walaupun kami sadar kalau kalian pasti merasa agak aneh melihat kami, bukan? Terlebih saat ini papaku sedang sakit. Aku tidak merebut siapa dari siapa. Cinta kami ini berjalan sebagaimana mestinya."
Naomi dan para tamu undangan sudah heboh. Seolah meminta jawaban atas apa yang diucapkan Axel barusan.
"Kek, bagaimana ini?" tanya Naomi panik.
"Axel, kau jangan gila! Pertunanganmu dengan Naomi akan tetap berjalan sebagaimana mestinya," ujar Demian.
"Tidak, Kek. Aku tidak memiliki perasaan apa pun pada Naomi. Tolong jangan paksa aku untuk bertunangan dengan wanita lain yang pada akhirnya aku akan menyakitinya. Lebih baik aku mengakuinya sejak awal kalau aku dan Esme tidak bisa dipisahkan."
Esme sangat terharu. Namun, bagaimana kelanjutannya setelah ini? Semuanya akan semakin rumit. Apalagi semua orang sudah tahu bahwa Axel menjalin hubungan dengan mama tirinya.