
Demian harus siaga apa pun yang akan terjadi sampai dengan perjodohan antara Naomi dan Axel. Walaupun Demian belum menentukan kapan pertunangan itu berlangsung, tetapi Demian dan Naomi sudah menyepakati perjodohan itu.
Kemungkinan penolakan Axel akan ada, tetapi untuk menghindari masalah itu Demian harus bertemu dengan Bastian. Semua masalah harus dikendalikan olehnya. Jika tidak, maka perjodohan Naomi dan Axel bisa gagal. Sementara Esme, mama tirinya akan terus mengendalikan Axel di dalam hubungan yang tidak seharusnya.
"Selamat siang, Bastian," sapa Demian yang baru saja masuk setelah mengetuk pintu.
"Papa? Tumben ke sini? Apa ada perlu denganku?"
Apalagi kalau bukan mencari Bastian untuk mengurus cucu dan menantunya. Demian yakin kalau Bastian tidak tahu hubungan yang terjadi antara Esme dan Axel di belakangnya. Sebuah skandal besar jika muncul ke permukaan maka akan membuat semuanya hancur berkeping-keping.
"Papa ingin membicarakan masalah Axel, Bastian. Kau mungkin sudah tahu kalau dia memang sengaja aku jodohkan dengan Naomi karena suatu sebab."
"Duduk, Pa," ujar Bastian.
Demian memilih duduk di hadapan Bastian.
"Mengenai perjodohan itu, aku setuju saja, Papa. Aku memang menjadi orang tua kurang peka. Harusnya Axel memang sudah waktunya menikah. Aku pun tidak masalah dengan siapa pun gadisnya," lanjut Bastian.
Ya, Bastian boleh saja tidak peduli. Namun, Demian ingin membuat Axel bisa tunduk dan patuh padanya. Selama ini, Axel terlihat banyak berubah. Dia seperti berada dalam dunianya sendiri. Bahkan, dia tidak peduli siapa Esme sebenarnya. Menurut cerita Axton, Esme sudah menguasai Axel terlalu jauh.
"Mulutmu memang gampang sekali berucap, Bastian. Apa kau tahu, sebab apa yang membuatku segera menjodohkan Axel dengan gadis lain?"
Bastian menggeleng. "Kurasa karena Papa peduli pada Axel. Dia sudah cukup umur dan pantas untuk menikah. Itu kan maksud Papa?"
Nah, sudah bisa Demian duga kalau Bastian adalah anaknya yang bodoh. Di dalam mansionnya terjadi skandal besar pun dia tidak tahu. Memang dia sengaja membiarkannya atau memang benar-benar tidak tahu?
"Kau harus jauhkan Esme dari Axel. Kalau kau masih ingin hidup lebih lama dan selalu menjadi orang terhormat."
Sejujurnya ucapan Demian barusan membuat Bastian tidak nyaman. Apalagi saat papanya membahas Esme. Tidak seorang pun yang boleh menghina ataupun merendahkan Esme.
"Papa ini bagaimana? Aku bercerai dengan istriku di masa lalu, Papa kesal dan marah sama aku. Merasa aku menjadi sosok pria yang bodoh dan tidak becus merawat anak. Sekarang, saat aku ingin memperbaiki keadaan, Papa memintaku untuk menjauhkan Axel dan Esme. Apa maksudmu, Pa? Aku sengaja mendekatkan mereka karena merasa punya masa lalu yang buruk pada Axel yang kurang kasih sayang. Sekarang, aku mecoba memberikannya melalui Esme dan menurut Papa itu masih salah. Aku tidak mengerti lagi cara pikir Papa!" sesal Bastian.
Demian mengusap wajahnya dengan satu tangan. Dia menangkap bahwa Bastian sama sekali tidak tahu apa pun mengenai hubungan yang tidak semestinya itu.
"Tunggu! Apa maksudmu, Pa?"
"Bagaimana kalau hubungan mereka lebih dari sekadar anak dan mama? Bagaimana kalau ternyata Axel dan Esme memiliki hubungan di luar batas yang seharusnya? Kau pun tidak tahu, kan? Berapa lama kau pergi ke luar negeri? Berapa lama kau tinggalkan mereka berdua? Apa kau tahu apa yang terjadi dengan istri dan anakmu? Tidak, kan?" Demian meninggikan suaranya berharap Bastian bisa menerima saran yang harus dijalani untuk menjaga Axel.
"Tidak, Pa. Aku tahu kalau Axel tidak terlalu suka dengan Esme. Makanya aku meminta Esme untuk melakukan pendekatan padanya. Aku juga minta istriku itu untuk menjadi mama yang baik bagi Axel dan Axton. Sayang, Axton merupakan tipe pemberontak. Apalagi hubungan Esme dan Axton sudah tidak baik sejak awal. Makanya aku hanya ingin membuat istriku nyaman berada di mansion. Kalau Axel pun sikapnya sama dengan Axton, aku merasa kasihan pada Esme, Papa."
"Dasar bodoh! Anakmu bisa saja melakukan skandal di dalam mansionnya sendiri dan dengan mama tirinya. Harusnya kau tahu itu," ujar Demian.
Inilah yang tidak disukai dengan kehidupan Bastian. Sampai setua ini pun Demian masih ikut campur urusan rumah tangganya. Dia memang setuju perjodohan Axel, tetapi kalau sampai Demian mengganggu kehidupannya yang sekarang, dia pun tidak bisa terima.
"Itu hanya pikiran buruk Papa saja. Esme dan Axel tidak ada hubungan apa-apa selain mama dan anak. Hanya itu."
Demian perlu mencuci otak Bastian agar pria itu sadar. Esme sudah memanfaatkan situasinya untuk menguasai Bastian dan Axel. Demian tidak boleh menyerah begitu saja.
"Bagaimana kalau Axel dan Esme memiliki hubungan? Bagaimana kalau mereka memiliki perasaan yang lebih dari itu? Kau tidak tahu, kan? Axton sudah menceritakan semuanya padaku. Semenjak kau pergi, anak dan istrimu menjalani hubungan lain. Hubungan yang tidak lazim dilakukan seorang anak dan mama tiri. Axton pernah memergokinya. Itulah mengapa aku memintamu untuk menjauhkan istrimu dari Axel. Bagaimanapun caranya, tolong lakukan itu untukku."
Bastian malah tertawa. Papanya terlalu jauh mencampuri rumah tangganya. Apalagi hanya cerita yang dibawa Axton. Anak bungsunya itu memang sudah lama menabuh genderang perang dengan Esme. Bahkan jauh sebelum Bastian bertemu dengan Esme.
Bisa saja Axton hanya memanipulasi keadaan untuk memisahkannya dari Esme. Atau mungkin saja Axton sengaja melakukan itu agar Esme keluar dari mansionnya. Dendam yang terjadi antara Esme dan Axton karena penyebabnya Axton sendiri.
"Papa terlalu memercayai Axton. Dia bisa saja membual, kan? Hubungan Axton dan Esme sejak awal memang sudah bermasalah. Kalau Papa hanya mendengar dari sisi Axton, maka aku akan menceritakan dari sisi Esme. Gara-gara Axton, dia dijual ke tempat pelacuran. Sekarang, Axton mencoba mencari pendukung untuk memusuhi Esme. Aku sama sekali tidak akan terpengaruh," jelas Bastian. Dia bersikeras pada pendiriannya dan tidak akan mudah percaya dengan setiap ucapan yang keluar dari mulut Demian.
Demian memijit pelipisnya. Dia mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk menjelaskan situasinya saat ini. Jika tidak segera diatasi, maka tidak hanya Bastian saja yang hancur, tetapi kepercayaan Demian untuk perjodohannya dengan Naomi.
"Jika aku mengatakan kalau Axel dan Esme pernah bercinta, bagaimana? Apa kau masih bersikeras untuk memberikan kesempatan istrimu dekat dengan Axel?"
Bastian terdiam. Apa mungkin ucapan papanya benar? Kalau keduanya sampai menjalin hubungan sejauh itu, itu artinya Axel sudah bisa menerima Esme dengan baik. Sungguh ini membuat Bastian terkejut.
"Kenapa diam? Apakah kau sedang berpikir apa pun yang mungkin terjadi saat kau tidak di mansion?" tanya Demian lagi.
"Jujur, aku terkejut dan sempat tidak mempercayai ini, Pa. Apa benar anak dan istriku memiliki hubungan lain di belakangku?"