
mendapat izin dari Arjuna. Indah pun langsung memberi kabar kepada Yiwa untuk membawa Randy ke rumah mereka.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam. ayo masuk." jawab Amel yang menyambut kedatangan Arya, Yiwa dan Randy. setelah itu Amel pun langsung membawa mereka duduk di ruang tamu.
Tidak menunggu lama, Indah bersama Arjuna pun datang bergabung, membawa putri mereka bernama Tania. walau merasa canggung, Randy berusaha menepis. niat nya hanya ingin melihat buah hati nya.
"Maaf sudah lama menunggu." ucap Indah basa basi.
"Gak pa-pa kok." jawab Yiwa dengan senyum tipis di bibir nya.
"Lo gak usah merasa tegang begitu, gue gak pa-pa kok. lo bisa melihat putri lo, bagaimana pun gue gak ada hak buat marah dengan lo." ucap Arjuna saat melihat Randy yang terlihat kaku. mendengar ucapan Arjuna membuat keadaan menjadi cair, kini mereka sudah tidak terlihat kaku.
dengan bahagia, Randy pun menggendong Tania. tidak di pungkiri mata dan hidung Tania sangat mirip dengan Randy, perasaan menyesal pun semakin menghukum Randy, kenapa ia bisa menyia nyiakan malaikat kecil yang kini ada di gendongan nya.
"Gadis cantik, mudah-mudahan kamu bisa tumbuh menjadi gadis yang berbakti ya sayang, kamu harus bisa menjadi gadis yang sholeha, maaf in papa yang gak bisa menyaksikan kelahiran kamu, serta menjadi saksi atas pertumbuhan kamu. papa harap suatu saat kamu tidak akan pernah membenci papa. walau kebenaran ini akan terkubur, papa tidak masalah, papa sudah bahagia, papa bisa melihat dan mencium kamu begini sudah membuat papa bahagia." ucap Randy, yang kembali membuat keadaan menjadi canggung. sebagai lelaki Arya dan Arjuna tentu sangat bisa mengerti perasaan Randy, tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur, Randy sudah menyia-nyiakan kesempatan yang tidak akan mungkin terulang.
setelah itu Randy pun pamit pulang, ia tidak tahan untuk berlama-lama. melihat itu Arya dan Yiwa terpaksa menyusul Randy lalu pamit pulang.
Seminggu berlalu, Yiwa, Amel dan Indah pun akhir nya wisuda. menghabiskan 4 tahun belajar Arshitek, kini mereka sudah resmi menyandang gelar S.Ars. rasa nya seperti mimpi, keinginan Yiwa menjadi seorang Arshitek kini sudah terkabul. pembangunan rumah impian Yiwa juga perlahan sudah di mulai. Arya dan Yiwa hanya menunggu kelahiran anak pertama mereka.
Mendengar wisuda yang di lakukan Amel dan Yiwa. Krisna pun memutuskan untuk terbang ke Jakarta, rasa rindu sudah menyiksa perasaan Krisna. hanya modal tekat Krisna pun memutuskan untuk menjumpai Amel.
"Mas kok bisa sampai disini.?" tanya Amel saat sudah berdua dengan Krisna.
"Hati mas memaksa mas untuk kesini, walau pun kehadiran mas tidak di inginkan. mas sudah senang, melihat kamu yang sudah menyandang gelar sarjana. dan semoga keinginan kamu menjadi seorang arshitek bisa tercapai." jawab Krisna.
"Hanya itu saja." tanya Amel ragu.
"Sebenar nya tujuan mas kesini ingin menanyakan kembali tentang cinta yang dulu pernah kamu tolak. sejak kamu pergi hidup mas terasa sepi, cuman mas tidak punya alasan untuk menyusul kamu, karena kamu sudah jelas jelas menolak cinta mas. saat melihat undangan wisuda kamu dan Yiwa di kantor, membuat hati mas bahagia. dengan semangat mas memohon untuk menjadi perwakilan kesini, karena mas ingin melihat kamu." sambung Krisna kembali, membuat Amel tersipu malu.
"Amel, sekali lagi mas meminta, apa kamu mau menjadi istri mas." tanya Krisna sambil menodong kan sebuah cincin untuk Amel. rasa nya bagai mimpi. Amel sama sekali tidak menyangka akan mendapat kebahagian bertubi tubi seperti ini. melihat itu spontan Yiwa, Indah dan lain nya bersorak untuk menerima lamaran Krisna. malu-malu Amel pun akhir nya mengangguk, pertanda ia menerima lamaran Krisna, dan akan bersedia melepas masa lajang nya. dengan bahagia Krisna pun memasangkan cincin di jari manis Amel, lalu memeluk calon istri nya itu dengan bahagia.