I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 64



malam pun sudah berganti pagi, Yiwa sudah tidak melihat Arya di sisi nya, Yiwa pun memutuskan untuk mencari Arya di luar, dan benar saja, Arya kini tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka.


Dengan lembut Yiwa memeluk Arya dari belakang, senyuman indah pun langsung terpancar dari bibir Arya.


" Kamu sudah bangun sayang." ucap Arya sambil menuangkan susu ke gelas.


" Iya mas, mas kok sudah bangun jam segini." tanya Yiwa sambil bermanja di punggung suami tampan nya itu.


" Istri mas lagi disini, jadi mas harus melayani nya dengan baik, kalau mas gak cepat bangun nanti kamu bisa kelaparan sayang, soalnya udara disini dingin, jadi cepat buat perut lapar." sambung Arya, lalu berbalik menghadap Yiwa.


" Kamu mandi dulu ya, mas sudah siapin air hangat di kamar mandi." sambung Arya kembali, sambil mencium kening Yiwa.


" Suami aku sekarang rajin banget." ucap Yiwa menggoda.


" mas hanya melakukan yang terbaik untuk kamu sayang." sambung Arya, lalu menganggkat tubuh Yiwa ke kamar mandi.


" Kamu mau mandi sendiri atau mas yang mandiin." tanya Arya menggoda, dan Yiwa pun merasa tertantang atas tawaran dokter tampan itu. dengan cepat Yiwa pun menyiram tubuh Arya dengan air, hingga membuat Arya yang sudah berdandan rapi harus basah kembali.


Arya pun langsung melepas pakaian nya, hingga Yiwa begitu jelas melihat tubuh sexy suami tampan nya itu.


Melihat tubuh Yiwa yang sexy seakan memancing gairah Arya kembali. Arya pun tidak melewat kan kesempatan itu, dan Yiwa hanya bisa pasrah melayani suami nya yang selalu bergairah itu.


Setelah selesai, mereka pun langsung bergegas mandi, dan Arya pun kembali menganggkat tubuh Yiwa, sikap Arya yang memanjakan Yiwa berhasil membuat Yiwa semakin menggilai suami nya itu.


Melihat Yiwa yang sibuk menghias diri, Arya pun langsung membantu Yiwa untuk mengeringkan rambut nya, senyuman Yiwa begitu jelas terpancar di bibir nya, betapa bahagia nya dia memiliki suami yang begitu cinta terhadap nya.


Setelah itu, Arya dan Yiwa pun kembali melanjutkan sarapan, senyuman Arya membuat Yiwa bingung, apa yang sedang di lamunkan suami nya itu.


" Mas lagi nge lamunin apa, kok senyum-senyum sendiri." tanya Yiwa.


" Mas bahagia sayang, semakin hari permainan kamu semakin menggairahkan." jawab Arya menggoda, spontan Yiwa pun mencubit perut kekar dokter tampan nya itu.


" Mas apa an sih, aku malu." sambung Yiwa dengan wajah cemberut nya.


" Kenapa malu sayang, mas kan lagi muji kamu." ucap Arya kembali, sambil mengelus wajah cantik Yiwa.


" Tetap saja mas buat aku malu, sudah ah, mas lanjut makan, mas harus berangkat ke rumah sakit. dan mungkin aku harus kembali ke kota hari ini." ucap Yiwa sambil menghabiskan roti di piring nya. mendengar ucapan Yiwa membuat Arya sedih, baru saja ia merasa bahagia, kini ia harus kembali jauh dari wanita pujaan nya itu.


" Kenapa wajah mas sedih begitu." tanya Yiwa kembali.


" Baru saja kita bersama, kini sudah berpisah lagi." jawab Arya kecewa.


" Kita harus begini dulu sayang, nanti kita tidak akan berpisah lagi." ucap Yiwa menyemangati.


" Mas mohon, tinggal sehari lagi ya. " ucap Arya memohon, sambil memegang kedua tangan Yiwa, melihat itu Yiwa pun tidak tega untuk menolak nya.


" Ya sudah, nanti aku coba ijin ke manager nya lagi." jawab Yiwa dengan senyuman indah di bibir nya.


" Terimakasih ya sayang, mas sangat mencintai kamu." ucap Arya sambil memeluk istri cantik nya itu.


Setelah selesai mengahabiskan sarapan mereka, Arya pun meminta Yiwa untuk ikut dengan nya ke rumah sakit, awal nya Yiwa menolak, namun mengingat wajah Clara, tiba-tiba Yiwa dengan semangat menerima ajakan dokter tampan nya itu, Yiwa pun langsung mengganti pakaian nya, dan berdandan dengan secantik mungkin.


" Kamu cantik begini buat mas kwatir saja." ucap Arya sambil memeluk pinggang ramping Yiwa.


" Kwatir kenapa sayang." jawab Yiwa sambil mengelus wajah tampan Arya.


" Mas takut, semua mata lelaki akan melihat kecantikan kamu, kamu tau mas sangat posesif." sambung Arya, membuat Yiwa begitu gemes melihat Arya yang bersikap manja dengan nya, sedangkan dengan orang lain seperti es beku.


" Mas gak usah takut, hati ini sudah seutuh nya untuk mas, sampai kapan pun aku tidak akan pernah membuka hati untuk lelaki lain." jawab Yiwa serius. dengan bahagia Arya pun langsung mengecup bibir Yiwa yang terlihat sexy di mata nya.


Setelah itu, mereka pun berangkat menuju rumah sakit, sambil bergandeng tangan, membuat orang merasa cemburu, melihat lelaki yang di cintai, kini sedang jalan romantis dengan wanita lain.


Setiba nya di rumah sakit, Arya langsung membawa Yiwa ke ruangan nya, entah kenapa Arya begitu memanjakan istri cantik nya itu, perasaan nya juga semakin dalam, dan semakin tidak mau kehilangan.


Saat Yiwa sedang fokus melihat isi ruangan suami tampan nya itu, tiba-tiba Clara langsung menerobos masuk, sambil membawa rantang makanan di tangan nya. Clara yang tidak memperhatikan Yiwa dengan sengaja bersikap manis untuk mencari perhatian dokter tampan itu.



" Selamat pagi dokter." ucap Clara menyapa.


" Selamat pagi dr Clara." jawab Arya, yang kini sedang duduk di meja kerja nya.


" Apa dokter sudah sarapan, kalau belum kebetulan aku membawakan dokter sarapan." ucap Clara sambil menodongkan rantang yang ada di tangan nya, mendengar itu membuat Yiwa benar-benar kessel, dan ingin menjambak Clara yang tidak henti menggoda suami nya.


" Terimakasih tawaran nya, tapi saya sudah sarapan dengan istri saya." jawab Arya, membuat Clara begitu terhina.


" Tapi saya sudah membawa banyak dokter, sayang jika harus terbuang." sambung Clara yang tidak langsung putus asa. Yiwa pun langsung muncul yang berdiri di balik tirai ruangan suami tampan nya itu.


" Seperti nya suami saya sudah jelas-jelas menolak, kenapa dokter begitu semangat, dokter Clara seperti nya terlalu memaksakan diri, agar terlihat sempurna di mata suami saya, saya pikir itu perbuatan yang sangat memalukan, apa dokter tidak tau, bagaimana sulit nya aku untuk berada di belakang suami ku, untuk mendukung semua kegiatan yang suami ku lakukan. namun dokter begitu mudah berniat ingin mengahancurkan." ucap Yiwa lalu berjalan menuju Arya dan berdiri di belakang suami nya itu.


" Sayang, apa kamu mencintai ku." tanya Yiwa manja.


" Iya sayang, mas sangat mencintai kamu." jawab Arya tulus, serta mengikuti permainan yang sedang dimainkan istri cantik nya itu.


" Jika aku meminta apa pun dari mas, apa mas akan sanggu memberikan nya." tanya Yiwa kembali, yang ingin menyadarkan Clara agar berhenti berharap dengan suami nya.


" Apa pun sayang, apa pun yang kamu minta mas akan memberikan segala nya untuk kamu, termasuk nyawa mas, jika kamu meminta nya mas akan memberikan untuk kamu." jawab Arya, mendengar itu benar-benar membuat Clara hancur, serta merasa sangat di permalukan oleh Yiwa.


" Terus, jika suatu saat aku melakukan kesalahan, apa mas akan meninggalkan ku, lalu membuka hati untuk wanita lain." tanya Yiwa kembali.


" mas akan selalu memaafkan kamu sayang, sampai kapan pun mas tidak akan membuka hati untuk wanita lain lagi, mas sudah sangat mencintai kamu, selama nya mas akan selalu mencintai kamu. mas berharap hanya maut lah yang memisahkan kita nanti." jawab Arya.


" Saya pikir jawaban suami saya sudah cukup jelas untuk dokter, saya berbuat ini bukan saya tidak menghargai dokter, hanya saja saya hanya bersikap bagaimana selayak nya istri menjaga suami nya dari godaan wanita lain, dokter cantik, saya yakin dokter bisa menemukan lelaki lain yang bisa menerima dan mencintai dokter apa ada nya, dan saya tidak bermaksud ingin membuat dokter dendam atau sejenis nya, sesama perempuan pasti dokter bisa merasakan apa yang saya rasakan sekarang." sambung Yiwa, membuat Clara sama sekali tidak bisa membuka suara, dengan malu, Clara pun meninggalkan ruangan Arya, serta menangisi diri yang sudah di permalukan secara halus oleh Yiwa.


Melihat Clara yang sudah bergegas pergi, Arya pun langsung menarik Yiwa dan mendudukan istri cantik nya itu ke atas pangkuan nya.


" Mas baru tau, ternyata istri mas yang cantik ini sangat ahli menghina orang dalam senyuman." ucap Arya.


" Aku hanya memberikan nya sedikit pelajaran mas, agar dia bisa mencari lelaki lain. " jawab Yiwa. dan Arya pun hanya bisa senyum bahagia, melihat Yiwa yang semakin posesif terhadap nya, Arya pun baru merasakan bagaimana indah nya, mempunyai seorang istri yang begitu sangat menjaga nya, agar tidak tergoda dengan wanita lain, walau pun Arya tidak akan pernah melakukan itu, namun ia sangat merasa bahagia, ternyata hubungan sangat indah saat kedua nya saling menjaga.