I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 31



Arya dan Bella yang baru selesai bertugas, memutuskan untuk langsung segera pulang, Arya kini sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan Yiwa, rasa rindu kini sudah sangat menganggu pikiran nya.


Semakin hari Arya pun semakin menyadari perasaan nya, dia kini sadar bahwa dia sudah tidak memiliki perasaan apa-apa dengan Bella, seluruh perasaan nya sudah tertuju dengan Yiwa, namun cara nya selalu saja menyakiti perasaan istri cantik nya itu.


Seketika Yiwa juga selalu memikirkan Arya, ia bertanya tanya dalam hati, apa yang sudah di lakukan oleh suami nya itu, namun sifat Arya yang begitu kejam dengan nya, memaksa nya untuk melupakan perasaan nya, serta tidak perlu untuk memikirkan Arya.


" Yiwa,, gue perhatiin hari ini lo kok sering melamun, lo ada masalah apa, kalau lo mau, lo bisa cerita dengan gue, kalau bisa gue bantu, gue pasti akan bantu lo " ucap Amel, yang selalu merhatiin Yiwa


" Gak pa-pa kok Mel, aku hanya rindu ayah, ibu dan juga adik perempuan ku di kampung," jawab Yiwa yang juga sudah sangat merindukan keluarga nya.


" Lo yang sabar ya, ada gue disini pengganti keluarga lo " jawab Amel lalu membawa Yiwa ke dalam pelukan nya.


Setiba nya di rumah, Arya pun langsung mencari Yiwa, namun ia tidak bisa menemukan istri cantik nya itu


" Bik Inem " panggil Arya berteriak, dengan cepat Inem pun langsung berlari menemui tuan nya itu


" Iya tuan, ada yang bisa saya bantu " jawab Inem dengan nafas ngos-ngosan


" Apa bibik melihat Yiwa? " tanya Arya panik


" Tidak tuan, saya belum melihat nya " jawab Yiwa dengan suara kwatir


" Pak Joko dimana? " tanya Arya kembali yang sudah sangat merasa kwatir dengan istri cantik nya itu


" Ada di belakang tuan " jawab Inem, dengan cepat Arya pun langsung menyusul pak Joko


" Pak Joko " panggil Arya berteriak


" Saya tuan " jawab pak Joko cepat, pak Joko sudah bisa menebak apa yang akan di tanya oleh tuan muda nya itu


" Yiwa dimana pak, apa bapak tidak menjemput nya, jam berapa sekarang, kenapa bapak sangat teledor " ucap Arya emosi, ia mengira pak Joko sudah lupa untuk menjemput Yiwa


Bella yang menyaksikan itu tersenyum puas, ia merasa rencana nya berjalan mulus


Arya pun kembali menuju kamar nya, ia tidak tau harus mencari Yiwa kemana, berulang kali Arya mencoba untuk menghubungi nya, namun Yiwa sengaja untuk mematikan ponsel nya


" Kamu dimana Yiwa, kenapa kamu tidak ada kabar begini, apa ini yang kamu mau " ucap Arya dalam hati


Merasa kelaparan, membuat Amel tidak dapat menahan perut keroncongan nya, Yiwa hanya bisa tersenyum, melihat Amel yang hanya bisa mengelus perut nya.


" Kamu lapar " ucap Yiwa dan Amel pun hanya bisa menjawab dengan senyum manis di bibir nya


Akhir nya Yiwa dan Amel pun menuju dapur, sebagai balasan,Yiwa pun menawarkan jasa untuk sahabat nya itu, dengan senang hati Amel pun menerima bantuan Yiwa yang akan memasak untuk nya.


" Maaf ya Yiwa, pembantu gue lagi pulang kampung, gue jadi gak enak dengan lo " ucap Amel yang kini berjalan menuju dapur rumah nya.


" Gak masalah kok, memasak merupakan salah satu hobi ku, jadi kamu tidak usah sungkan begitu " jawab Yiwa bahagia


" Wah, Lo sangat beruntung Yiwa, sudah cantik, pintar, bisa masak lagi, laki laki yang bisa mendapat kan lo akan merasa beruntung " sambung Amel memuji Yiwa, namun kenyataan nya Arya justru sudah menyia-nyia kan cinta nya.


Setiba nya di dapur, Yiwa dan Amel merasa terkejut melihat Juna yang tengah kesusahan, Juna juga merasa lapar, sehingga ia memutuskan untuk masak mie instan.


" Kak Juna lagi ngapain " tanya Amel, melihat dapur yang kini sudah berantakan akibat ulah nya


" Aku lapar, tapi tidak tau harus makan apa " jawab Juna sembari mengeringkan lantai yang sudah basah oleh nya


" Kakak duduk saja, aku yang akan masak " ucap Yiwa, saat Yiwa melangkah kan kaki nya, tiba-tiba kaki nya terpeleset oleh lantai yang licin, dengan cepat Arjuna pun langsung menangkap tubuh indah Yiwa


Lagi lagi mata mereka pun bertemu dengan waktu yang cukup lama, mereka seakan menggagumi, Amel yang menyaksikan itu pun sangat bahagia, sudah lama ia tidak melihat wajah bahagia kakak tersayang nya.