
NOTE !!! Author hanya ingin menambah rasa para Readers untuk membaca novel ini, jadi semua author lakukan hanya untuk para readers tersayang semua unsur tempat nama dan tokoh(fisual) dalam novel ini hanya untuk sebagai menambah daya tarik untuk readers
Author harap semua para readers dapat memaklumi
Next !!!!!
Setiba nya di rumah, Yiwa pun langsung merapikan tempat tidur mereka, sambil menghiasi ranjang mereka dengan kepingan bunga mawar, semua susunan kamar Arya, di rubah oleh Yiwa, kini kamar mereka tersebut pun sangat terlihat rapi dan indah di pandang di mata.
Bi Inem yang membantu Yiwa tidak berhenti untuk tersenyum, rasanya bi Inem bisa merasakan kebahagian yang baru menghampiri pasangan suami istri itu.
" Bibik tinggal dulu ya non " ucap bi Inem yang sudah selesai mengerjakan pekerjaan nya
" Iya bi, terimakasih bibik sudah mau membantu Yiwa " jawab Yiwa lembut yang semakin membuat bik Inem menyanyangi dirinya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 19:00, Yiwa pun langsung bergegas membersihkan diri, Arya yang baru berangkat dari rumah sakit, tidak sabar ingin segera tiba di rumah nya.
Yiwa benar-benar sudah mempersiapkan diri, mulai dari gaun tidur nya, perawatan tubuh ny, hingga aroma parfum nya sudah ia persiapkan dengan sempurna, bu Lastri sebagai mama mertua yang gaul, juga berperan menyiapakan kebutuhan malam pengantin untuk Arya dan Yiwa.
Arya pun kini sudah tiba di rumah, tanpa memasukkan mobil ke garasi, dengan cepat Arya pun langsung menuju rumah mereka ingin bertemu dengan Yiwa, sejak membaca memo Yiwa, membuat Arya benar-benar penasaran, apa yang akan di lakukan oleh istri cantik nya itu.
Dengan cepat bik Inem pun memberi kode untuk Yiwa, bahwa lelaki tampan yang ia nanti-nantikan sudah ada di depan mata nya, dengan cepat Yiwa pun segera menyelesaikan ritual cantik nya, Yiwa benar-benar ingin terlihat cantik dan sexy di mata dokter tampan nya itu.
" Selamat malam tuan " sapa Inem basa-basi
" Malam bik " jawab Arya sambil melonggarkan dasi yang masih melekat di leher nya, namun Arya bisa melihat jelas ada yang aneh dari bik Inem, tidak biasanya bik Inem tersenyum malu menyapa dirinya.
" Bibik kenapa, kok seperti nya lagi bahagia " tanya Arya polos
" Tidak tuan, bibik tidak kenapa-napa" jawab bik Inem terbata bata, ia tidak ingin Arya mengetahui tentang rencana malam pengantin mereka yang akan segera terjadi.
" Yiwa dimana bi, dia sudah di rumah kan? " tanya Arya kembali, yang kini sambil melepas sepatu kerja nya, dengan senyuman yang tidak bisa bik Inem tahan pun langsung kecoplosan menjawab pertanyaan Arya.
" Non Yiwa di kamar tuan," jawab Inem, dengan cepat Arya pun langsung berlari menuju kamar nya, meninggalkan tas, dasi, dan juga jas putih nya di sofa ruang keluarga mereka.
Mendengar suara pintu, membuat jantung Yiwa dag dig dug, Yiwa benar-benar merasa malu, ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan, wajah nya spontan berubah merah, tangan nya gemetar, rasanya ia ingin segera menyembunyikan tubuh nya di balik selimut, ia tidak tahu apa yang akan di katakan oleh Arya, apa Arya akan memuji nya atau justru menggoda nya.
Mata Arya seketika terbelalak melihat pemandangan yang begitu indah di mata nya, rasa lelah yang sedari tadi menyiksa nya kini pergi begitu saja, Arya benar-benar pangling atas semua yang sudah Yiwa rencanakan.
Perlahan Arya menghampiri Yiwa yang duduk di sofa kamar mereka, rasa pangling dan kagum pun tidak bisa lepas dari mata Arya, rasanya ia ingin cepat-cepat untuk memangsa istri cantik nya itu.
" Yiwa " ucap Arya
" Iya mas " jawab Yiwa malu, Yiwa benar-benar ingin berlari. rasanya ia tidak kuat melihat tatapan Arya yang begitu ingin memangsa nya
" Kamu sangat cantik sayang, benar-benar sangat cantik, ada apa sayang, apa kamu juga menginginkan apa yang mas ingin kan " tanya Arya semakin membuat Yiwa malu dan tidak tau harus menjawab apa
Perlahan Arya pun meraih tangan Yiwa, lalu mendekat kan wajah nya ke wajah yiwa, nafas nya kini sudah tidak beraturan, dan Yiwa benar-benar bisa merasakan nafas yang sudah berbeda dari suami tampan nya itu.
" huufffhhh " ucap Yiwa bernafas lega, Yiwa sungguh sangat merasa malu, ini merupakan kali pertama baginya, Yiwa benar-benar takut Arya akan menertawakan dirinya, bahkan untuk berciuman saja Yiwa tidak bisa.
" Apa yang akan ku lakukan, dan kenapa aku melakukan ini, dasar gadis bodoh " ucap Yiwa dalam hati
" Aku sama sekali tidak tau apa-apa, bagaimana ini, aku sungguh sangat malu, siapa yang akan memulai nya, apa aku yang harus memulai nya, tapi bagaimana caranya, ayo Yiwa cepat berfikir, kenapa dari tadi aku tidak memikirkan ini, berciuman saja aku belum pernah, bagaimana mungkin aku bisa memulai nya " sambung Yiwa kembali, namun tiba-tiba badan Arya yang masih belum kering langsung memeluk Yiwa, membuat Yiwa merasa sesuatu yang berbeda dan belum pernah ia rasakan sebelum nya.
" Sayang " bisik Arya manja, membuat Yiwa merinding dan merasa geli, Yiwa sama sekali tidak bisa berbuat ap-apa, Yiwa hanya bisa pasrah melihat Arya yang mulai menciumi bagian leher nya, hingga benar-benar membuat Yiwa merasa geli yang luar biasa.
Dengan lembut Arya pun membaringkan tubuh Yiwa, melepas kimono yang melekat di tubuh Yiwa, membuat Arya semakin panas melihat keindahan tubuh Yiwa.
Arya pun melepas handuk yang yang melingkar di pinggang nya, ini pertama kali Yiwa menyaksikan langsung di depan mata, Yiwa benar-benar malu melihat senjata Arya yang kini sudah berdiri kokoh.
" Kenapa sayang " tanya Arya dengan desahan manja yang semakin membuat Yiwa gila
" Aku malu mas " jawab Yiwa sambil mengedipkan kedua mata nya, Yiwa benar-benar tidak kuat harus melihat langsung senjata suami nya itu.
" Kenapa kamu harus malu, ini semua milik kamu, dan apa yang kamu miliki milik ku, ayo sayang, buka mata mu, aku ingin melihat keindahan dari bola mata mu " sambung Arya, dan perlahan Yiwa pun membuka kedua mata nya.
" Sayang apa kamu siap " tanya Arya yang ingin memulai aksi nya.
" Iya mas " jawab Yiwa malu
" Tapi aku takut menyakiti mu " sambung Arya kembali, sebagai dokter profesional tentu Arya bisa mengetahui bahwa istri cantik nya itu benar-benar masih suci dan sangat polos.
" Aku siap mas, ijinkan aku melakukan kewajiban ku sebagai istri " ucap Yiwa
" Ijinkan aku melakukan kewajiban ku sebagai suami " jawab Arya, lalu menyerang mahkota Yiwa.
Yiwa pun mulai merasa sakit yang luar biasa, air mata yang tidak ia rencanakan tiba-tiba mengalir di wajah cantik nya, Arya yang menyadari itu seketika menhentikan aksi nya, ia bisa melihat Yiwa kini benar-benar sedang menahan rasa dan menyembunyikan rasa sakit nya
" Maaf kan aku sayang, aku sudah menyakit mu, jika kamu tidak kuat, aku akan memberhentikan nya " ucap Arya dengan wajah memelas serta gairah yang masih memenuhi dirinya.
" Tidak mas, aku kuat, tolong lanjutkan " jawab Yiwa dan dengan lembut Arya pun memulai kembali aksi nya, hingga benar-benar membuat Yiwa bisa merasakan sensasi yang luar biasa, perlahan Yiwa pun kini mulai menikmati nya, hingga mereka berdua tiba di puncak nya.
Bagaimana pendapat kalian di episode ini???
Author butuh pendapat kalian
jangan lupa tinggalkan jejak......
Dear readers
Jangan lupa untuk bantu author mendukung novel ini, dengan cara like, komen, vote sebanyak-banyak nya, serta jangan lupa untuk beri rating bintang 5 nya, agar author lebih semangat untuk up setiap hari untuk menghibur kalian, jangan lupa untuk tambahin ke daftar favorit kalian juga ya.
Aku menyanyangi kalian๐๐๐
jangan lupa follow ig author ya @berutu_faujiah