I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 56



Arya begitu berat meninggalkan Yiwa, namun terpaksa harus ia lakukan jua, bersama dokter yang lain, Arya pun bergegas meninggalkan kota Jakarta menuju pelosok Kalimantan.


Air mata Yiwa tidak bisa berhenti mengalir di wajah cantik nya, membuat Arya tidak tega dan tidak sanggup harus meninggalkan istri cantik nya itu.


" Jangan menangis sayang, jika kamu begini, bagaimana mas sanggup untuk meninggalkan kamu disini " ucap Arya sambil menghapus air mata Yiwa.


" Mas tidak usah kwatir, aku baik-baik saja, mas bisa pergi, mas disana harus jaga diri, jaga kesehatan, aku tidak mau mas kenapa-napa, aku menunggu mas disini, dan aku akan selalu merindukan mas " jawab Yiwa, sambil menyeka air mata nya.


" Mas janji sayang, Mas akan datang untuk menemui kamu disini, Mas tidak lama, kamu disini juga baik-baik ya, jaga kesehatan, dan belajar yang benar, mas sangat mencintai kamu, dan selama nya mas akan selalu mencintai kamu, sampai kapan pun mas tidak akan pernah menghianati kamu, tunggu mas pulang ya, semua ini mas lakukan untuk kamu dan untuk anak-anak kita nanti" ucap Arya lalu memeluk erat tubuh Yiwa, air mata Yiwa yang tadi sudah berhenti kini kembali mengalir saat harus melepas pelukan dan genggaman tangan dokter tampan nya itu.


Melihat pesawat yang di tumpangi Arya lepas landas, semakin membuat hati Yiwa perih, baru sedetik berpisah Yiwa sudah sangat merindukan suami tampan nya itu.


Dengan rasa sedih Yiwa pun meninggalkan Bandara menuju kampus untuk kuliah


Arjuna yang sudah selesai berkemas dan berdandan rapi, terpaksa membangunkan Indah yang masih tertidur dengan pulas, Arjuna pun berusaha keras untuk membiasakan diri nya serta menerima keadaan bahwa hanya Indah yang akan menjadi istri satu-satu nya, baginya pernikahan hanya akan terjadi sekali seumur hidup nya, dan ia tidak ingin menyia nyiakan nya.


" Indah,,bangun " ucap Arjuna sambil mengelus lembut rambut Indah.


" Indah,, bangun,,Ini sudah siang, nanti kamu telat kuliah " ucap Arjuna kembali dan Indah pun langsung tersadar dari mimpinya, melihat Arjuna yang kini tepat di depan mata nya, membuat Indah terkejut dan malu


" Kak Juna " ucap Indah panik


" Kenapa, kok kamu terkejut begitu " jawab Arjuna dengan senyum yang sangat Indah di bibir nya.


" Maafin aku kak, aku lupa kalau aku sudah jadi istri kakak, aku bahkan tidak mengurus semua kebutuhan kakak" jawab Indah merasa bersalah.


" Hei kenapa kamu menangis, aku nyuruh kamu untuk minum susu, bukan menangis," ucap Arjuna sambil menodongkan segelas susu untuk Indah, dengan cepat Indah pun langsung menghabiskan susu pemberian Arjuna.


" Terimakasih kakak sudah sangat baik untuk ku " ucap Indah.


" Iya, aku senang melakukan nya, bagaimana pun kamu sekarang sudah menjadi istri ku, dan anak yang ada dalam perut kamu juga akan menjadi anak ku, ya sudah sana mandi, aku akan mengantar kamu kuliah " jawab Arjuna, sambil mengambil kembali gelas yang ada di tangan Indah, lagi-lagi Indah pun langsung menuruti perintah Arjuna, Indah langsung meraih handuk nya lalu menuju kamar mandi.


Tidak menunggu lama, Indah pun kembali ke kamar dengan handuk putih di tubuh nya, membuat Arjuna pangling, melihat tubuh Indah yang begitu sexy menurut nya. dengan cepat Arjuna pun langsung memalingkan wajah nya, ia tidak ingin Indah menyadari nya.


Arjuna benar-benar salah tingkah, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan, diam-diam ia merhatikan Indah yang fokus berhias diri, semakin membuat nya pangling dan menyadari ternyata ia memiliki seorang istri yang benar-benar cantik.


" Kita berangkat sekarang kak " ucap Indah membuyarkan lamunan Arjuna


" Kamu sudah selesai " jawab Arjuna yang berusaha menutupi panik nya.


" Sudah " jawab Indah dengan senyum indah di bibir nya, Arjuna pun kembali salah tingkah dan tersipu malu melihat Indah yang bersikap manja menurut nya. setelah itu Arjuna pun mengantar Amel dan Indah untuk berangkat kuliah, Amel benar-benar sangat merasa bahagia, ia yakin Arjuna dan Indah akan bisa hidup bahagia dan saling mencintai satu sama lain.


" Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Arjuna yang tidak sengaja menoleh ke arah Amel yang kini sudah duduk di bangku belakang.


" Tidak, aku tidak kenapa-napa " jawab Amel berbohong


" Sejak kapan kamu bisa berbohong dengan kakak " tanya Arjuna kembali yang sudah sangat mengenal adik semata wayang nya itu.


" Aku tidak berbohong, aku hanya berharap kakak bisa bahagia bersama Indah,,,upss,,maksud aku kakak ipar,,hihihhhihihi " jawab Amel lucu membuat Arjuna dan Indah saling bertatap mata dan saling senyum tersipu malu.