I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 37



Kelas Yiwa pun kini sudah selesai, dan Arya sudah standy by menunggu kehadiran istri cantik nya itu.


" Mas sudah lama " tanya Yiwa, ketika memasuki mobil Arya


" Tidak kok, mas juga baru saja nyampe," jawab Arya berbohong, padahal ia sudah hampir menunggu 2 jam di disana


Arya pun lalu melajukan mobil nya, dan Yiwa lalu menyagakkan sandaran kursi nya, Yiwa benar-benar lelah, belajar seharian membuat kepala nya serasa ingin pecah.


" Kamu capek " tanya Arya, melihat Yiwa yang kini sudah berbaring santai di sandaran kursi mobil nya.


" Iya mas, kepala ku pusing, belajar dari pagi hingga sore begini ternyata cukup melelahkan " jawab Yiwa


" Ya sudah, kamu bisa tidur, nanti kalau sudah sampai aku akan membangun kan kamu " ucap Arya dan langsung di turuti oleh Yiwa


Arya benar-benar bisa merasa bahagia, bisa menghabiskan waktu bersama Yiwa, entah sampai kapan Arya akan merasakan kebahagian ini, namun Arya masih bisa bersyukur, ia masih memiliki kesempatan, namun andai waktu bisa di putar, Arya tidak akan pernah untuk mengecewakan dan membiarkan Yiwa, hingga bisa berpaling ke hati lelaki lain.


Di tengah perjalanan, tiba-tiba ponsel genggam milik Yiwa berbunyi, membuat Yiwa terbangun dari tidur nya.


" Halo " ucap Yiwa, dengan nada suara setengah sadar


" Yiwa, ini aku Arjuna " jawab Arjuna, spontan mata Yiwa langsung terbuka lebar, dan langsung menoleh ke arah Arya


" Kak Juna, kenapa kak? " ucap Yiwa kembali, membuat hati Arya terasa ngilu mendengar nama Arjuna dari bibir Yiwa.


" Malam ini kamu sibuk gak " tanya Arjuna basa-basi


" Hmm,, gak kak, aku gak ada kegiatan apa-apa " jawab Yiwa, Arjuna pun begitu semangat mendengar jawaban Yiwa.


" Jika kamu tidak keberatan, aku ingin mengajak kamu makan malam " ucap Arjuna, darah Yiwa seakan mengalir deras, apa yang harus ia katakan, keringat dingin pun mengalir dari pelipis nya.


" Nanti aku kabarin kakak lagi " jawab Yiwa, lalu memutus kan panggilan nya, dengan sabar Arjuna pun menunggu jawaban dari Yiwa,


" Kenapa " tanya Arya, seketika melihat Yiwa menjadi tidak tenang


" Hmm anu mas " jawab Yiwa, yang tidak berani untuk jujur dengan Arya


" Kenapa Yiwa, kamu tidak usau takut, aku kan sudah janji untuk selalu bisa mengerti kamu, bahkan aku selalu mendukung semua apa yang ingin kamu lakukan " jawab Arya dengan sabar, walau sakit ia harus bisa kuat dengan wanita nya itu


" Kak Arjuna mengajak aku makan malam, aku tidak tau harus berbuat apa," jawab Yiwa dengan pelan, ia tidak tega jika harus melukai hati dokter tampan itu


" Yiwa,, kenapa kamu harus bingung, kamu kirim pesan ke dia kalau kamu setuju, aku tidak apa-apa kok, aku turut bahagia melihat kamu bahagia, justru ini bagus, kalian punya kesempatan besar untuk cepat bersama, kamu tidak usah pedulikan aku, bagi ku kebahagian mu adalah no satu " jawab Arya yang sudah sangat merasa rapuh, dengan kuat Arya menahan air mata yang sudah ingin keluar dari mata nya, dan Yiwa pun meraih ponsel nya, lalu mengirim pesan ke Arjuna untuk setuju makan malam dengan nya, Arjuna yang medapat pesan dari Yiwa dengan cepat dan semangat membuka pesan itu, seketika Arjuna melompat bahagia karena Yiwa setuju makan malam dengan nya.


Seketika keadaan berubah menjadi kaku, Arya tidak bisa berkata apa-apa lagi, jika ia buka mulut spontan air mata nya akan mengalir, dan Yiwa yang bisa merasakan kekecewaan Arya, tidak tau harus berbuat apa, sepanjang perjalanan mereka pun hanya bisa diam, hingga tidak terasa mereka sudah tiba di rumah


Yiwa pun langsung bergegas menuju kamar nya, ia harus segera siap-siap, untuk berangkat ke restauran yang sudah di kirim kan oleh Arjuna.


Arya pun merasa gelisah, hati dan pikiran nya kacau, rasanya sangat sakit, harus mengihklaskan wanita yang sudah sangat amat ia cinta untuk lelaki lain.


Arya yang duduk di sofa ruang tamu mereka, sangat terkejut, melihat Yiwa yang sangat begitu cantik, namun hati nya kembali terasa perih, harus melihat Yiwa berdandan untuk laki-laki lain.



" Yiwa,, apa kamu di jemput?" tanya Arya yang semakin berpura pura untuk tegar


" Tidak mas, aku akan naik taxi " jawab Yiwa


" Aku antar kamu ya " ucap Arya, namun di tolak oleh Yiwa.


" Tidak usah repot-repot mas, aku bisa sendiri " jawab Yiwa, lalu pamit pergi meninggalkan Arya, selepas kepergian Yiwa, Arya pun melampiaskan amarah nya, ia menghancurkan segala yang ia lihat di ruangan itu, bik Inem yang memperhatikan itu benar-benar sangat merasa takut, ini pertama kali ia melihat Arya marah yang sangat menakutkan.


Arya pun lalu menuju kamar nya, air mata nya sudah tidak dapat untuk ia tahan, ini pertama kali ia menangisi wanita yang akan pergi meninggalkan nya, cinta nya ke Yiwa begitu tulus, hingga mampu merubah segala sikap nya, merasa lelah Arya pun membaringkan tubuh nya di ranjang nya.


Yiwa yang baru tiba di restauran mewah itu, begitu merasa terpana, lagi-lagi Yiwa tidak melihat tamu lainnya, hingga Yiwa sudah bisa menebak Arjuna sudah menyiapkan ini semua untuk nya.



" Yiwa kamu sangat cantik malam ini " ucap Arjuna memuji


" Terimakasih, kakak juga tampan " jawab Yiwa dengan nada suara malu


Arjuna dan Yiwa pun melahap makan malam mereka, di iringin musik syahdu semakin menambah suasana semakin romantis, namun Yiwa sama sekali tidak merasa tenang, pikiran nya melayang, Yiwa pun berusaha untuk bersikap normal, ia tidak ingin membuat Arjuna merasa tidak nyaman atas sikap nya.


Setelah selesai makan, Arjuna pun lalu mengajak Yiwa ke sebuah taman yang terdapat di dekat restaurant itu, lagi-lagi Yiwa mendapat perlakuan romantis, namun Yiwa sama sekali tidak dapat menikmati nya.


Setelah duduk di kursi taman, perlahan Arjuna pun meraih tangan Yiwa, membuat Yiwa merasa tidak nyaman, namun dengan tenang Yiwa menahan perasaan nya.


" Yiwa, aku ingin ngomong sesuatu dengan kamu " ucap Arjuna, spontan membuat darah Yiwa mengalir deras


" Apa kak? " tanya Yiwa singkat


" Sejak kita bertemu, aku bisa merasakan sesuatu yang berbeda dengan kamu, awal nya aku tidak yakin namun lama semakin lama aku menyadari kalau aku jatuh cinta dengan mu, Yiwa,, apa kamu mau menjadi pacar ku? " ucap Arjuna menyatakan isi hati nya, namun bukan membuat Yiwa bahagia, melain kan Yiwa semakin merasa sangat bersalah sudah menyakiti hati Arya, bayangan wajah Arya pun semakin jelas di kepala nya, kini Yiwa mengerti ia hanya mencintai Arya dan hanya mengagumi Arjuna.


Dengan lembut Yiwa pun melepas genggaman tangan nya dari Arjuna, lalu melepas liontin permberian Arjuna yang masih melingkar di leher nya, Yiwa pun mengembalikan liontin tersebut, membuat Arjuna merasa bingung dan tidak mengerti apa maksud dari perbuatan Yiwa


" Kak, aku benar-benar minta maaf, aku tidak dapat menerima cinta kakak, karena aku sudah punya suami," jawab Yiwa, membuat Arjuna begitu sangat merasa terkejut tidak percaya


" Tidak mungkin, kamu pasti berbohong, kalau kamu ingin menolak ku, cukup katakan tidak Yiwa, kamu tidak usah berbohong begini, aku tidak menyukai nya " sambung Arjuna kembali


" Tidak kak, aku tidak berbohong, mas Asrya adalah suami ku, cerita nya panjang, aku tidak bisa cerita ke kakak sekarang, tapi aku harus pergi, aku benar-benar minta maaf " ucap Yiwa, lalu. berlari pergi meninggalkan Arjuna, Arjuna hanya bisa meratapi kepergian Yiwa, walau sepenuh nya ia belum percaya, dengan tegar Arjuna bisa menerima nya


Yiwa pun langsung memanggil taxi untuk membawa nya pulang ke rumah mereka, tidak sabar rasanya ingin cepat-cepat berjumpa suami tampan nya itu.


setiba nya di rumah, Yiwa langsung bergegas lari menuju kamar Arya, Yiwa yakin Arya pasti berada di kamar nya, dan benar saja, setiba nya di kamar Arya, Yiwa bisa melihat Arya yang sedang berbaring membelakangi dirinya, dengan cepat Yiwa pun langsung menyusul suami nya itu, lalu membaringkan tubuh nya di samping Arya, serta memeluk tubuh Arya, Arya yang menyadari itu mencoba bersikap tenang, ia tidak tau apa yang sudah terjadi dengan istri cantik nya itu.


" Mas,, maafin aku, aku sudah membuat mas kecewa, aku tau aku salah, tolong jangan pernah membenci ku, aku baru sadar, kalau aku benar-benar mencintai mas, tolong jangan pernah untuk meninggalkan ku " ucap Yiwa dan Arya pun masih tidak merespon nya


" Aku tau mas tidak tidur, tolong beri aku satu kesempatan, aku janji tidak akan mengulangi nya lagi, aku hanya akan mencintai mas saja, dan aku akan menjadi istri yang baik serta patuh untuk mas, jawab aku mas, jangan biarkan aku seperti ini " sambung Yiwa kembali dan Arya pun tidak bisa untuk berlama lama membiar kan nya, Arya pun lalu membalikkan tubuh nya, hingga ia dan Yiwa kini sudah saling bertatapan


" Kenapa? apa yang sudah terjadi " tanya Arya


" Hatiku sakit mas, aku tidak bisa membiarkan mas seperti ini, aku baru sadar, kalau aku hanya mencintai mas, aku tidak ingin melihat mas dengan wanita lain lagi, tolong maafin aku, dan kembali lah padaku " jawab Yiwa dengan tangisan, serta air mata yang membasahi wajah cantik nya, Arya pun langsung membawa tubuh Yiwa ke dalam pelukan nya, dan Yiwa pun semakin meluahkan tangis nya di dalam pelukan suami tampan nya itu.


" Sudah jangan menangis, aku tidak membenci kamu, aku bahagia akhir nya kamu bisa kembali dengan ku, jujur saja jika kamu tidak kembali malam ini, aku akan melupakan kamu " jawab Arya membuat Yiwa begitu terkejut, lalu mencubit manja perut Arya.


" Yiwa sakit " rengek Arya manja


" Siapa suruh ingin melupakan aku " jawab Yiwa kembali


" Kamu yang maksa aku untuk melupakan kamu, tapi ya sudah lah, itu kan seumpama jika kamu tidak kembali, dan aku bersyukur ternyata kamu kembali " jawab Arya lalu mencium kening Yiwa


" Terimakasih mas sudah mengerti dengan ku " sambung Yiwa sambing mengerat kan pelukan nya


" Iya sayang, itu semua ku lakukan karena aku benar-benar mencintai kamu " jawab Arya sambil mengelus-elus lembut rambut Yiwa


" Aku juga mencintai mas " jawab Yiwa bahagia.


" Tunggu,, bagaimana dengan Arjuna " tanya Arya penasaran


" Aku meninggalkan nya mas, aku mengaku kalau aku sudah menikah dengan mas "jawab Yiwa jujur


" istri nakal, aku yakin dia pasti marah dengan kamu " ucap Arya menggoda Yiwa


" Tidak masalah, asalkan aku tidak kehilangan mas " jawab Yiwa kembali menggoda Arya, mereka pun hanya bisa tersipu malu, dan memutuskan untuk tidur dengan saling berpelukan.