I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 59



Setelah dari kampus, Yiwa pun langsung singgah ke rumah bu lastri dan pak Yono mertua nya, sudah lama rasanya ia tidak berkunjung ke sana.


Kedatangan nya langsung di sambut hangat oleh buk Lastri, membuat Yiwa merasa beruntung memiliki mertua yang begitu baik, dan bisa menerima dia apa ada nya.


" Assalamualaikum Ma, " ucap Yiwa sambil mencium punggung tangan bu Lastri.


" Walaikumsalam sayang, ayok masuk," jawab bu Lastri yang sudah menunggu Yiwa di depan pintu.


Sambil merangkul Yiwa, bu Lastri pun langsung membawa Yiwa ke ruang keluarga mereka, dimana sudah ada pak Yono disana.


" Assalamualaikum Pa," ucap Yiwa kembali.


" Walaikumsalam, ayok duduk nak, papa dan mama dari tadi sudah nungguin kamu," ucap pak Yono semangat.


" Ohh iya Yiwa, bagaimana kabar kamu dan suami kamu, sejak menikah kalian jarang sekali berkunjung ke sini, " tanya bu Lastri sedih.


" Alhamdulillah Yiwa dan mas Arya sehat ma, bukan Yiwa tidak mau kesini, tapi skejul mas Arya yang selalu padat, di tambah Yiwa juga sibuk kuliah, itu sebab nya Yiwa tidak bisa sering-sering main kesini," jawab Yiwa.


" Iya sayang, papa dan mama ngerti kok, mama sangat bersyukur kamu menjadi istri Arya, jadi papa dan mama tidak usah kwatir, jika papa dan mama sibuk kerja keluar kota," sambung bu Lastri.


" Iya ma, Yiwa akan selalu berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk mas Arya," ucap Yiwa.


" Yiwa sayang, apa kalian tidak berencana ingin memberi papa dan mama cucu," tanya pak Yono, membuat Yiwa merasa sedih, melihat ekspresi Yiwa yang langsung berubah bu Lastri pun langsung mengalihkan pembicaraan.


" Papa gak usah buru-buru, kasihan jika Yiwa hamil sekarang, papa seperti gak pernah muda saja, " ucap bu Lastri, dengan cepat pak Yono pun langsung bisa mengerti maksud dari istri nya itu.


" Hahahahaha, mama benar juga, maaf ya sayang, papa bukan bermaksud mendesak kamu dan Arya, kalian juga masih muda, jadi waktu nya untuk menikmati masa mudah kalian dulu," sambung pak Yono. dan Yiwa hanya bisa membalas dengan senyuman.


Arya yang baru selesai meriksa pasien, merasa sangat merindukan Yiwa, kini hanya foto Yiwa lah yang bisa menjadi penawar rindu nya.


" Mas sangat merindukan kamu sayang," ucap Arya, sambil melihat wajah Yiwa dari ponsel nya, ingin sekali rasanya untuk menghubungi istri cantik nya itu, namun sayang sekali sinyal sama sekali tidak terhubung ke dalam ponsel nya. tidak lama kemudian kesedihan Arya pun buyar dengan suara Clara.


" Dr Arya," panggil Clara


" Iya Dr Clara, ada yang bisa saya bantu," jawab Arya panik.


" Apa yang dr lakukan disini, ini waktu nya jam makan siang, jika dr terlambat dr tidak bisa mendapatkan apa pun untuk di makan," ucap Clara.


" Oh saya hanya ingin menghubungi istri saya, tapi sayang sinyal sama sekali tidak mendukung," jawab Arya jujur.


" Dr hanya bisa mendapat sinyal di tempat tadi malam, jika dr mau, nanti malam saya bisa menemani dokter kembali kesana," ucap Clara menawarkan bantuan, diantara dr yang datang hanya Arya yang mampu menarik perhatian nya.


" Tentu, saya sangat senang jika dokter bersedia mengantar saya kesana, maaf jika saya merepotkan dokter," jawab Arya semangat, setelah itu mereka pun menuju rumah makan sederhana untuk makan siang.


Setelah selesai berbincang, bu Lastri pun memberikan sebuah hadiah untuk Yiwa, pernikahan mereka yang mendadak membuat bu Lastri belum sempat memberikan apa-apa untuk menantu kesayangan nya itu.


" Yiwa sayang, ini mama ada sedikit hadiah untuk kamu, " ucap bu Lastri sambil memberikan sebuah kotak perhiasan.


" Apa ini ma,?" tanya Yiwa penasaran.


" Kamu buka saja sayang, mudah-mudahan kamu suka," jawab bu Lastri bahagia.


Perlahan Yiwa pun membuka kotak perhiasan yang di berikan oleh bu Lastri, dan betapa terkejut nya Yiwa melihat sebuah satu set berlian yang sangat indah di pandang.


" Bagaimana sayang, apa kamu menyukai nya?, jika tidak mama bisa tukar dengan yang lain." tanya bu Lastri kembali.


" Tidak ma, Yiwa sangat menyukai nya, ini benar-benar indah, apa ini tidak kemahalan." ucap Yiwa polos.


" Ya ampun sayang, ini belum ada apa-apa nya, mulai sekarang jika kamu butuh sesuatu kamu bisa minta dengan papa dan mama, semua ini papa dan mama lakukan untuk kamu dan Arya." jawab bu Lastri, membuat Yiwa begitu terharu dan bahagia, ia tidak menyangka bu Lastri dan pak Yono akan begitu sangat menyanyangi dirinya.


" Sama-sama sayang," jawab bu Lastri sambil memeluk Yiwa, melihat Yiwa dan istri nya yang bahagia, membuat pak Yono turut ikut merasa bahagia.


Mengetahui Arya yang dinas di luar kota, bu Lastri dan pak Yono pun tidak mengijinkan Yiwa untuk pulang ke rumah mereka, Yiwa sudah mencoba untuk menolak, namun melihat wajah serius dari kedua mertua nya, membuat Yiwa untuk tidak bisa berkata apa-apa. akhir nya bu Lastri pun menyuruh Inem untuk membawa semua kebutuhan Yiwa termasuk peralatan kuliah nya.


Hari pun kini berubah menjadi malam, Amel, Indah dan Arjuna yang baru selesai makan malam memutuskan untuk langsung kembali ke kamar. setiba nya di kamar, Arjuna pun langsung menanyakan tentang magang yang gagal ia tanyakan dengan istri nya itu.


" Indah apa kamu sudah mengantuk,?" tanya Arjuna.


" Belum kak, apa ada yang ingin kakak bicarakan?" tanya Indah kembali yang bisa menebak dari raut wajah suami tampan nya itu.


" Iya." jawab Arjuna lalu duduk di dekat Indah yang bersandar di sandaran tempat tidur mereka, sambil memanjang kan kaki nya.


" Kakak ingin bahas apa," tanya Indah, lalu menarik kaki nya dan mencoba untuk tidak duduk bersandar, namun dengan cepat Arjuna pun langsung menghentikan nya.


" Tidak pa-pa," ucap Arjuna, lalu mengangkat kedua kaki Indah ka atas pangkuan nya, dengan lembut Arjuna pun mulai memijat kaki Indah, membuat Indah semakin jatuh hati dengan suami tampan nya itu.


" Kamu tidak boleh capek-capek, lihat kaki kamu sudah mulai bengkak begini," ucap Arjuna.


" Semua wanita hamil akan begini kak, badan semakin gemuk, kaki bengkak, dan juga semakin jellek," ucap Indah.


" Siapa bilang wanita hamil jellek. buktinya kamu tidak. dan menurut aku semua wanita hamil itu cantik dan menggemaskan." jawab Arjuna kecoplosan, membuat Indah tersipu malu.


" Apa kakak sedang memuji ku?" tanya Indah menggoda Arjuna.


pertanyaan Indah sungguh sangat membuat Arjuna malu, dan ia sudah tidak berani untuk memarken wajah tampan nya yang kini sudah berubah merah seperti tomat untuk Indah.


" Kenapa kakak merunduk, apa kakak malu, harus nya aku yang malu, kakak sudah terang-terang ngan memuji ku." ucap Indah kembali, semakin membuat Arjuna salah tingkah.


" Tidak, siapa bilang aku malu, aku membicarakan semua wanita hamil, jadi bukan kamu saja." jawab Arjuna membela diri.


" Hmmm, aku fikir kakak beneran memuji ku, hampir saja aku merasa bahagia," sambung Indah dengan nada suara sedih dan wajah yang cemberut, sangking polos nya, Arjuna pun tidak tega melihat nya.


" Iya, kamu cantik." jawab Arjuna, membuat Indah ingin menjerit sekencang-kencang nya.


" Aku mencintai kakak." ucap Indah kecoplosan. membuat Arjuna terkejut dan tidak percaya.


" Apa??, kamu barusan bilang apa? " tanya Arjuna kembali, namun di bantah oleh Indah.


" Aku tidak ada ngomong apa-apa. ohh iya tadi kakak ingin bicara apa,?" jawab indah mengalihkan. membuat Arjuna penasaran, sebenar nya ia begitu jelas mendengar kata cinta dari Indah, hanya saja ia ingin memastikan kembali. dan senyum tipis pun langsung terpamerkan di bibir sexy nya, karena cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan.


" Kakak dengar dari Amel, kata nya kamu ikut mereka magang ke Kalimantan, apa itu tidak terlalu bahaya untuk kamu, yang kamu jumpai disana gedung yang akan di bangun, banyak peralatan berat disana, dan jenis bahaya lainnya. kakak kurang setuju jika kamu ikut kesana, di tambah posisi kamu lagi hamil begini." ucap Arjuna kwatir.


" Mau di Kalimantan dan di Jakarta aku juga akan menemui pembangunan gedung-gedung serta alat-alat berat lainnya kak. jadi itu sama saja, aku tidak ingin magang sendiri, kakak gak usah kwatir ada Amel dan Yiwa yang akan menjaga aku disana. " jawab Indah


" Tapi kenapa mesti harus kesana, kalian bisa magang disini," sambung Arjuna yang masih belum bisa menerima.


" Dr Arya lagi dinas disana kak, jadi sekalian Yiwa mengambil kota yang sama, gak pa-pa juga kan, sesekali hirup udara segar disana. " jawab Indah kembali.


" Indah, pokok nya kakak tidak ijinkan kamu kesana, usia kandungan kamu sudah memasuki bulan ke 5, dan perut kamu semakin hari akan semakin membesar, kakak tidak mau kamu kenapa-napa." ucap Arjuna, dan ucapan nya pun bisa di terima oleh Indah, bagaimana pun apa yang di ucapkan Arjuna benar ada nya.


" Kalau begitu aku akan bicara dengan Amel dan Yiwa, aku akan mengikuti semua perintah kakak," jawab Indah, membuat Arjuna bahagia melihat Indah yang menuruti kata-kata nya.


" bukan maksud kakak ingin menjadi suami posesif untuk kamu, hanya saja kakak tidak ingin kamu dan anak kita kenapa-napa." sambung Arjuna kembali.


" Iya kak, aku ngerti kok, terimakasih karena kakak sudah peduli dengan ku," jawab Indah, tiba-tiba Arjuna pun langsung memeluk Indah, membuat jantung Indah berdegup dengan kencang.


" Kakak akan selalu berusaha untuk menjadi ayah yang baik dan suami yang bertanggung jawab untuk kamu." bisik Arjuna, membuat Indah terharu bahagia, hingga ia tidak sadar meneteskan air mata di wajah cantik nya.