
Semakin hari, kehidupan Arya dan Yiwa semakin bahagia, bunga-bunga cinta di antara mereka berdua selalu tumbuh mekar, hingga banyak yang merasa cemburu melihat keromantisan mereka berdua.
Tidak kalah jauh dengan Indah dan Arjuna, semakin hari hubungan mereka berdua juga semakin bahagia, dari tanpa cinta, kini mereka berdua sudah di penuhi rasa cinta dan rasa cinta yang tumbuh di antara mereka mampu menjadi pondasi yang kuat untuk rumah tangga mereka.
Kehidupan manusia akan selalu berlanjut, mau itu suka dan duka, harus selalu bisa menjalani dan menerima nya, sama hal nya dengan jodoh, manusia hanya bisa merancang, tetap lah tuhan yang menentukan.
Merasa prustasi, Clara pun akhir nya memutuskan untuk kembali ke Jakarta, karena Jakarta merupakan kota yang ia hindari karena patah hati, dan memilih Kalimantan sebagai kota pelarian, namun siapa sangka, Kalimantan justru memberi luka lebih dalam untuk nya, dan juga kota itu dapat memberikan banyak pelajaran untuk nya.
" Kamu mau kemana lagi sayang, kamu juga baru pulang." tanya mama Clara.
" Clara mau ke Singapura ma, cuman beberapa minggu saja, Clara tidak kabur, Clara hanya ingin liburan, sudah lama rasanya Clara tidak melihat dunia luar."
" Ya sudah, kamu hati-hati, jangan lupa kabarin mama, kamu tau mama sangat menyanyangi kamu."
" Iya ma."
Clara pun akhir nya terbang ke Singapura untuk liburan, tanpa rencana dan hanya seorang diri.
setiba nya disana, Clara pun langsung menuju hotel yang biasa ia tumpangi disana.
Selama di Singapura, Clara benar-benar menikmati hidup, waktu ia pergunakan dengan sebaik-baik nya, liburan, shoping, dan masuk ke dunia malam. hingga suatu ketika Clara benar-benar mabuk, dan takdir pun mempertemukan nya dengan Randy.
" excuse me. are you ok.!" tanya Randy saat melihat Clara yang sudah terbaring di sofa bar itu.
" Tolong bawa saya ke sini." ucap Clara dengan suara yang tidak jelas, lalu memberikan kunci hotel nya untuk Randy, merasa tersentuh, Randy pun mengambil kunci itu, lalu mengangkat tubuh Clara ke dalam mobil nya.
" Hmm dasar gadis Jakarta, jauh-jauh kesini hanya untuk mabuk." ketus Randy, saat melihat KTP clara. Randy pun lalu melajukan mobil nya ke hotel tempat Clara menginap.
Setiba nya di hotel, Randy lalu membaringkan tubuh Clara di ranjang, melihat keseksian Clara membuat Randy kembali teringat saat membawa Indah ke kamar hotel dengan kondisi mabuk, akhir nya Randy pun bergegas ingin keluar dari sana, namun tangan nya langsung di tarik oleh Clara, hingga tubuh nya terjatuh di ranjang yang sama.
" Aku takut sendiri, tolong jangan pergi." ucap Clara di bawah sadar nya, dan Randy pun hanya bisa geleng-geleng.
" Untung gue yang bawa lo kesini, kalau tidak gue gak tau apa yang akan terjadi dengan lo, cantik-cantik merasa kesepian, hmm gue baru sadar, ternyata rupa yang cantik tidak menjamin kebahagiaan." ketus Randy kembali, lalu memilih untuk tidur di sofa.
keesokan pagi nya, Clara begitu terkejut saat melihat dia sudah ada di kamar hotel nya, dan lebih terkejut lagi saat melihat Randy yang masih tertidur dengan pulas. dengan berani Clara pun memukulkan bantal ke kepala Randy, hingga membuat nya terbangun karena rasa terkejut.
" Who are you, why you here.!" tanya Clara dengan perasaan takut. dan Randy hanya bisa mengacak-acak rambut nya, tanpa menjawab pertanyaan Clara. merasa kesel Randy pun langsung memutuskan pergi, dan Clara kembali melempar nya dengan bantal.
" Where are you going?. what are you doing with me.?" tanya Clara, Clara takut Randy sudah melakukan yang tidak-tidak dengan nya. dengan rasa kesal, Randy pun menghampiri Clara yang sangat terlihat berantakan.
" Siapa lo sebenar nya, kenapa lo bisa di kamar gue." tanya Clara kembali.
" Makanya kalau gak biasa mabuk, jangan mabuk, jauh-jauh kesini hanya untuk mabuk-mabukan, bar di Jakarta juga banyak, ngapain mesti ke sini, dan syukur gue yang bawa lo ke sini, kalau orang lain bagaimana.? mungkin lo bangun sudah telanjang." ucap Randy kesal, membuat Clara merasa bersalah.
" Gue minta maaf. " ucap Clara singkat.
" lupain." jawab Randy, lalu bergegas pergi. dan Clara pun tidak bisa untuk menghalangi nya.
saat Clara ingin mandi, Clara pun tiba-tiba melihat, dompet, ponsel dan jam tangan Randy yang tertinggal di atas meja nya. senyum licik pun seketika terlintas di bibir sexy nya, melihat ke galakan Randy, membuat Clara merasa tertarik dengan nya.
" Kali ini gue tidak akan melepas kan lo begitu saja." ketus Clara, lalu segera mandi untuk mengembalikan barang Randy.
selesai mandi, Clara pun berdandan secantik mungkin, ia ingin menarik perhatian Randy, ketampanan Randy membuat banyak wanita yang menginginkan nya, hanya Yiwa lah yang tidak tergoda dengan wajah tampan milik nya.
Saat mengetahui ponsel, dompet dan jam tangan nya ketinggalan, Randy sengaja membiarkan nya, sejujur nya saat melihat Clara terlihat berantakan di pagi hari, membuat nya tertarik, dan ingin melihat Clara kembali. Randy berfikir dengan cara seperti itu, ia akan bisa bertemu kembali dengan Clara yang merupakan gadis lincah menurut nya.
*Tokkkk....Tokkk....Tokkkkk.....*
* Tokk..Tokk...Tok....* senyum licik di bibir Randy pun terlintas, saat mengintip Clara sedang mengetuk pintu kamar nya. Randy yang baru selesai mandi, dan hanya menggunakan handuk di pinggang nya, dengan sengaja membukan kan pintu untuk gadis lincah nya.
saat Randy membuka pintu, jantung Clara seketika berdegup kencang, darah nya mengalir deras, melihat tubuh Randy yang sexy, otot perut yang begitu jelas, hingga membentuk roti sobek, air yang mengalir di tubuh nya dari rambut basah nya, semakin menambah ke sexy an Randy.
" Sial." ketus Clara.
" Lo lagi, lo ngapain kesini, dan lo kok bisa tau apartemen gue." ucap Randy berpura-pura bodoh.
" Hmm,,anu,,hmm" jawab Clara gemetar, Clara menjadi salah tingkah, dan Randy merasa sangat puas, ia berhasil menggoda Clara dengan tubuh sexy nya.
" Anu apa an. gue sibuk, gue gak ada waktu untuk perempuan yang tidak tau terimakasih seperti lo." ucap Randy, yang justru membuat Clara merasa kesal.
" Biasa aja dong.!!, lo pikir gue wanita gampangan, yang tidak merasa terkejut saat membuka mata melihat pria asing di kamar, lagian gue sudah minta maaf, dan TERIMAKASIH. karena sudah sudi membantu wanita yang tidak tau terimakasih seperti gue. ohh iya, gue harap gue tidak akan bertemu dengan lo lagi, gue kesini mau ngembaliin barang lo yang ketinggalan di kamar hotel gue, gue merasa heran, baru kali ini gue ketemu orang seperti lo, barang ketinggalan tapi tidak kecarian. dan menurut gue ini barang-barang yang penting dan berharga, tapi kenapa lo bisa setenang ini. tapi ya sudah lah, sekali lagi terimaksih, gue cabut." ucap Clara lalu pergi menarik koper nya, karena hari ini Clara akan kembali ke Jakarta.
" Lo mau kemana bawa-bawa koper.?" tanya Randy penasaran.
" Pulang." jawab Clara tanpa menoleh.
" gue yakin kita pasti ketemu lagi. lo tunggu gue."ucap Randy, dan Clara hanya mengangkat kedua bahu nya.