I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 48



Saat Yiwa tiba di kampus, tiba-tiba Randy menghampiri nya. Yiwa ingin menghindar, namun ucapan Arya kembali teringat di kepala nya.


" Yiwa aku ingin ngomong " ucap Randy dengan raut wajah yang penuh penyesalan.


" Mas ingin ngomong apa," jawab Yiwa pura-pura tidak tau apa-apa.


" Soal semalam aku bisa jelasin " sambung Randy, namun Yiwa berusaha untuk tidak ingin mengetahui nya.


" Mas aku mungin gadis kampung, tapi pikiran ku gak kampungan, aku bisa mengerti, lagian ini hidup mas, mas berhak melakukan apa yang ingin mas lakukan, aku tidak masalah dengan itu," jawab Yiwa.


" Tapi Yiwa, kamu tau perasaan ku bagaimana, aku mencintai mu, sungguh aku sangat mencintai mu " sambung Randy, membuat Yiwa merasa kessal


" Aku tidak ingin mendengar ini mas, aku sudah menikah, dan seumpama jika aku belum menikah, aku juga tidak bisa menerima cinta mas, perempuan mana pun gak akan ada yang bisa menerima dengan sikap dan perbuatan mas seperti ini " ucap Yiwa, membuat Randy merasa terpukul dan tidak terima dengan hinaan halus yang di lontar kan Yiwa.


Tidak ingin berlama-lama, Yiwa pun pergi menuju kelas nya meninggalkan Randy, dan saat Yiwa sudah tiba di kelas tanpak Amel dan Indah yang sedang asik bicara.


Yiwa pun menghampiri kedua sahabat nya itu, tidak ingin melihat keburukan Indah, Yiwa pun langsung bergabung dan penasaran apa yang sedang di bahas oleh Amel dan Indah


" Hai guys " ucap Yiwa menyapa


" Hai Yiwa, tumben lo terlambat " ucap Amel, namun saat kedatangan Yiwa, wajah Indah berubah menjadi pucat pasi.


" Biasa, lo tau sendiri gue sudah bersuami " jawab Yiwa, membuat Indah merasa terkejut, karna sampai detik ini ia sama sekali belum mengetahui pernikahan Yiwa.


" Ohh Iya, bagaimana kabar kak Arjuna?" tanya Yiwa


" Alhamdulillah, walau belum sembuh total, kak Juna sudah baikan " jawab Amel, tidak tahan mendengar percakapan Amel dan Yiwa, Indah pun bergegas pergi meninggalkan mereka, saat Yiwa ingin mengejar dosen yang mengajar di kelas mereka pun telah tiba dan terpaksa Yiwa harus membiarkan Indah Pergi.


Setelah mata kuliah selesai, Amel mencoba untuk menghubungi Indah, dengan langkah cepat, Amel dan Yiwa pun menyusul Indah ke salah satu ruangan kosong yang tidak terpakai di fakultas mereka.


" Indah apa yang lo lakukan disini " tanya Yiwa, saat melihat Indah duduk termenung, di ruangan yang terlihat kotor itu.


" Kalian tidak pantas untuk berteman dengan gue, gue wanita kotor, biarkan gue sendiri " ucap Indah, membuat Amel tidak mengerti apa maksud ucapan indah tersebut.


" Lo jangan bicara seperti itu, bagaimana pun kita sahabat, sejak pertama kita kenal hingga sekarang kita sudah memutuskan untuk jadi sahabat, jadi gue mohon lo jangan berpikiran seperti itu, gue bisa menerima lo, dan gue sama sekali tidak mempermasalahkan siapa lo sebenar nya " sambung Yiwa dan berusaha untuk memeluk Indah


" Apa yang sudah terjadi, kenapa gue sama sekali tidak bisa mengerti apa yang lo berdua bicarakan " tanya Amel


" Lo harus tau siapa gue sebenar nya mel, gue bukan wanita baik-baik. hidup gue susah, gue gak seperti lo yang bisa memiliki segala nya, keluarga gue broken home, gue gak tau harus bagaimana, gue harus melakukan pekerjaan yang kotor hanya untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga gue " ucap Indah membuat Amel merasa terkejut, ia tidak menyangka di balik wajah Indah yang ceria ada luka dan beban yang di tanggung dan di sembunyikan.


" Indah, bagaimana pun lo tetap sahabat kami, gue juga tidak mempermasalahkan siapa lo dan apa pekerjaan lo, bagi gue lo Indah sahabat gue, udah itu saja cukup, jadi lo gak usah merasa minder, mulai sekarang kita harus bisa menjadi sahabat yang lebih akrab, selain sahabat, lo berdua akan gue anggap seperti saudara gue sendiri, dan gue akan lebih terbuka untuk lo berdua " ucap Amel bijak, dengan bahagia Indah pun memeluk kedua sahabat nya itu, hanya Amel dan Yiwa yang bisa tulus menerima dirinya.


Sejak saat itu, kehidupan mereka pun berjalan lancar, Arjuna juga sudah kembali menjalani aktifitas nya, perlahan ia mencoba untuk melupakan Yiwa, bagaimana pun ia tidak ingin menjadi lelaki pengecut, melihat Yiwa hidup bahagia sudah membuat ia merasa bahagia.