I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 36



Saat Yiwa ingin berangkat ke kampus, Arya pun meminta untuk menggantikan pak Joko mengantar Yiwa, pak Joko tentu tidak bisa untuk menolak, sedangkan Yiwa hanya bisa pasrah, mengijinkan Dr tampan itu, menjadi supir pribadi nya.


" Mas tidak ke rumah sakit " tanya Yiwa, ketika Arya sudah melajukan mobil nya


" Tidak Yiwa, hari ini aku libur, jadi aku akan mengantar dan menjemput kamu kuliah " jawab Arya semangat.


" Tapi aku tidak ingin nyusahin mas, seharus nya mas gunakan waktu libur mas untuk istrahat " sambung Yiwa


" please, ijinkan aku melakukan ini, aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya ingin mengantar kamu saja " jawab Arya dengan nada memohon, membuat Yiwa tidak dapat berkata apa-apa untuk menolak permintaan suami tampan nya itu


Setiba nya di kampus, Arya dan Yiwa pun bertemu kembali dengan Amel dan Arjuna, jantung Yiwa terasa ngilu harus berada di antara dua lelaki yang di cintai nya.


" Yiwa apa kabar? " sapa Arjuna yang sudah sangat merindukan Yiwa, biasanya Arjuna jarang mau mengantar Amel, namun sejak berjumpa Yiwa, Arjuna pun dengan semangat mengantar Amel, hanya untuk bisa bertemu dengan Yiwa yang baru ia sukai itu


" Kak Arjuna, aku baik kak, kakak apa kabar " tanya Yiwa membuat jantung Arya terasa perih, harus menyaksikan kedekatan istri nya dengan lelaki lain.


" Aku juga baik, Yiwa,,, aku boleh minta no kamu gak? " ucap Arjuna, membuat Arya marah namun tidak bisa untuk ia lampiaskan


Yiwa pun mengambil ponsel Arjuna yang ia tawarkan, lalu mengetik no ponsel nya, seketika senyuman bahagia pun terpancar dari bibir Arjuna, melihat nama Yiwa yang sudah berada di dalam kontak nya, dengan semangat Arjuna pun menambahkan lambang hati, dengan yakin Arjuna akan bisa memiliki Yiwa, gadis yang i cari selama ini.


Sebagai laki-laki yang bertanggung jawab, Arya pun ingin menepati janji nya untuk membantu Yiwa dengan lelaki yang sudah berhasil mencuri hati istri nya itu.


" Hai bro, gue titip sepupu gue dengan lo, gue berangkat kerja dulu " ucap Arya, membuat Yiwa merasa iba dan tidak tega, dengan rasa kecewa Arya pun harus meninggalkan Yiwa dengan Arjuna, spontan air mata Yiwa keluar, ia pun semakin bingung dengan hati nya, berada di dekat Arjuna membuat ia merasa bahagia, namun melihat Arya yang terluka, membuat ia tidak tega.


" Yiwa, sepupu lo benar-benar tampan, gagah lagi, tapi sayang sepupu lo sudah ber istri, tapi menurut gue istri nya gak cocok dengan dia, lebih bagus dengan gue " ucap Amel, dan Arjuna pun hanya bisa senyum geleng-geleng melihat adik nya yang suka ngomong ceplos itu.


" Aku ngomong sesuai fakta kok, wajah istri kak Arya jutek banget, sedangkan wajah kak Arya manis dan tampan sambung Amel


" Sudah, sudah kakak berangkat kerja dulu, Yiwa nanti aku telfon ya " ucap Arjuna lalu pergi meninggalkan Amel dan Yiwa, setelah kepergian Arjuna, Amel dan Yiwa pun bergegas menuju kelas mereka.


" Yiwa gue boleh tanya sesuatu gak " ucap Amel


" Boleh, apa itu? " jawab Yiwa, sambil merapikan kursi nya


" Menurut lo kakak gue bagaimana " tanya Amel kembali yang ingin menjodohkan Arjuna dengan Yiwa


" Hmm kak Juna baik " jawab Yiwa singkat


" Terus bagaimana dengan perasaan lo,? tanya Amel kembali namun sebelim Yiwa menjawab, Indah pun langsung muncul mengganggu pembicaraan mereka.


" Hai guyss " sapa Indah, yang baru masuk kampus setelah selesai liburan dengan keluarga nya.


" Indah " ucap Amel dan Yiwa secara bersamaan


" Kenapa, apa kalian gak suka lihat gue " ucap Indah, yang merasa Amel dan Yiwa tidak merindukan dirinya.


" Siapa bilang, justru aku sangat merindukan kamu " ucap Yiwa, lalu memeluk Indah, Yiwa sangat bersyukur kehadiran nya bisa membuat ia terhindar dari pertanyaan Amel yang ingin menjebak nya, tidak menunggu lama Amel pun langsung memeluk ke dua sahabat nya itu, sifat Amel yang plin plan, membuat ia begitu mudah melupakan pertanyaan nya.