I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 33



Amel yang mengetahui ulang tahun Yiwa langsung menyusun rencana bersama Arjuna, Amel sengaja untuk mengajak Yiwa untuk menginap kembali di rumah nya, Yiwa yang masih merasa kessal dengan Arya pun langsung menerima ajakan Amel, bagi nya, ia lebih baik menjauh dari pada ia harus selalu sakit hati, melihat Dr Arya yang selalu bersama dan berdua dengan Bella.


Tidak hanya Amel, Arya juga ternyata mengetahui ulang tahun Yiwa, dengan semangat Arya menyiapkan kejutan untuk istri cantik nya itu, di bantu bik Inem dan pak Joko, mereka pun menyiapkan dekorasi ulang tahun untuk menyambut Yiwa, bahkan Arya sampai rela belajar dengan bik Inem untuk membuat cake ulang tahun hanya untuk wanita yang kini sudah amat ia cintai itu.


Sepanjang malam Arya, dan lainnya sudah menunggu kedatangan Yiwa, namun malam semakin larut, Yiwa pun tak kunjung datang jua.


Dengan perasaan kecewa Arya pun meniup lilin yang sudah ia nyalakan, ia berharap ia bisa memiliki Yiwa dan menghabiskan seluruh hidup nya bersama istri cantik nya itu.


Dengan rasa bahagia Bella pun meninggalkan Arya yang tampak bersedih, sementara Inem dan pak Joko tidak dapat berbuat apa-apa, untuk menghibur majikan muda mereka tersebut.


Arya pun meratapi kesedihan nya, lalu menyesali perbuatan nya, Arya yang sudah tidak pernah untuk menangis spontan air mata nya mengalir di wajah tampan nya itu.


" Apa yang harus aku lakukan Yiwa, agar kamu bisa kembali dan percaya dengan ku, aku sangat merindukan mu " Ucap Arya dalam hati, serta meluah kan rasa rindu nya di dalam tangis nya.


Amel dan Arjuna pun tengah sibuk untuk memberikan kue serta ucapan selamat ulang tahun dengan Yiwa, perlahan mereka menyusul Yiwa yang kini sudah terbawa ke dalam mimpi nya.


" Yiwa " panggil Amel lembut, membuat Yiwa langsung bisa terbangun dari tidur nya.


" Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you " ucap Amel dan Juna, membuat Yiwa begitu merasa bahagia dan terharu, ini pertama kali bagi nya mendapat kejutan di hari ulang tahun nya.


" Yiwa ayo tiup lilin nya " ucap Arjuna dengan senyuman yang sangat manis di bibir nya


Yiwa pun langsung bergegas untuk meniup lilin, serta meminta sebuah pengharapan agar hidup nya semakin lebih baik.


" Yiwa, sekali lagi selamat ulang tahun aku berharap semua keinginan mu terkabul oleh yang maha kuasa " ucap Arjuna, lalu memberikan sebuah bingkisan yang berisi liontin berukir kan nama nya, membuat Yiwa semakin merasa bahagia


" Terimakasih kak," jawab Yiwa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Setelah merasa cukup puas, mereka pun memutuskan untuk tidur, karena Amel dan Yiwa memiliki kelas pagi, yang tidak bisa untuk mereka lewatkan.


Setiba nya di kampus, mata Yiwa menuju ke tempat Arya memarkirkan mobil nya kemarin, Yiwa berharap ia akan bisa melihat wajah Arya, namun sayang, Arya tidak ingin mengganggu Yiwa, sehingga ia memutuskan untuk tidak menemui Yiwa.


Setelah kelas selesai, terdengar suara laki-laki yang cukup tidak asing di telinga Yiwa, siapa lagi kalau bukan Randy.


" Yiwa, apa kamu masih ada kelas " tanya Randy


" Tidak mas," jawab Yiwa singkat


" Terus, apa kamu punya rencana lain " tanya Randy yang ingin mengajak Yiwa untuk makan siang


" Tidak juga, aku mau langsung pulang," jawab Yiwa


" Padahal aku ingin mengajak kamu makan siang, mumpung ada waktu, tapi kalau kamu tidak bersedia tidak masalah, aku bisa cancel restauran yang sudah aku pesan " ucap Randy, membuat Yiwa merasa tidak enak hati, jika harus menolak ajakan Randy.


Randy pun langsung mengajak Yiwa ke sebuah tempat yang cukup romantis, namun terlihat sepi, hanya terlihat beberapa pelayan, band musik serta hanya mereka berdua yang mengisi ruangan itu.


" Ini tempat apa mas, kok sepi " tanya Yiwa yang mulai merasa tidak nyaman.


" aku sengaja menyewa tempat ini, jadi hanya akan ada aku dan kamu, serta iringan musik yang akan menemani makan siang kita " jawab Randy serius


" Kenapa mas repot-repot melakukan ini semua " tanya Yiwa kembali yang semakin tidak mengerti apa yang di ingin kan Randy, padahal sudah jelas-jelas ia mendengar Randy akan berhenti untuk mencoba mendekati dan merayu nya.


" Tidak ada maksud apa-apa, aku hanya ingin merayakan ulang tahun kamu " jawab Randy, lalu memberikan sebuah isyarat, tidak menunggu lama pelayan dari tempat itu pun datang membawa kue ulang tahun serta menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk nya.


Lagi-lagi Yiwa begitu merasa terharu, orang-orang di sekitar nya, begitu peduli dengan diri nya, Yiwa berharap Arya juga akan melakukan hal yang sama, namun bayangan Arya dan Bella yang selalu bersama, membuat perasaan Yiwa merasa sedih dan sakit.


" Selamat ulang tahun Yiwa, semoga segala impian kamu bisa terwujud, dan kamu bisa hidup bahagia selama nya " ucap Randy sembari memberikan sebuah karangan bunga mawar merah sebagai pelengkap nuansa romantis disana.


" Terimakasih, aku tidak menyangka mas juga tau ulang tahun ku, bahkan aku saja hampir lupa " jawab Yiwa, lalu mengambil bunga yang berada di tangan Yiwa


" Itu masalah gampang, ya sudah ayok kita makan, setelah itu aku akan mengantar kamu pulang " jawab Randy, dengan tulus Yiwa pun mempercayai Randy, yang tidak berbuat aneh-aneh dengan nya.


Setelah selesai makan, benar saja Randy pun langsung mengantar Yiwa pulang, Randy tidak ingin buru-buru, ia ingin menarik perhatian Yiwa dengan sikap ramah dan baik nya, ia berharap cara nya tidak akan gagal, untuk bisa mendapat kan hati wanita pujaan nya itu.


" Terimakasih ya mas, lagi-lagi aku menyusahkan mas " ucap Yiwa ketika sudah tiba di rumah Arya


" Sama-sama Yiwa, asal kamu tau, aku tidak pernah merasa di susahkan kamu, aku ikhlas, jadi selagi kamu bahagia, aku juga bahagia " jawab Randy dan Yiwa pun tidak punya kata-kata lagi untuk menjawab ucapan Randy.


" Ya sudah, aku pulang dulu ya " ucap Randy pamit, dan Yiwa pun langsung bergegas menuju rumah


" Non Yiwa sudah pulang " ucap Inem ketika melihat Yiwa yang kini sedang meneguk air putih di dapur.


" Bi Inem, iya bik, aku sudah pulang, bibik apa kabar " jawab Yiwa


" Alhamdulillah bibik baik- baik saja non, oh iya sebelum bibi lupa, bibi mau ucapin selamat ulang tahun, semoga non Yiwa hidup bahagia dunia akhirat " ucap Inem, membuat Yiwa terkejut, kenapa semua orang bisa mengetahui ulang tahun nya


" Terimakasih bi, tapi kenapa bik Inem bisa tahu ulang tahun ku " tanya Yiwa penasaran


" Non tidak lihat, hiasan di dinding ini saja belum di lepas, tuan Arya semalaman menunggu non, bahkan seharian tuan Arya belajar buat kue, tapi non tidak datang, bibi tau benar perasaan tuan Arya, tidak sengaja bibi melihat tuan Arya menangis seorang diri disana," ucap Inem, spontan Yiwa melihat seluruh ruang tamu yang masih di penuhi hiasan ulang tahun, yang sedari tadi tidak ia perhatikan.


" Terus apa mas Arya masih di rumah sakit " tanya Yiwa, yang bisa mengerti perasaan kecewa suami nya itu.


" Tidak non, hanya non Bella yang ke rumah sakit, tuan Arya di kamar, bahkan satu hari ini tuan tidak mau makan, tuan rindu masakan non Yiwa " sambung Inem kembali, dengan cepat Yiwa pun menyiapkan makanan untuk Arya, untuk menebus kesalahan yang sudah ia perbuat.


" Anak muda zaman sekarang, saling mencintai namun di penuhi rasa gengsi," ucap Inem dalam hati, lalu bergegas untuk membantu Yiwa.