I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 18



Yiwa yang sudah bangun dari tidur nya, segera menuju dapur untuk menyiapkan serapan untuk Arya, begitulah Yiwa, walau sesorang sudah menyakit nya, ia tidak pernah membalas, itu yang membuat semua orang menyanyangi dirinya.


Arya yang baru saja tersadar dari mimpi nya, segera bergegas menuju kamar nya, namun ia sudah tidak mrlihat keberadaan Yiwa, bantal dan selimut yang biasa Yiwa pakai juga sudah tersusun rapi, sedikit rasa panik Arya pun langsung berlari menuju dapur, untuk memastikan keberadaan Yiwa


" Huffff " Arya langsung merasa lega, melihat istri cantik nya itu yang kini sibuk menyicipi masakan nya.


Arya pun kembali ke kamar untuk membersihkan diri, setelah selesai Arya segera turun menuju meja makan


Yiwa kini sudah selesai menghidangkan serapan di meja makan, melihat Arya yang baru tiba, Yiwa segera bergegas pergi, bekas telapak tangan Arya masih begitu jelas di wajah cantik Yiwa, membuat Arya semakin merasa bersalah.


Saat Yiwa hendak melangkah pergi, kaki nya langsung ter henti, tangan nya langsung di tahan oleh Arya, namun Yiwa sama sekali tidak menoleh ke arah suami nya yang arogan itu.


" Tolong bicara Yiwa, jangan buat aku merasa seperti ini, aku tau aku salah, tapi aku tidak bermaksud untuk menyakiti kamu " sambung Arya kembali.


" Tuan tidak usah merasa bersalah, aku bukan siapa siapa di hidup tuan, aku hanya seorang pembantu, jadi berhenti merasa menyesal, aku akan menjalankan tugas ku sebagai seorang pembantu, aku tidak ada hak untuk membenci tuan, jadi tuan bisa berbuat apa pun yang tuan ingin kan, jangan hiraukan aku, aku hanya wanita miskin dan bodoh yang tidak pantas untuk bahagia " jawab Yiwa dan Arya pun mengerti bagaimana perih nya perasaan istri cantik nya itu, tidak kuasa mendengar ucapan Yiwax Arya pun langsung menarik tubuh Yiwa ke dalam pelukan nya, Yiwa sama sekali tidak punya kekuatan untuk menolak, dan Yiwa hanya pasrah berada di dalam pelukan suami nya yang berubah ubah sikap itu.


" Kamu jangan bicara seperti itu, walau aku belum mencintai mu, tapi aku tidak pernah memandang kamu serendah itu, bagaimana pun sekarang kamu sudah menjadi istri ku, suka atau tidak suka, aku akan membantu kamu mengejar impian mu, mulai sekarang, aku berjanji aku akan berubah, aku tau kamu wanita yang baik, kamu tidak pantas mendapat perlakuan buruk dari ku, sekali lagi aku minta maaf, untuk menebus kesalahan ku, besok aku akan membawa kamu ke suatu tempat yang kamu ingin kan, jika kamu tidak bisa menerima aku sebagai suami mu, kamu bisa anggap aku sebagai teman, jadi apa pun yang kamu ingin kan, aku akan membantu kamu layak nya seperti seorang teman yang selalu ada untuk mu " ucap Arya, dan Yiwa pun sedikit merasa tersanjung dengan ucapan Arya, Yiwa begitu mudah untuk luluh dan begitu cepat untuk memaafkan.


" Aku tidak pernah membenci tuan, terimakasih untuk pengertian tuan, aku juga ingin bilang sesuatu, kita menikah bukan karena dasar cinta, jadi jika tuan ingin mencari wanita lain, aku baik baik saja, jadi tuan tidak usah menghiraukan aku, bagaimana pun aku akan tetap melayani tuan sebisa ku " jawab Yiwa, dan Arya hanya bisa senyum tipis mendengar ucapan istri nya yang polos itu


Setelah itu, Arya pun kembali melanjutkan serapan nya, Yiwa pun kini sudah duduk manis menemani Arya, mereka layak nya seperti suami istri yang begitu menyanyangi, bahkan mereka terlihat sangat serasi, namun hanya waktu yang bisa menjawab, bagaiman nasip pernikahan mereka ke depan nya.