
Amel dan Indah yang sudah lama menunggu Yiwa merasa bosan, Yiwa jua tak kunjung datang, lalu mereka pun mencoba untuk menghubungi Yiwa.
* Dringggg...* bunyi ponsel Yiwa
Spontan mata Arya langsung tertuju kepada Yiwa, ia curiga seorang laki laki sedang menghubungi istri cantik nya itu.
" Siapa? " tanya Arya penasaran
" Amel " jawab Yiwa singkat lalu mengangkat telfon dari Amel
" Yiwa, lo kemana sih, lo ngapain aja sama kk Andre, sampai lama begini, kita bosan tau nungguin lo " ucap Amel yang memiliki sikap manja, Yiwa merasa terkejut, ia tidak sengaja menghidupkan loudspeaker handphone nya, hingga Arya begitu jelas mendengar keluhan Amel.
" Aku minta maaf mel, aku lupa ngabarin, kalian pulang saja ya, besok kita sambung lagi, sekali lagi aku minta maaf ". ucap Yiwa buru buru, lalu mematikan telfon nya, ia bisa melihat wajah yang sedari tadi ceria kini sudah berubah menjadi lesu.
Yiwa tidak bisa berkata apa-apa, ia memalingkan wajah nya dari Arya, melihat Yiwa yang tidak ada penjelasan membuat Arya semakin merasa kesal.
" Andre siapa? " tanya Arya ketus
" Ohh dia hanya senior aku tuan " jawab Yiwa dengan nada suara yang kwatir.
" Apa dia lelaki yang sok jadi pahlawan tadi dengan kamu " tanya Arya kembali
" Iya tuan " jawab Yiwa singkat
" Oh " ucap Arya, lalu membanting setir mobil nya.
Merasa kesal, Arya pun semakin menambah kecepatan mobil nya, membuat Yiwa semakin takut, melihat Arya yang selalu berubah-ubah sikap.
Setiba nya di rumah, Yiwa pun langsung menuju kamar, ia merasa pusing dan mual, Arya yang sudah memarkirkan mobil di garasi, segera menyusul Yiwa ke kamar.
" Yiwa ini sudah mau mahgrib, kamu jangan tidur, pamali " ucap Arya
" Iya tuan, aku tidak tidur, aku hanya istrahat sebentar, kepala ku pusing " ucap Yiwa, Arya pun langsung memegang kening Yiwa dengan punggung tangan nya.
" Kamu tidak demam," ucap Arya
" Aku pusing karena tuan melajukan mobil sangat kencang," jawab Yiwa dengan suara lemas
" kenapa kamu tidak bilang " sambung Arya seperti tidak bersalah, Yiwa pun sudah tidak memiliki kekuatan untuk menjawab suami tampan nya itu, Arya pun langsung mengambil minyak angin yang tersedia di kotak p3k nya, lalu mengoles kan ke kening, leher serta ke perut Yiwa.
Yiwa sama sekali tidak memperdulikan Arya yang sudah meraba perut nya, sedangkan Arya mulai tidak fokus, ketika ia sesekali menyentuh payudara Yiwa yang berisi kenyal itu.
" Yiwa, apa kamu sudah selesai datang bulan " tanya Arya polos, membuat Yiwa tersadar mendengar pertanyaan dokter tampan itu
" Belum tuan " jawab Yiwa singkat.
" Mulai sekarang berhenti memanggil tuan, apa kata orang jika mendengar kamu memanggil aku begitu " ucap Arya lalu Yiwa pun hanya bisa mengangguk setuju.
Arya pun bergegas untuk membersihkan diri, setelah itu menjalankan kewajiban dari yang maha kuasa.
Merasa lebih baik, Yiwa pun bergegas untuk bangun, spontan mata Yiwa langsung tertuju ke Arya, yang sedang melakukan sujud nya. Yiwa merasa pangling, dan semakin luluh dengan suami tampan nya itu.
Tanpa menimbulkan kebisingan Yiwa menuju kamar mandi, ia tidak ingin menganggu khusyuk Arya
Yiwa pun langsung membersihkan diri, lalu kembali ke kamar.