I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 69



Sepulang dari rumah sakit, Arya dan Yiwa memutuskan untuk langsung istrahat, kehamilan Yiwa membuat tubuh Yiwa begitu cepat merasa lelah. sejak saat itu juga Arya pun semakin memanjakan istri cantik nya itu.


Sang Fajar sudah menyinari bumi kembali, Arya langsung bergegas ke dapur, untuk menyiapkan sarapan untuk Yiwa.


" Bik, susu yang bagus untuk Yiwa yang mana.?" tanya Arya, bik Inem pun hanya bisa senyum geleng-geleng melihat majikan nya itu.


" semua bagus tuan, tinggal tuan pilih non Yiwa suka rasa yang mana.! " jawab bik Inem, Arya pun langsung membuat kan susu hamil rasa coklat untuk Yiwa. setelah itu, Arya langsung membawa susu beserta roti yang sudah berisi selai ke kamar, bik Inem merasa bahagia melihat Arya yang begitu antusias dan sangat peduli dengan istri cantik nya itu.


Saat hendak membuka pintu, Arya merasa sedikit kesusahan, jujur saja ini pertama kali Arya melakukan pekerjaan ini, walau Yiwa tidak meminta nya, Arya ingin menunjukkan betapa sayang dan cinta nya ia dengan istri dan calon buah hati mereka.


ceklekkk...suara pintu terbuka, spontan Yiwa langsung menatap ke arah pintu itu.


" Mas." ucap Yiwa, melihat lelaki pujaan hati nya yang terlihat sexy membawa nampan untuk nya.


" Selamat pagi sayang. kamu sudah bangun." ucap Arya.


" Sudah, mas kok tumben cepat bangun, mas bawa apa.?"


" Mas bawa sarapan untuk istri dan anak mas tersayang."


" Ya ampun sayang, semakin hari semakin romantis saja."


" iya dong, mas ingin menjadi dokter yang baik untuk pasien dan suami terbaik untuk anak istri mas." jawab Arya.


" Hmmm, kalau mas seperti ini, bisa membuat aku jatuh cinta sampai mati." ucap Yiwa lalu memeluk manja tubuh Arya


" Dan itu yang mas ingin kan." jawab Arya lalu mengecup lembut kening Yiwa.


" Ya sudah kamu minum susu dulu, mas sudah membuat susu paling enak untuk kamu." ucap Arya lalu mengambil kan segelas susu yang sudah ia buat kan.


" wow, dari warna nya saja sudah membuat aku ngiler." ucap Yiwa lalu meneguk susu yang sudah ada di tangan nya.


" Kamu kenapa sayang.?" tanya Arya melihat ekspresi wajah Yiwa yang kecut


" Rasa coklat nya membuat aku enneg, uwekkk.."


" Loh kok bisa, padahal kamu sangat suka coklat." jawab Arya panik.


" aku juga tidak tau mas. mungkin baby nya gak suka coklat, sama seperti papa nya." jawab Yiwa menggoda. Arya pun tersipu malu mendengar godaan Yiwa.


" Maaf ya sayang, gara-gara aku, anak kita juga tidak suka coklat, nanti susu nya akan mas ganti dengan rasa yang lain."


" Gak pa-pa kok sayang, terimakasih ya mas sudah sangat perhatian untuk aku dan juga anak kita."


" Kamu tidak usah berterimakasih sayang, ini sudah kewajiban aku, inti nya apa pun akan ku lakukan untuk membahagiakan kamu."


" hmmm,,, sayang,, peluk.." ucap Yiwa manja, dengan senang hati Arya pun langsung memeluk istri cantik nya itu.


" Mas sangat mencintai kamu, terus manja begini ya sayang, mas sangat menyukai nya." pinta Arya.


" Nanti jika aku bermanja-manja, apa gak membuat mas bosan."


" Gak lah, justru semakin membuat mas jatuh cinta dan lengket dengan kamu."


" Hmmm, kalau begitu aku akan selalu manja dengan mas. mulai sekarang." ucap Yiwa.


" Siapa takut, kamu mau mas ngapain." tanya Arya.


" Aku mau mandi berdua dengan mas." ucap Yiwa, membuat wajah Arya begitu bahagia.


" Kamu serius sayang." tanya Arya memastikan.


" Serius lah, kalau mas tidak mau, aku bisa mandi sendiri." ucap Yiwa lalu bergegas bangkit dari tempat tidur nya, namun dengan cepat Arya menahan nya.


" Sayang tunggu, mas mana bisa nolak," ucap Arya, lalu mengangkat tubuh Yiwa ke kamar mandi. setelah saling melepas pakaian, Arya dan Yiwa pun duduk bersama di bawah shower yang sudah mengalir, Arya pun membantu Yiwa untuk menggosok tubuh nya, lalu memijat-mijat rambut Yiwa yang sudah di beri shampo.



" Gimana sayang." tanya Arya


" Gimana apa nya mas." jawab Yiwa tidak mengerti.


" Pijatan mas." ucap Arya singkat.


" Nikmat sayang, pijatan mas mampu membuat aku melayang." jawab Yiwa memuji.


" Lalu bagaimana dengan ini." tanya Arya, sambil meraba seluruh tubuh Yiwa, membuat Yiwa merasa geli luar biasa.


" apa mas boleh melakukan nya." tanya Arya yang sudah mulai merasa terangsang.


" mas ingin melakukan nya disini."


" Seperti nya disini gak kalah nikmat."


" Hmmm."


" Hmm apa sayang, apa kamu setuju." ucap Arya yang semakin liar, tangan nya pun sudah meraba seluruh anggota sensitif Yiwa.


" Walau pun aku menolak, mas juga akan tetap melakukan nya, dan sekarang aku tidak punya kata-kata untuk menolak mas." desah Yiwa manja, membuat birahi Arya semakin tinggi, lalu menganggkat Yiwa ke atas pangkuan nya. tanpa halangan Arya pun berhasil menerobos istana nya, desahan demi desahan pun memenuhi kamar mandi itu, hingga mereka berdua merasa sensasi dan nikmat yang luar biasa, menghabiskan waktu 30 menit Arya pun berada di puncak nya, hingga ia menumpahkan seluruh lahar nya di rahim Yiwa.


" Terimakasih sayang." ucap Arya yang sudah sangat merasa lelah.


" Iya sayang." jawab Yiwa, lalu berdiri dari pangkuan Arya dan langsung melanjutkan untuk membersih kan tubuh nya.


Setelah selesai, Arya pun kembali mengangkat tubuh Yiwa ke kamar, walau merasa lemas, Arya masih memiliki tenaga untuk memanjakan istri nya itu.


" Hari ini kamu kuliah sampai jam berapa sayang." tanya Arya, sambil sibuk mengenakan pakaian nya.


" Gak lama mas, cuma sampai siang, aku hanya ngantar laporan magang aku ke kampus."


" Ohh, bahas kampus, mas jadi teringat Randy." ucap Arya.


" Emang mas Randy kenapa sayang." tanya Yiwa yang belum tahu kabar Randy.


" Mas minta maaf, mas lupa ngabarin kamu, mas juga cuma dapat kabar dari dia, mas bahkan tidak sempat ketemu, saat kamu dan Amel ke Kalimantan, seminggu setelah nya Randy pulang ke Singapur, mas gak tau apa yang membuat dia berubah pikiran. mudah-mudahan saja dia bisa berubah ke lebih baik lagi." jawab Arya.


" Oh pantas, mas Randy ngirim pesan terakhir seperti salam perpisahan begitu, hanya saja kemaren aku lagi sama mas, jadi aku menghiraukan nya." jawab Yiwa yang sibuk mengeringkan dan mencatok rambut nya.


" jadi kalau kamu tidak sama dengan mas, kamu akan menjawab nya." ucap Arya sambil berjalan menghampiri Yiwa.


" Ya gak lah sayang, aku hanya menghargai dia sebagai saudara mas dan juga dosen aku, itu saja." jawab Yiwa yang masih sibuk mencatok rambut panjang nya.


" Hmm,, mas percaya kok, sini biar mas yang catokin" pinta Arya, dan Yiwa hanya menatap nya dengan wajah kebingungan dari cermin besar nya.


" kenapa.? kamu fikir mas tidak bisa." ucap Arya melihat Yiwa yang seperti nya meragukan nya.


" emang mas benaran bisa.?" tanya Yiwa ragu.



" Sayang, kamu tidak usah meragukan suami tampan mu ini, mas kan sudah bilang, apa pun akan mas lakukan untuk membuat kamu bahagia, dan jika mas tidak pernah melakukan nya, maka mas akan belajar, semua itu hanya demi kamu." jawab Arya yang sudah mulai menyatok rambut istri cantik nya itu.


" Aku benar-benar beruntung bisa menjadi istri mas."


" dan aku lebih beruntung bisa menjadi suami kamu sayang." jawab Arya lembut, setelah semua selesai, Arya pun bergegas untuk berangkat ke rumah sakit, dan mengantar kan Yiwa terlebih dahulu ke kampus.


" Nanti kalau sudah selesai jangan lupa telfon mas, mas akan jemput kamu." ucap Arya, saat sudah tiba di kampus Yiwa.


" Sayang, hari ini aku dan Amel mau ke rumah sakit lihat Indah, gak pa-pa kan." pinta Yiwa dengan wajah gemes nya, membuat Arya tidak tega melarang nya.


" ohh begitu, ya sudah, yang penting kamu harus selalu hati-hati, jaga kesehatan, jangan capek-capek.,dan jangan buat mas kwatir. dan pulang nya jangan kemalaman." ucap Arya yang sangat protektif.


" Ok my doctor. perintah akan di laksanakan dengan sebaik-baik nya" jawab Yiwa menggoda.


" you' my archite..hmm ,, satu lagi jangan nakal-nakal, ingat kalau sudah punya suami dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu." sambung Arya.


" Aku kan belum jadi arshitek sayang."


" Tapi kamu akan segera menjadi arshitek yang hebat sayang." jawab Arya yang selalu memuji dan mendukung Yiwa.


" Aamiin, ya sudah aku keluar ya mas, Amel sudah menunggu." ucap Yiwa lalu mencium punggung tangan Arya


" Iya sayang." jawab Arya lalu mencium kening Yiwa.


" Sayang." panggil Arya, saat Yiwa sudah keluar.


" Iya sayang." jawab Yiwa.


" Sarangheo." ucap Arya romantis sambil memberikan lambang hati di tagan nya. Yiwa benar-benar tersipu malu, sikap Arya semakin hari semakin membuat nya jatuh cinta.


" Sarangheo sayang." jawab Yiwa, lalu membalas memberikan lambang hati di tangan nya, lalu meniup kan ke arah Arya, dengan cepat Arya pun menangkap nya, lalu mencium nya, Amel yang menyaksikan itu benar-benar merasa sial, pagi-pagi ia sudah harus melihat sepasang suami istri yang lagi bucin-bucin nya.


" Uwekkkkk." ucap Amel yang merasa alay, melihat keromantisan sahabat nya itu..